Dirut LPP RRI Mengobarkan Kesaktian Pancasila, Teatrikal Puisi Dirut RRI Hibur Penonton dan Pendengar

Malam Apresiasi Puisi yang mengusung tema "Dalam Tempayan Kebermaknaan", dibuka dengan manis lewat pementasan teaterikal oleh duta penyair cilik bertajuk "Pancasila Kini" dibawakan oleh Binar Purnama Yahya. Dan juga dimeriahkan sejumlah penyair: Peris Sandi, Zawawi Imron, Sutardji Calzoum Bachri, serta Joko Pinurbo. Direktur Utama LPP RRI, M. Rohanudin menyerahkan penghargaan kepada Sutardji Calzoum Bachri, yang didapuk sebagai Presiden Penyair Indonesia. RRI dengan bangga menganugrahkan penghargaan Life Achievement (Penghargaan Pencapaian Seumur Hidup), atas karya-karya dan kiprahnya untuk sastra Indonesia. Berikut ulasan lengkapnya!
Malam Apresiasi Puisi mengusung tema "Dalam Tempayan Kebermaknaan", Radio Republik Indonesia, Hari Kesaktian Pancasila, RRI, Sekali di Udara Tetap di Udara, Media PVK, Pariwisata Indonesia, Umi Kalsum, Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Mohammad Rohanudin

PariwisataIndonesia.id – Redaksi Pariwisata Indonesia menurunkan Bahrul Ulum, wartawan media online www.pariwisataindonesia.id untuk menyokong pelaksanaan Malam Apresiasi Puisi yang mengusung tema “Dalam Tempayan Kebermaknaan” dan acaranya diprakarsai oleh Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Mohammad Rohanudin pada Kamis, 1 Oktober 2020, pukul 20.00 WIB secara live dari The Alana Yogyakarta Hotel, Jogjakarta. Disiarkan langsung oleh radio PRO 1 dan PRO 4 seluruh Indonesia berikut RRI Net.

Menyalakan kembali gelora Kesaktian Pancasila, RRI menggelar Malam Apresiasi Puisi berkonsep teaterikal dan menghadiahkan kepada Sutardji Calzoum Bachri berupa penghargaan Life Achievement (Penghargaan Pencapaian Seumur Hidup). Pentas Malam Apresiasi Puisi digelar di hotel mewah berlokasi di Jogjakarta saat pandemi covid-19.

Malam Apresiasi Puisi mengusung tema "Dalam Tempayan Kebermaknaan", Radio Republik Indonesia, Hari Kesaktian Pancasila, RRI, Sekali di Udara Tetap di Udara, Media PVK, Pariwisata Indonesia, Umi Kalsum, Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Mohammad Rohanudin
Malam Apresiasi Puisi mengusung tema “Dalam Tempayan Kebermaknaan” pada Kamis, 1 Oktober 2020, pukul 20.00 WIB secara live.

Untuk Sobat Pariwisata penikmat seni teater, yuk intip serunya pertunjukan teater RRI. Tak cuma bintang tamu, Dirut LPP RRI pun turut “keranjingan” puisi. Dalam sebuah ruang yang penuh arti, hadir berjuta-juta warna spirit nasionalisme berpadu saling merekatkan.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan potongan puisi yang dibacakan Dirut LPP RRI berhasil sihir penonton dan pendengar. Ditambah lagi, kolaborasi musisi Dwiki Darmawan lewat piano bersama penari teaterikal, musik dan tarian meliuk tari menyatu hadirkan pentas bikin bulu bergidik.

Berikut potongan puisinya:

“Agresi 1948, Belanda menyatakan Indonesia bubar

Rakyat Bener Meriah Aceh melawan
Radio Rimba Raya dari hutan belantara bangkit

Indonesia ada, Indonesia ada, kami hidup
Indonesia ada, Indonesia masih ada

Berulang-ulang dipancar luaskan ke seantero dunia
Sampai akhirnya, Sidang Meja Bundar Den Haag mengakui kedaulatan Indonesia

RRI hadir di Bener Meriah Aceh
Sebagai pengakuan perjuangan Rakyat Kupi Gayo
Secangkir diaduk-aduk, diaduk-aduk
Aromanya memainkan piano dalam ke Indonesian yang abadi….”

