PT KAI dan Sejarah Singkat Kereta Api di Indonesia, Dibaca Yuk!

UMI KALSUM FOUNDER PVK GRUP DAN CEO MEDIA PVK GRUP,MULA PT KAI,DIDIEK HARTANTYO,DIREKTUR UTAMA PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) DIDIEK HARTANTYO,HALO INDONESIA,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA EXPLORE,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KERETA API PERTAMA KALI DI INDONESIA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MENTERI BUMN ERICK THOHIR,PARIWISATA INDONESIA,PT KAI,PT KERETA API INDONESIA (PERSERO),VP PUBLIC RELATIONS KAI JONI MARTINUS,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020

PariwisataIndonesia.id – Kereta api di Indonesia bukan lagi sekedar alat transportasi. Sejarah juga membuktikan, sejak pertama kali kereta api hadir di negeri ini, bangsa Indonesia mengalami masa kolonial panjang di bawah pemerintahan Belanda, di zaman itu pun sudah ada kereta api.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) disingkat KAI atau PT KAI, merupakan induk perusahaan berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk menyelenggarakan jasa angkutan kereta api di Indonesia.

Ini prestasi atau kegagalan PT KAI ? 

Saat ini, PT KAI memiliki tujuh anak perusahaan atau grup usaha, yaitu: PT Reska Multi Usaha (2003):  PT Railink (2006); PT Kereta Commuter Indonesia (2008); PT Kereta Api Pariwisata (2009);  PT Kereta Api Logistik (2009);  PT Kereta Api Properti Manajemen (2009); PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (2015).

Tentu, itu sebuah prestasi !

PT KAI terus berkembang pesat. Bahkan “saking cepatnya” sebentar lagi akan ada kereta api super cepat Jakarta-Bandung.

Dilansir dari situs heritage.kai.iddan kai.id, diceritakan sejarah kereta api hadir pertama di Indonesia dimulai dari pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr. L.A.J.W. Baron Sloet van de Beele. Di zaman itu eranya Indonesia dijuluki tanam paksa.

Baca juga :  LRT Resmi Beroperasi Komersial, Tiketnya Goceng Doang
Baca juga :  Good Bye Prameks

Disebutkan di situsnya, pada hari Jumat, tanggal 17 Juni 1864, jalur kereta api pertama di Indonesia dibuat sebelum kemerdekaan.

Peresmian jalur kereta api pertama di Indonesia, ditandai dengan pencangkulan tanah pertama, di Desa Kemijen secara simbolis sejarah perdana kereta api di Indonesia.

Jalur ini menghubungkan Stasiun Samarang, Jawa Tengah dengan Stasiun Tangoeng, kini disebut Tanggung, di Grobogan, Jawa Tengah.

Sejarah juga mencatat, pembangunan jalur kereta api tidak cuma di pulau Jawa. Dilansir dari situs Kompas.com, disebutkan: Sumatera, meliputi Aceh (1876); Sumatera Utara (1889); Sumatera Barat (1891); Sumatera Selatan (1914). Juga Sulawesi (1922).

Sementara, untuk Kalimantan, Bali, dan Lombok belum tahap pembangunan masih berupa kajian. Hingga akhir tahun 1928, panjang jalan kereta api dan trem di Indonesia mencapai 7.464 km.

Asal Mula Kereta Api di Indonesia

Sobat Pariwisata Indonesia, mengenal lebih dekat PT KAI maka perlu pahami perkembangan kereta api dari masa ke masa di Indonesia hingga maju seperti sekarang. Berikut sejarahnya:

1. Tahun 1867, Kereta uap (lokomotif)

Kereta uap (lokomotif), sebagai kendaraan yang pertama kali di Indonesia berjalan perdana di atas jalur rel.

Digerakkan dengan cara dipanaskan menggunakan kayu bakar, batu bara, atau minyak. Inilah awal mula penyebutan istilah kereta api.

Di Indonesia, kereta api pertama beroperasi pada 10 Agustus 1867 hingga tahun 1873, tepatnya di tiga tahun setelah jalur kereta “dicangkul” (masa kolonial Belanda, tanam paksa).

Kereta perdana produksi Jerman mengawali sejarah perkeretaapian di negeri ini, beroperasi dari Stasiun Semarang ke Stasiun Tanggung.

Kala itu, Kereta Semarang–Tanggung beroperasi dua kali sehari, pagi dan sore hari dengan waktu tempuh selama 1 jam.

Tidak hanya mengangkut manusia, kereta Semarang-Tanggung juga mengangkut hewan ternak, hasil bumi, pedati, hingga gerobak.

