Kunjungi Gempa di Bali, Mensos Risma Berikan Bantuan Logistik dan Santunan untuk Korban Rp329 Juta

PARIWISATAINDONESIA.ID – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan kunjungan kerja ke Bali Senin (18/10/2021) untuk meninjau lokasi terjadinya gempa dan memberikan bantuan logistik hingga santunan sebesar Rp329.189.122.

Namun sebelum itu, Risma terlebih dulu akan menemui korban luka akibat gempa di Rumah Sakit Bangli. Setelah itu, dia dan rombongan akan hadir mengunjungi dan memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal di Desa Trunyan, Kabupaten Bangli, dan setelah itu menuju Desa Ban, Kabupaten Karangasem.

“Kehadiran untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan, termasuk bantuan pokok. Kehadiran di tengah para penyintas bencana merupakan bentuk respon cepat dan kehadiran negara di tengah warga yang menghadapi cobaan akibat bencana,” kata Risma melalui keterangan tertulisnya, Senin (18/10/2021).

Sejak kemarin pagi (16/20), jajaran Kemensos melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) telah melakukan koordinasi penanganan pasca bencana. Melalui Balai Mahatmiya Bali telah dikiirimkan bantuan logistik untuk penyintas bencana dengan didukung personel Tagana dalam distribusinya.

Bantuan logistik yang sudah disalurkan bersumber dari Gudang Kabupaten Bangli berupa Kasur merah 5 unit, Makanan anak 32 paket, Selimut merah 10 Lembar, Family kit : 10 paket.

Bantuan logistik yang sudah disalurkan bersumber dari Gudang Kabupaten Karangasem berupa makanan anak 20 paket, selimut merah 20 paket, kasur : 20 paket, family kit 20 paket, tenda gulung : 20 paket, matras 20 paket, kids ware : 2 paket.

Bantuan logistik yang disalurkan saat kunjungan Mensos bersumber dari Gudang Provinsi Bali ke Dinsos Kab. Bangli berupa makanan anak 120 paket, matras 30 lembar, selimut 30 lembar kasur 30 unit, tenda gulung 50 lembar, perlatan dapur keluarga 30 paket, damily kit 30 paket, kids ware 30 paket, foodware 30 paket.

Bantuan logistik yang disalurkan saat kunjungan Mensos bersumber dari Gudang Provinsi Bali ke Dinsos Kab. Karangasem berupa makanan anak 120 paket, matras 60 lembar, selimut 60 lembar, kasur : 20 unit, tenda gulung 50 lembar, peralatan dapur keluarga 30 paket, family kit 30 paket, kids ware 30 paket, foodware : 30 paket, tenda serbaguna 1 unit.

“Total nilai bantuan untuk semua bantuan logistik sebesar Rp248.189.122,” ucapnya.

Selain itu, dalam kunjungan ini Politikus PDIP itu juga menyerahkan santunan ahli waris. Yakni untuk 2 orang korban meninggal di Bangli sebesar Rp30 juta, masing-masing Rp15 juta. Santunan luka berat 3 orang Rp15 juta, masing-masing Rp5 juta.

Santunan ahli waris untuk 1 orang korban meninggal di Kab Karangasem Rp15.000.000. Santunan luka berat 3 orang Rp15.000.000 (@Rp5.000.000). Santunan luka ringan 3 orang Rp6.000.000 (@Rp2.000.000). Total nilai santunan di kedua daerah sebesar Rp81.000.000.

“Dengan demikian total bantuan Kemensos baik berupa bantuan logistik maupun santunan sebesar Rp329.189.122,” tuturnya.

Pada saat kejadian gempa, Direktorat PSKBA melalui personel Tagana segera melakukan asesmen lokasi kejadian, mengidentifikasi dan mendata korban bencana; melakukan penyelamatan korban dari situasi tidak aman ke tempat lebih aman; dan mendirikan penampungan sementara.

Koordinasi dengan unsur-unsur Tagana di sekitar Bali juga terus ditingkatkan untuk memperkuat tugas perbantuan penanganan bencana. Untuk memastikan penyintas bencana tercukupi kebutuhan makanannya, Tagana juga telah mengerahkan logistik dari Dinas Sosial Kab Bangli dan Kab Karangasem, dan mendirikan dapur umum lapangan di Bongan.

Gempa bumi berkekuatan 4,8 Scale Richter (SR) tersebut terjadi pada Sabtu (16/10/2021) pagi, sekitar pukul 3.18 WITA berada di kedalaman 10 km atau 8 km barat laut di Kabupaten Karangasem, Bali.

Adapun lokasi yang terdampak berada di 3 tempat yaitu: 1.Kecamatan Kubu meliputi Desa Ban, Desa Tianyar, Dusun Paleg; 2. Kecamatan Bebandem meliputi Desa Sibetan; 3. Kecamatan Rendang, Pempatan, Banjar Desa Putung.

Data sementara korban meninggal dunia 3 orang dan koban luka-luka 8 orang. Berdasarkan keterangan sementara sebagian besar karena tertimbun. Mereka merupakan warga Desa Trunyan. Kondisi akses jalan ke lokasi tertutup dan hanya bisa dilalui lewat jalur danau.

Setelah menemui korban gempa dan menyerahkan bantuan, Risma dan rombongan bergerak menuju Balai Mahatmiya Bali untuk melaksanakan Penyerahan Bantuan Atensi, Bantuan PKH, Kewirausahaan, Atensi Anak Yatim/Piatu/Yatim Piatu dan Peresmian Sentra Kreasi Atensi (SKA).

“Pada hari Selasa besok akan menggelar pertemuan pemadanan data bansos dengan perwakilan Bank-Bank Milik Negara (Himbara), para pendamping dan perwakilan pemerintah daerah di Bali,” pungkasnya. (Beben)