BNI Gelontorkan Kredit UMKM untuk Pemulihan Ekonomi

BNI Bantu UMKM, Pariwisata Indonesia

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang baru saja melaksanakan pesta HUT ke-74 beberapa waktu yang lalu dengan mengambil tema ‘BNI satukan energi optimistis untuk Indonesia’ telah menjalankan fungsi tersebut dengan baik, sehingga mendapatkan penghargaan sebagai Bank Penyalur Terbaik Kredit IEPC (Industrial Efficiency and Pollution Control) dari Kementerian Keuangan RI.

BNI HUT Ke 74, Pariwisata Indonesia
BNI Rayakan HUT ke 74 di Tengah Pandemi / (Foto: Istimewa)

Kehadiran perbankan sudah sepatutnya turut menunjang pembangunan yang berwawasan lingkungan, dan diharapkan dapat mengarah pada upaya perbaikan serta pelestarian lingkungan hidup. Dalam semarak HUT BNI ke 74, BNI salah satu perbankan yang paling penting dan besar peranannya dalam kehidupan sosial di masyarakat. Kehadiran BNI selain berkonsep bisnis juga sebagai agent of development.

Sebagai bank pelat merah, PT BNI (Persero) Tbk telah menjalankan fungsi tersebut secara baik, sehingga mendapatkan penghargaan sebagai Bank Penyalur Terbaik Kredit IEPC (Industrial Efficiency and Pollution Control) dari Kementerian Keuangan RI.

Dikutip dari situs Bisnis.com, Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis kepada BNI di Jakarta, Kamis (9 Juli 2020). Terdapat 59 penyalur kredit IEPC yang merupakan Bank BUMN, BPD, Koperasi, hingga lembaga keuangan. BNI terpilih dari klasifikasi yang telah ditentukan karena tertib dalam hal pelaporan, rekonsiliasi, dan pembayaran.

Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BNI Tambok P Setyawati mengatakan, memelihara kelestarian lingkungan hidup merupakan salah satu bentuk tanggung jawab BNI dalam menjalankan bisnisnya. BNI dituntut untuk senantiasa mengontrol dan mengelola dampak lingkungan.

Hal tersebut sejalan dengan misi BNI yakni meningkatkan kepedulian dan tanggungjawab terhadap lingkungan dan sosial. Hal tersebut senada dengan tema HUT ke – 74 BNI yaitu ‘Satukan Energi Untuk Indonesia Di Era New Normal.’

Ddikatakan, “Kriteria usaha yang berhak menerima kredit IEPC adalah memiliki kelengkapan penghematan, (mencakup bahan baku, air, energi) yang menghasilkan efisiensi dalam sistem produksi, investasi yang menerapkan pendekatan produksi bersih, pembelian mesin pengurang polusi, investasi peralatan daur ulang atau recycle, dan peralatan pengolah limbah. Penyaluran kredit IEPC di BNI memiliki kolektibilitas 100%. Melalui digitalisasi, BNI juga telah memiliki aplikasi BNI MOVE yang memungkinkan debitur mendapatkan kredit tanpa harus ke kantor cabang sehingga lebih efisien,” ujar Tambok.

Tambok menambahkan, dengan semangat BNI GoGreen, BNI menggunakan pendekatan 4 (empat) mata angin keberlanjutan (compass of sustainability) untuk diterapkan dalam praktek corporate sustainability dengan mempertimbangkan keberlanjutan: alam/nature, sosial kemasyarakatan/society, sumber daya manusia/well-being, dan ekonomi/economy. Empat mata angin keberlanjutan diinternalisasikan ke unit business dan supporting yang kemudian digunakan menjadi acuan dalam menghasilkan produk dan layanan perbankan yang ramah lingkungan.

“Penyaluran kredit Industrial Efficiency and Pollution Control (IEPC) mengandeng Kementerian Keuangan RI, kredit IEPC diberikan kepada individu/perorangan, kelompok usaha kecil, koperasi, atau badan usaha, sebagai solusi pembiayaan kredit investasi dan kredit modal kerja untuk membiayai kegiatan usaha yang berorientasi pada efisiensi industri dan sistem produksi bersih lingkungan,” ujar Tambok.

Sebelumnya BNI telah gelontorkan kredit UMKM untuk pemulihan ekonomi. Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakan satu rangkaian program untuk mempercepat rehabilitasi ekonomi karena dampak Covid-19. Sehingga dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.

Partisipasi aktif BNI turut membantu beban pemerintah dan mendukung program PEN kepada UMKM karena UMKM merupakan pelaku usaha yang paling terdampak Covid-19, dimana jumlah UMKM terdampak sebanyak 185 ribu debitur berhasil disalurkan.

BNI berkomitmen menyalurkan sebanyak 80% dari Rp15 Triliun dalam bentuk KUR dana penempatan pemerintah kepada UMKM, supaya dapat bertahan dan menggerakkan sendi-sendi ekonomi yang dapat memperkuat daya jangkau. Sedangkan 20% lainnya berencana disalurkan kepada kredit menengah dan korporasi, sehingga dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.
.
BNI berkomitmen tinggi dalam pemulihan ekonomi dengan mendorong UMKM bangkit, berdaya saing dan memberikan kontribusi dalam perekonomian nasional.

Dalam rangkaian masih suasana memeriahkan HUT BNI ke 74, hari ini digelar Konser Satukan Energi untuk Indonesia bersama Erwin Gutawa Orchestra dan 7 bintang (Tulus, Yura Yunita, Ardhito Pramono, Lea Simanjuntak, Lyodra, Kikan, dan Sruti Respati). Saksikan konsernya pada Sabtu, 11 Juli 2020 secara langsung di detik.com pukul 19.00 WIB. Yuk, sama-sama bangkitkan semangat optimisme dan satukan energi!