Dirut RRI berhasil menghipnotis penonton. Pendengar setia radio RRI di seluruh Indonesia diguyur Dirut RRI. Menggelorakan penguatan kebangsaan. Mengobarkan Kesaktian Pancasila.

“Sekali di Udara, Tetap di Udara!” 

Radio Republik Indonesia mempersembahkan, Malam Apresiasi Puisi bertajuk “Dalam Tempayan Kebermaknaan”. Dalam acaranya baik pihak panitia maupun dari manajemen hotel telah ketat menjalankan prosedur dan aturan kesehatan secara baik untuk mencegah penularan wabah Covid-19. Wartawan Pariwisata Indonesia yang turut hadir memperhatikan dari sebelum pelaksanaan, hingga berlangsung dan selesai acara, semua disiplin terapkan protokol kesehatan.

“Mendengarkan puisi sama seperti kau bersilat dengan 9 bayangan,” begitu ucap D. Zawawi Imron pada acara Malam Apresiasi bertema “Dalam Tempayan Kebermaknaan”, Puisi yang diselenggarakan secara luring terbatas dan daring oleh RRI (Radio Republik Indonesia).

Acara dibuka dengan manis lewat pementasan teaterikal oleh duta penyair cilik yang namanya sudah kesohor, pembacaan cerita bertajuk “Pancasila Kini” dibawakan oleh Binar Purnama Yahya, juara 3 Nasional Lomba Bercerita RRI 2020. Dan juga dimeriahkan oleh sejumlah penyair, maupun bintang tamu lainnya. Hingga acara usai berjalan meriah namun tetap mematuhi protokol kesehatan meski dihadiri oleh lebih dari 100 orang partisipan. Dan acara ini terlaksana sukses.

Peris Sandi, Zawawi Imron, Sutardji Calzoum Bachri, serta Joko Pinurbo merupakan pembaca puisi pada acara ini. Selain penyair tadi, pentas Malam Apresiasi Puisi turut didukung oleh penyair lain dan kenamaan Indonesia.

Malam Apresiasi Puisi RRI 2020 juga semakin bertambah atmosfer kebermaknaannya ketika Direktur Utama LPP RRI, M. Rohanudin menyerahkan penghargaan kepada Sutardji Calzoum Bachri, yang didapuk sebagai Presiden Penyair Indonesia. RRI dengan bangga menganugrahkan penghargaan Life Achievement, atas karya-karya dan kiprahnya untuk sastra Indonesia.

Kemeriahan Malam Apresiasi Puisi RRI 2020 pada Kamis, 1 Oktober 2020, menjadi momen penting yang harus disadari oleh para hadirin yang ikut serta dalam acara tersebut bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan sekedar momen peringatan maupun seremoni biasa setiap tanggal 1 Oktober.

Kesaktian Pancasila mengingatkan bangsa ini, akan keteguhan serta solid-nya pancasila sebagai ideologi bangsa yang tidak bisa digeser dan digantikan oleh ideologi manapun. Sehari sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2020 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2020) pagi. Upacara turut dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Merekatkan sesama anak bangsa dari warna kebhinnekaan. Pancasila sebagai pondasi dan tata kehidupan Indonesia, solusi paling tepat dalam berbangsa dan bernegara. Betapa tangguh ideologi pancasila. Penonton dan pendengar setia RRI diingatkan tentang perjuangan dan jerih payah Pancasila bertahan dari awal lahir hingga hari ini. Gerakan 30 September PKI merupakan usaha pengkhianatan sekelompok orang untuk menggantikan pancasila sebagai ideologi bangsa.

Meski begitu, pancasila yang terbentuk buah dari sidang BPUPKI dipelopori Sultan Hamid II, benama lengkap Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak ke-6, adalah Perancang Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila. Tokoh bangsa yang dalam tubuhnya mengalir darah Arab-Indonesia.

Hamid II dari Pontianak, “Tidak ada yang bisa menggantikan ideologi manapun,” begitu untaian puisi yang dibacakan lantang oleh Peri Sandi buah karya dari Direktur Utama RRI, Muhammad Rohanudin. ‘Jangan ada rasa selain aroma Indonesia!’ (Bahrul/Erwin).