UNESCO Akui 10-Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Termasuk Tari Saman? Ada, Dong!

Presiden Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021, Istana Medeka, Jakarta (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

PariwisataIndonesia.id – Sobat Pariwisata Indonesia patut bangga, tercatat dari situs United Nations Educational, Science and Cultural Organization (UNESCO), untuk melindungi warisan budaya di dunia dari berbagai negara.

Baca juga:  Pemilik Website Pariwisata Indonesia, Umi Kalsum: Promosikan Tanah Air “Travelling Tourism and Culture”

Diketahui, kehadiran UNESCO untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan melalui penerapan pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan dalam hubungan internasional yang dilandasi saling pengertian dan kesejahteraan manusia.

Masih dalam situs tersebut, dijelaskan sebagai ajang mempromosikan dan mengurus kerjasama internasional melalui penyebarluasan pengetahuan serta perbandingan pengalaman dan pembahasan gagasan, bekerja sama dengan LSM dan asosiasi serta federasi LSM internasional yang mencakup berbagai ahli.

Organisasi internasional ini juga bertugas untuk memerangi buta huruf, yang oleh banyak anggota delegasi dipandang tidak sesuai dengan martabat manusia.

Baca juga:  Rentak Irama Dalam Kebersamaan

Bagi UNESCO, pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan bukanlah tujuan akhir, melainkan jalan untuk melaksanakan tugas suci dan sebuah kewajiban moral.

Tercatat dalam situs, tujuan akhir sebagaimana disebutkan dalam konstitusinya adalah perdamaian yang dibangun di atas solidaritas moral dan intelektual kemanusiaan.

Syukur Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak dan doa-doa baiknya, Tari Saman diakui sebagai salah satu warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage).

“Siapa yang tidak kenal Tari Saman?”

Selain di dalam negeri, tari ini juga sering dipertunjukan di ajang internasional.

Bahkan, banyak orang di berbagai dunia ingin mempelajari Tari Saman.

Baca juga:  Rateeb Obor, Ikhtiar Leluhur Aceh Menghadapi Pandemi

Saat ini, baru 10 budaya Indonesia diakui oleh UNESCO.

Daftar tersebut terdiri dari tarian hingga alat musik tradisional khas Indonesia.

“Apa saja, sih?”

Tercatat dalam laman tersebut, kebudayaan Indonesia diakui dunia untuk kategori:

  1. Tari tradisional Bali yang dibawakan oleh penari laki-laki dan perempuan. Para penarinya menggunakan pakaian khas Bali dan menari-nari juga diiringi musik tradisional khas Bali. Ditetapkan oleh UNESCO tahun 2015,
  2. Noken, berbentuk tas tradisional asli Papua yang terbuat dari anyaman tali kayu atau daun. Ditetapkan oleh UNESCO tahun 2012.
  3. Pinisi, yakni seni dalam membuat kapal berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan. Saat ini pusat pembuatan kapal pinisi terletak di Tana Beru, Bira, dan batu Licin. Diketahui, masyarakat setempat mencari nafkah dengan bekerja di bidang pembuatan kapal dan navigasi. Keahlian mereka membuat kapal pinisi terus diturunkan dari generasi ke generasi. Untuk alasan itu, UNESCO menetapkan “Pinisi” masuk daftar warisan budaya tak benda tahun 2017.
  4. Pencak silat, seni bela diri khas Indonesia, atau pencak silat mencakup nilai-nilai spiritual, pertahanan diri, dan aspek keseniannya. UNESCO mencatat, gerakan dan gaya pencak silat Indonesia dipengaruhi oleh banyak elemen seni. Ditetapkan sebagai warisan tak benda tahun 2019.
  5. Angklung yakni alat musik khas Jawa Barat terdiri dua atau empat tabung bambu yang digabungkan dalam bingkai bambu dan diikat dengan rotan. Alat musik ini menghasilkan bunyian saat dipukul atau digoyang-goyang. Ditetapkan oleh UNESCO tahun 2010.
  6. Pendidikan dan pelatihan batik masuk sebagai warisan budaya tak benda UNESCO tahun 2019. Tujuan dari pendidikan dan pelatihan ini untuk melestarikan batik. Museum Batik di Pekalongan yang pertama kali sukses dan berhasil untuk mengenalkan batik mulai dari cara membuat hingga nilai-nilai sejarah batik.
  7. Batik berupa kain Indonesia bermotif atau memiliki corak kha budaya bangsa ini. Kemudian pengolahannya menggunakan tangan dengan beragam teknik, simbolisme, dan budaya. Diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan, untuk itu UNESCO mencatatnya sebagai warisan budaya tak benda tahun 2009.
  8. Keris dicatat sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO tahun 2008. Keris berfungsi sebagai senjata dan objek spiritual.
  9. Wayang, yakni seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Namun. gema dan pertunjukkan ini turut dipopulerkan di beberapa daerah seperti Sumatera dan Semenanjung Malaya. Dalam kesenian ini banyak dipengaruhi kebudayaan Jawa dan Hindu. Ditetapan UNESCO warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity), tahun 2003.
  10. Tari saman, yakni tarian yang berasal dari budaya masyarakat Gayo dari kota Serambi Mekkah yang sedang kita ulas saat ini, ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda UNESCO tahun 2011.

