Peringatan Hari Guru Sedunia 2020, Live di Layar Youtube Kemendikbud

“Terima kasih saya yang tak terhingga bagi Ibu dan Bapak guru. Yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan bagian dari hidupnya sendiri demi para murid,” Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim.
Prof. Dr. Arief Rachman M.Pd, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, Peringatan Hari Guru Sedunia 2020, UNESCO merayakan Hari Guru Sedunia 5 Oktober 2020, Hari Guru Sedunia pada 5 Oktober 2020, Pariwisata Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum

PariwisataIndonesia.id – Setiap tahun tanggal 5 Oktober sejak tahun 1994, UNESCO merayakan Hari Guru Sedunia (World Teachers Day/WTD) untuk memperingati ulang tahun penandatanganan Rekomendasi ILO / UNESCO 1966 tentang Status Guru.

Forum ini membahas seputar hak dan tanggung jawab guru, dan standar untuk persiapan awal mereka, pengembangan profesional berkelanjutan, pengerahan, pekerjaan, kondisi pengajaran dan pembelajaran. Melibatkan para pakar, kegiatan ini juga akan berisi dialog terkait rekomendasi para guru terhadap kebijakan di bidang pendidikan.

UNESCO melalui Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar peringatan Hari Guru Sedunia dengan tema “Guru: Memimpin dalam krisis, menata masa depan pendidikan di Indonesia”.

Saat ini, permasalahan kepemimpinan guru menjadi sangat relevan untuk merespon krisis. Di tengah perjuangan melawan pandemi COVID-19, peran guru bertambah penting untuk berkontribusi dalam menyediakan pembelajaran jarak jauh, memperhatikan dan mendukung kelompok rentan, pembukaan kembali sekolah, dan memastikan evaluasi hasil pembelajaran peserta didik yang efektif.

Tantangan lain di tengah proses pembelajaran yang berlangsung dalam jaringan (daring) untuk profesi guru dan tenaga kependidikan yaitu perkembangan teknologi.

“Nilai utama dari proses pembelajaran adalah interaksi sosial dan ini tidak dapat digantikan oleh teknologi apa pun. Akan tetapi, kita perlu sadari bahwa teknologi telah mengubah cara hidup kita semua. Mari kita manfaatkan teknologi, maksimalkan kemampuan mengajar kita.,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim saat membuka Peringatan Hari Guru Sedunia (World Teachers Day), yang berlangsung secara virtual di Jakarta, Kamis (8/10).

“Kepemimpinan para guru di masa sulit ini terkait dengan kesanggupan para guru untuk tetap menyiapkan masa depan bagi murid-muridnya meski di tengah keterbatasan, bahkan untuk murid-murid yang termasuk pada kelompok rentan. Upaya tersebut patut kita berikan penghargaan yang setinggi-tingginya,” imbuhnya.

Prof. Dr. Arief Rachman M.Pd, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, Peringatan Hari Guru Sedunia 2020, UNESCO merayakan Hari Guru Sedunia 5 Oktober 2020, Hari Guru Sedunia pada 5 Oktober 2020, Pariwisata Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum
Peringatan Hari Guru Sedunia, berlangsung virtual di Jakarta, Kamis (8/10).

Para guru lanjut Mendikbud, tidak hanya bertugas untuk memastikan kelangsungan pembelajaran, tapi juga berperan mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan murid mereka. Dalam berbagai kesempatan ia kerap menyampaikan bahwa fokus pendidikan adalah murid. Karena investasi yang paling berharga adalah investasi untuk sumber daya manusia.

“Terima kasih saya yang tak terhingga bagi Ibu dan Bapak guru. Yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan bagian dari hidupnya sendiri demi para murid,” ucap Mendikbud.

Saat ini, pemerintah berupaya agar KBM tetap bejalan meski dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pendidikan tetap jadi fokus utama pemerintah dalam masa pandemi.

Menurut Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd., selaku Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, selain siswa dan orang tua, guru juga sangat terdampak pandemi seperti dikutip dari laman Kompas.com, Kamis(8/10/2020).

Prof. Arief menjelaskan terdapat 51 juta siswa dan hampir 3 juta guru terdampak pandemi.

“Tapi diharapkan, guru tetap menajdi pelecut dan pembina yang memiliki kemampuan luar biasa untuk melakukan pembelajaran jarak jauh,” terangnya.

Peran guru di masa pandemi

Dalam situasi luar biasa ini, guru kini memiliki dan dituntut melaksanakan banyak peran tambahan:

1. Memastikan tercapainya tujuan pendidikan dan pemenuhan target akademik dan non akademik, mempersiapkan materi dan hasil evaluasi pembelajaran.

2. Guru juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan keselamatan peserta didik secara fisik dan psikis.

3. Memberikan penguatan aktif dan memberikan pemahaman kepada siswa guna mentaati semua protokol kesehatan.

4. Dengan tetap memprioritaskan fasilitasi terhadap pembelajaran siswa, guru kini harus senantiasa memberikan dukungan emosional bagi siswa, orang tua, dan juga keluarga.

5. Guru harus dapat melakukan komunikasi dan mengembangkan kerja sama yang baik dengan kepala sekolah, orang tua/keluarga siswa untuk membangun kepercayaan dan mendukung proses pendidikan.

Tuntutan kompetensi guru

1. Kemampuan berinovasi, memanfaatkan bermacam digital tools, menyelenggarakan kelas online, penerapan kurikulum yang memperkuat model multidisiplin dan kolaboratif dalam belajar mengajar.

2. Kemampuan menata ulang akuntabilitas, menentukan metode dalam proses assesment.

3. Kemampuan menyelenggarakan pendidikan yang membantu siswa berkembang secara akademis, fisik dan psikis, dengan menyeimbangkan antara “old” knowledge dengan mekanisme digital.

4. Kemampuan menyajikan pendidikan dan pengajaran yang merata termasuk bagi yang paling rentan.

5. Kemampuan komunikasi untuk mensinergikan pandangan dan visi proses pendidikan anak dengan kepala sekolah termasuk orang tua/keluarga.

Menuju masa depan dengan membangun sistem dan sekolah yang tangguh pasca pandemi:

  • Mempersiapkan
  • Melindungi
  • Memulihkan
  • Mengevaluasi/refleksi
  • Merencanakan/transformasi

“Dalam situasi seperti ini, guru adalah pendekar dan pahlawan dari pembangunan seluruh bangsa di dunia,” tandas Prof. Arief