Telkom Indonesia Raih Laba Bersih Rp 16,68 T di Semester III-2020 Saat Pandemi

Pada periode akhir Oktober lalu, perseroan tengah melakukan penataan portofolio bisnis menara telekomunikasi melalui pengalihan kepemilikian 6.050 menara Telkomsel ke Mitratel. Restrukturisasi dan transformasi bisnis Telkom Group bertujuan mendorong laju bisnis menara telekomunikasi menuju teknologi 5G dan menjadikan Mitratel sebagai leading tower provider di tanah air. Silakan baca beritanya.
Menteri BUMN Erick Thohir, Presiden Direktur Telkom Ririek Adriansyah, Presiden Joko Widodo, Ayo Nonton Sea Today, Sea Today Anak Perusahaan Telkom, Kanal Berita SEA Today Berita Sea Today, Telkom Luncurkan Saluran Berita Sea Today, Sea Today News, Sea Today Kepanjangan Dari Southeast Asia Today, Welcome Sea Today News, Sea Today News Tayang Perdana 28 Oktober 2020, Berita Pariwisata Indonesia, kanal pariwisata indonesia favorit, situs pariwisata favorit, situs online pariwisata indonesia, pariwisata di indonesia, pariwisata si tanah air, situs online pariwisata indonesia terfavorit, Umi Kalsum Founder PVK dan CEO & Founder Mediak PVK, Direktur Keuangan Telkom Heri Supriadi
PT Telkom Indonesia (Persero ) Tbk

PariwisataIndonesia.id – Saat pandemi PT Telkom Indonesia(Persero)Tbk., menutup kuartal III/2020 dengan kinerja sehat dan tingkat profitabilitas yang terjaga. Perseroan sukses membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp99,94 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2020.

EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization) Perseroan meningkat 7,1% menjadi Rp 53,59 triliun dengan EBITDA margin yang menguat signifikan 4,9ppt dari periode yang sama tahun lalu menjadi 53,6%.

Kabar lain berdasar Laporan Keuangan tadi melaporkan laba bersih meraih sukses sebesar Rp16,68 triliun atau tumbuh sebesar 1,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Margin laba bersih juga membaik dari yang awalnya 16,0% menjadi 16,7% pada periode saat ini.

“Telkom mampu mencatat kinerja yang baik dan sehat dengan terus fokus pada peningkatan layanan dan tingkat profitabilitas,” ungkap Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah dalam keterangan resmi perusahaan 5 November 2020.

Ia menambahkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari kontribusi IndiHome. Unit bisnis tersebut menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan pendapatan Perseroan, selain bisnis mobile data yang tetap tumbuh dengan baik.

“Hal ini sejalan dengan fokus bisnis perusahaan pada tiga domain bisnis digital, yakni digital connectivity, digital platform, dan digital services,” lanjut Ririek.

Telkomsel, entitas anak Telkom pada segmen bisnis Mobile, mencatat pertumbuhan bisnis digital yang baik sebesar 10,6%. Pendapatannya menjadi sebesar 47,66 triliun rupiah dan kontribusi terhadap induk pun lebih besar yakni 73,2% dari total pendapatan Telkomsel. Pencapaian ini didorong oleh pemakaian dari 170 juta lebih pelanggan, dengan pelanggan mobile data sebanyak 117,3 juta (tumbuh 4,6% YoY).

Layanan fixed broadband triple play, IndiHome mencatat kinerja yang semakin kuat baik dari segi finansial maupun operasional. Indihome kini menjadi salah satu lini bisnis andalan Perseroan ke depan.

IndiHome mencatat pendapatan sebesar 16,1 triliun rupiah atau tumbuh 17,1% dari periode yang sama tahun lalu. Pelanggan IndiHome tumbuh 752 ribu hingga akhir kuartal tiga 2020 atau mencapai total lebih dari 7,76 juta pelanggan dan semakin optimis untuk mencapai target 8 juta pelanggan di akhir tahun ini.

Berikutnya, segmen Wholesale & International Business menunjukkan kinerja naik, dengan meraih pendapatan sebesar 24,9% YoY menjadi 10,2 triliun rupiah. Keberhasilan ini terutama didorong oleh peningkatan bisnis menara telekomunikasi dan Voice Wholesale.

Pada akhir Oktober lalu, perseroan tengah melakukan penataan portofolio bisnis menara telekomunikasi melalui pengalihan kepemilikian 6.050 menara Telkomsel ke Mitratel. Restrukturisasi dan transformasi bisnis Telkom Group bertujuan mendorong laju bisnis menara telekomunikasi menuju teknologi 5G dan menjadikan Mitratel sebagai leading tower provider di tanah air.

Berikutnya Direktur Keuangan Telkom Heri Supriadi mengatakan, “Di tengah pandemi COVID-19, Telkom berkomitmen untuk terus berinvestasi guna mengakselerasi bisnis digital serta memberikan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Heri.

Ia menambahkan, “Hingga kuartal III 2020, Telkom telah membelanjakan Capex sebesar Rp17,9 triliun yang sebagian besar untuk penguatan infrastruktur guna meningkatkan kualitas layanan. Dengan investasi yang terjaga, kami optimis dan berharap dapat menutup tahun 2020 dengan kinerja yang kian sehat dan profitabilitas yang baik,” tuturnya.