“Mengapa baru 10?”

Sobat Pariwisata, bisa menjawabnya?

“Marilah kita bersama-sama dengan mengajak seluruh orang-orang terdekat untuk bertanya pada rumput yang bergoyang!”

Baca juga:  Tari Seudati

“Indonesia sungguh istimewa dan menarik, bukan?”

Saat ini, Tari Saman tak lebih sebagai sebuah pertunjukan hiburan, dilakukan bisa kapan saja seperti, semisal acara ulang tahun, pesta pernikahan atau pesta penyambutan tamu agung dan peristiwa serta perayaan besar lainnya.

Syarat dan ketentuan Tari Saman siap mentransformasi.

“Oh, ya? Tergantung pesanan, dong!”

Sobat Pariwisata Indonesia, tarian ini juga dipentaskan dalam pembukaan Asian Games 2018.

“Oups!”

“Maaf! Ini Tari Saman atau Ratoh Jaroe?”

Untuk menjawabnya, Sobat Pariwisata perlu bertanya kepada Mas Wishnutama Kusubandio.

Sosok Wishnutama, di balik kemegahan pesta Asian Games 2018.

Beliau pengusaha Indonesia yang pernah menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Kabinet Indonesia Maju.

Sekaligus, PT Telkom Indonesia Tbk atau Telkom (TLKM) dan Singapore Telecommunications Ltd (SingTel) selaku pemegang saham PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) telah menunjuk Wishnutama sebagai Komisaris Utama Telkomsel yang baru yang keputusan tersebut berlaku efektif sejak 11 Februari 2021.

“Jangan terkaget-kaget apalagi heeeboh!”

Sobat Pariwisata, sudah mendengar kabar belum? Akan ada lagi Menteri di Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin bakal direshuffle.

“Siapa dia?”

Sungguh istimewa negeri ini, bukan? Jawabannya, “Kembali kita bersama-sama dengan mengajak seluruh orang-orang terdekat untuk bertanya pada rumput yang bergoyang!”

“Ini menarik!”

Sebab hak tersebut diberikan secara atributif oleh Undang-Undang Dasar 1945 pada Kepala Negara sebagai kekuasaan konstitusional.

“Silakan Pak Jokowi, lanjutken!”

Sebagaimana arahan Presiden Jokowi kepada para kepala daerah dalam “Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021” bahwa jabatan adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

“Jabatan yang diberikan kepada saudara-saudara adalah kehormatan, tetapi sekaligus juga sebuah tanggung jawab yang besar, tanggung jawab yang berat. Oleh sebab itu, jangan sampai saudara-saudara ini hanya mengikuti prosedur yang ada. Harus goal oriented, harus result oriented. Orientasinya adalah hasil. Harus berani berinovasi, bukan sekadar mengikuti rutinitas,” ujar Presiden Jokowi dari Istana Negara, Jakarta, kutip laman Presiden (15/4).

Terkait berita hangat soal tersebut itu, “lupakanlah!”

Ibarat lagu berjudul, “Que Sera, Sera” merupakan tembang lawas dinyanyikan oleh Doris Day.

Dilansir laman Songmeanings, lagu tersebut diartikan tentang kekhawatiran seorang anak akan masa depannya. Sang ibu yang ditanya oleh putrinya kemudian menjawab bahwa baik dirinya maupun sang anak tak bisa meramal masa depan.

Sobat Pariwisata Indonesia, “Kembali ke laptop” kalimat tersebut identik dengan merk dagang komedian Tukul Arwana lewat program bincang-bincangnya, “Empat Mata” di salah satu TV Swasta.

“Kembali ke Laptop, Oups!”

Merawat optimisme di tengah pandemi, Redaksi Pariwisata Indonesia mengajak untuk melestarikan tarian ini sebagai salah satu warisan budaya nusantara.

“Perubahan zaman, membawa Tari Saman mentransformasi dan semakin mendunia!”

 Tari Saman! Budaya Nusantara Pesona Tanah Rencong Awal Tercipta Jadi Media Dakwah, Mentransformasi dan Mendunia  <<< Sebelumnya