2. Tahun 1925, Kereta listrik ESS3200

Kereta berkonsep teknologi kelistrikan, pertama kali beroperasi di Indonesia untuk memenuhi kawasan Jabodetabek. Kereta listrik dikenal dengan sebutan “Bon-Bon” atau “Djokotop” karena bentuknya kotak, mirip es bonbon.

Namun, elektrifikasi jaringan rel keretanya sudah lebih dulu dibangun di tahun 1923 oleh perusahaan Electrische Staats Spoorwegen (ESS) yang merupakan bagian perusahaan kereta api Batavia khusus mengelola sarana, prasarana, dan operasional kereta listrik.

Sepanjang tahun 1926 hingga tahun 1970-an, si “Bon-Bon” atau kereta api buatan pabrik Werkspoor Belanda, melayani penumpang Tanjung Priok-Jatinegara (dulu bernama Meester Cornelis) dan berlanjut melayani Depok-Bogor (dulu bernama Buitenzorg).

3. Tahun 1953, Kereta api berbahan bakar solar

Lokomotif CC200 dengan nomor model Alco-GE UM 106T adalah lokomotif diesel elektrik berkabin ganda pertama di Indonesia buatan pabrik General Electric tahun 1953.

Lokomotif diesel elektrik dengan berat 96 ton ini dipesan oleh Indonesia sebanyak 27 buah. Pada masa ini, teknologi kereta api uap beralih ke lokomotif diesel atau terjadi dieselisasi.

Kereta CC200 turut berjasa karena mengangkut rombongan peserta Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang terlaksana di Kota Bandung.

4. Tahun 2008, KRL Jabodetabek

Tahun 2008 dibentuk anak perusahaan PT KAI, yakni PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), yang yang memfokuskan perhatian pada pengoperasian jalur kereta listrik.

PT KCJ memulai proyek modernisasi angkutan KRL di tahun 2011, dengan menyederhanakan rute yang ada menjadi 5 rute utama.

Proyek dilanjutkan dengan renovasi, penataan ulang, dan sterilisasi sarana dan prasarana termasuk jalur kereta dan stasiun kereta.

5. Tahun 2013, Kereta api bandara

Layanan transportasi publik berbasis “railway” bernama Kereta Api Bandara. PT Railink berhasil mengoperasikan KA Bandara Kualanamu sebagai KA Bandara pertama di Indonesia pada 25 Juli 2013.

Setelah 3 tahun KA Bandara Kualanamu beroperasi dan direspon positif oleh publik bahkan mendapat apresiasi masyarakat Indonesia, viral di media sosial jika kehadiran KA Bandara Kualanamu menyerupai Singapura.

PT Railink bersemangat untuk menghadirkan juga ke Ibu Kota. Alhasil, KA Bandara Soekarno-Hatta untuk rute Manggarai hingga Bandara Soekarno-Hatta terealisasi. Kehadiran kereta api ini, incaran kalangan eksmud. Harga tiket KA disesuaikan market yang disasar oleh PT KAI.

6. Tahun 2017, MRT dan LRT

Tak puas di kereta bandara, Indonesia kembali mengukir sejarah baru membangun moda transportasi modern bernama Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT).

MRT Jakarta atau Moda Raya Terpadu Jakarta (bahasa Inggris: Jakarta Mass Rapid Transit), adalah sebuah sistem transportasi transit cepat menggunakan kereta rel listrik di Jakarta.

Proses pembangunan telah dimulai pada tanggal 10 Oktober 2014. Mulai diresmikan pada 24 Maret 2019. MRT juga dijuluki “Ratangga”, kata ratangga diambil dari bahasa Jawa Kuno yang berarti “kendaraan beroda” atau “kereta”.

Pada 1 Agustus 2018, LRT pertama di Indonesia mulai beroperasi di Palembang dengan panjang jalur 23 km. Setelah itu dilanjutkan dengan LRT di Jakarta Utara sepanjang 5,8 km.

Kemudian, pada Maret 2019 pengoperasian Mass Rapid Transit (MRT) menjadi awal sejarah pengembangan jaringan terpadu yang merupakan bagian dari sistem transportasi massal DKI Jakarta.

Ke depan, Indonesia akan terus mengembangkan transportasi publik yaitu dengan melanjutkan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) hingga terintegrasi ke berbagai penjuru kota Jakarta.

Baca juga :  Rekreasi Menyenangkan Naik Kereta Wisata

Ini belum selesai, berikutnya di hal 2.. “