Gerakan Masif dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

"Berbingkai Solidaritas Sosial, Upaya Mendorong Gerakan Mengajak Masyarakat Indonesia Berbuat Kebaikan. Terapkan Disiplin Kolektif dengan Lakukan Prosedur Kesehatan"
Adaptasi Kebiasaan Baru, Pariwisata Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum

Redaksi www.pariwisataindonesia.id turut mendukung program pemerintah dengan ikut berperan aktif lakukan sosialisasi mengajak masyarakat bersikap positif dalam adaptasi kebiasaan baru. Dan pelaksanaan penerapan adaptasi kebiasaan baru seyogyanya merujuk pada protokol kesehatan Covid-19.

Redaksi mewawancara pedagang sayuran di Pasar Pondok Labu di Jakarta Selatan. Ia bernama Aminah usia 47 tahun biasa membuka lapaknya sejak pukul: 23.00 wib hingga 07.00 wib.

Katanya, “Saya berdagang di pasar 20 tahunan. Insya Allah aman, risiko terpapar covid-19, sepenuhnya cuma berserah diri kepada Allah. Jika kita yakin kepada Allah, dan beriman. Allah memberikan lindungan dan pertolongan,” jawab Aminah kepada wartawan PariwisataIndonesia.id, Minggu(30/8).

Tampak Pantauan Dari Salah Satu Gedung Apartemen di Kemayoran, Pariwisata Indonesia, Adaptasi Kehidupan Baru, Media PVK, Umi Kalsum
Pantaun dari Gedung Apartemen di Lokasi Kemayoran, Jakarta / Foto: Herry, pada Minggu(30/8)

Nara sumber lain, seperti di ungkapkan Herry, usia 43 tahun berlokasi di Kemayoran, Jakarta. Dalam wawancaranya mengatakan, “Matikan TV dan berhenti tonton berita. Jakarta bukan zona merah tapi zona hitam, ini realitanya. PSBB cuma ada di TV,” ujar Herry kepada wartawan PariwisataIndonesia.id, Minggu(30/8).

Baik Aminah dan Herry bagian kecil dari fenomena puncak gunung es korona, ini lah perilaku yang terjadi di masyarakat Indonesia. Pasalnya, telanjur terjebak persepsi salah. Sebagian dari masyarakat Indonesia berasumsi tidak takut terpapar bahayanya akan risiko covid-19. Berpikir ‘itu buat orang lain, buat Aminah dan Herry enggak’. Apalagi, kalau beriman pasti dilindungi Tuhan Yang Maha Esa.

Prinsip mereka mengabaikan budaya saling tolong-menolong antar sesama. Padahal, jika menerapkan disiplin kolektif dan mengedepankan prinsip tolong menolong dapat menekan laju penyebaran mata rantai covid-19. Bukan cuma menolong dirinya sendiri, tetapi orang lain pun terhindar.

Akankah rantai penyebaran pandemi dampak dari Virus Covid-19, cuma dengan menunggu. Kita cuma berdiam diri. Berharap semua lekas selesai dengan membiarkan pemerintah bekerja sendiri?

Redaksi mengajak mari penerapan adaptasi kebiasaan hidup baru dilakukan sebagai bagian dari tatanan sosial baru yang tidak sekedar ikut-ikutan. Butuh komunikasi semua pihak, bersama terapkan sikap disiplin kolektif. Berikan edukasi pada masyarakat terkait bahaya penularan covid-19 hingga tujuan pelaksanan protokol kesehatan.

View this post on Instagram

Lindungi Diri, Lindungi Negeri.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Saat ini, pandemi global memberikan tantangan, berapa banyak lagi korban harus berjatuhan? Lalu berharap wabah korona bisa lekas berlalu tanpa usaha secara masif. mungkinkah? 

Penerapan adaptasi kebiasaan baru membutuhkan waktu lama agar bisa menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat.

Berbingkai solidaritas sosial, dalam upaya mendorong gerakan bersama. Redaksi mengajak masyarakat Indonesia berbuat kebaikan-kebaikan kecil dalam membantu sesama. 

Kebijakan yang ditempuh pemerintah tidak cuma berfokus pada masalah ekonomi dan keuangan, tetapi juga terkait masalah kesehatan dan kemanusiaan.

Mari putus rantai penyebaran virus covid-19. Lakukan pola hidup sehat, terapkan social distancing, cuci tangan menggunakan sabun setelah beraktivitas, dan gunakan masker. Jangan abaikan prosedur kesehatan. 

Perubahan menuju adaptasi kebiasaan hidup baru, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun tantangan besar dalam menerapkan disiplin kolektif akan sederhana dan mudah jika tumbuh kesadaran bersama. Semua elemen masyarakat sejatinya bergotong royong, bersinergi, bekerja menyelesaikan persoalan besar ini.

https://www.instagram.com/p/CBI3YtOhF9v/

Sukses dan keberhasilan pengendalian covid-19 sangat ditentukan oleh kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Kita semua wajib bersikap optimis, mari hadapi dan kendalikan wabah ini. Masyarakat harus bersikap positif dalam penerapan kebijakan adaptasi kebiasaan baru.

Jangan lagi mengandalkan peran pemerintah semata. Pandemi ini musuh kita bersama, semua pihak diharapkan terlibat dan lakukan disiplin diri. Mari galang kekuatan. Bersatu hadapi pandemi. Mulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah.

Tiap kepala rumah tangga punya tanggung jawab untuk melindungi anggota keluarga. Solidaritas berikutnya diharapkan dari partisipasi masyarakat di lingkungan rukun tetangga hingga RW, kelurahan, kecamatan hingga lebih luas di tingkat provinsi.

Tuntaskan, selesaikan dalam tempo sesingkat-singkatnya hingga negeri ini kembali beraktivitas normal. Diharapkan giat roda ekonomi pun bertumbuh. Caranya, terapkan disiplin kolektif dengan lakukan prosedur kesehatan. Yuk, bersikap disiplin kolektif saat melakukan aktivitas luar ruang.

Redaksi www.pariwisataindonesia.id mendukung penuh program pemerintah dengan turut mengkampanyekan agar masyarakat harus bersikap positif terhadap adaptasi kebiasaan baru.

Apa saja pedoman dalam adaptasi kebiasaan baru, lakukan hal:

  1. Sering mencuci tangan menggunakan sabun
  2. Memakai masker
  3. Lakukan jaga jarak
  4. Istirahat cukup dan rajin olahraga
  5. Makan makanan bergizi seimbang

Demikian pesan ini disampaikan agar semua pihak disiplin, baik secara personal maupun kolektif agar kita terhindar dari pandemi covid-19.

Mari menggalang sikap disiplin kolektif dengan menerapkan prosedur kesehatan sebagai bagian dari budaya dan gaya hidup tatanan sosial baru.

Saatnya buat kamu menjadi pelopor adaptasi kebiasaan baru, yuk!