Awal Perdagangan Bursa, Investor Sambut Positif

bloomberg

Berdasarkan Bursa Asia hari ini, tren bergerak menguat pada awal sesi perdagangan, Senin (27/4/2020) analisanya investor memandang tanda perkembangan positif global bersatu melawan wabah corona.

Data rilis Bloomberg menyebut indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang baru saja menguat dengan presentase 0,85 persen dan 1,67 persen di sesi awal pagi ini jelang pertemuan Bank of Japan. Dan untuk indeks Kospi naik 0,58 persen.

Angka kematian akibat virus corona menurun di Spanyol, Italia, dan Prancis, sementara kematian yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir di AS dan New York mencatat angka terendah sejak akhir Maret.

Memutuskan bersama Federal Reserve, BOJ dan Bank Sentral Eropa mengambil kebijakan pekan ini melawan pandemi wabah corona untuk genjot perekonomian.

Terpisah, sejumlah negara yang berdampak covid-19 berlahan melonggarkan kebijakan untuk membuka. Italia paling pertama yang berencana mencabut lockdown nasional per 4 Mei mendatang.

Data dari pasar bursa menjelaskan sentimen positif mulai dari Amazon.com Inc., Barclays Plc, dan Samsung Electronics Co.

“Minggu yang akan datang ini akan sangat besar dari perspektif data makro dan sejauh mana ekonomi global tertekan oleh Covid-19,” kata Simon Ballard, kepala ekonom di First Abu Dhabi Bank., dikutip dari Bloomberg.

“Sampai kita jelas melewati puncak wabah dalam skala global dan dapat menganggap wabah dapat diatasi serta tidak ada risiko yang berarti dari gelombang kedua infeksi, kami percaya strategi investasi defensif akan tetap menjadi yang paling sesuai,”  lanjut tulisnya.

emas antam
Emas Lantakan / Foto: Bloomberg

Harga emas berada dalam tren penguatan di tengah ekspektasi stimulus lebih lanjut untuk mendorong ekonomi yang terdampak pandemi wabah corona (Covid-19).

Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan perdagangan Jumat (24/4/2020), harga emas di pasar spot terkoreksi 0,05 persen atau 0,91 poin menjadi US$1.729,6 per troy ounce. Tetapi masih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Emas Comex kontrak Juni 2020 juga terkoreksi 0,56 persen atau 9,8 poin menjadi US$1.735,6 per troy ounce. Adapun, indeks dolar AS terkoreksi 0,05 persen menuju 100,38.

Dalam riset Analis RBC Capital Markets yang dipimpin oleh Helima Croft menyebutkan meski terkoreksi, emas tetap akan bergerak menuju penguatan mingguan ini. Adapun, pada pekan sebelumnya emas menyentuh level US$1.747,36 pekan lalu, level tertinggi sejak 2012.  Riset itu menjelaskan dalam tulisan akhirnya memprediksi alokasi untuk emas akan meningkat untuk saat ini.

Menutup “Awal Perdagangan Bursa, Investor Sambut Positif” didasari keterangan Gubernur New York Andrew Cuomo, merilis sketsa pembukaan kembali aktivita ekonomi bertahap yang dimulai dengan sektor konstruksi dan manufaktur per 15 Mei nanti.