Tingkatkan Layanan Informasi Publik Berbasis Digital, Disbud DKI Jakarta Luncurkan Microsite Museum

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana (Foto: Istimewa)

PariwisataIndonesia.id – Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana meluncurkan fitur museum mikro yang terdapat di laman resmi Disbud Provinsi DKI Jakarta.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan akan terus meningkatkan pelayanan informasi publik yang terintegrasi dengan teknologi. Salah satunya adalah melalui microsite museum ini,” kata Kadisbud Provinsi DKI Jakarta Iwan, kutip Redaksi Pariwisata Indonesia, Sabtu (31/7/2021).

Dalam keterangan tertulisnya, peluncuran tersebut dilakukan bersamaan dengan kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Media Sosial bagi pengelola media sosial di lingkungan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, pada Kamis (29/7) lalu, di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Iwan menggadang-gadang, layanan informasi publik berbasis digital milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berbentuk microsite museum.

Hal tersebut, untuk menjawab perkembangan zaman dan bentuk upayanya pula dalam menciptakan inovasi di tengah pandemi Covid-19 yang dinamikanya terus berubah begitu cepat.

Dia menilai, sudah eranya kanal resmi milik Pemprov DKI Jakarta tersedia kolom-kolom pendukung terkait artikel kehumasan Disbud. Khususnya, di bidang kesenian, kebudayaan, permuseuman dan cagar budaya.

Dalam kesempatan itu, Iwan juga merinci 8 museum yang telah memiliki microsite, antara lain Museum Sejarah Jakarta, Museum MH. Thamrin, Museum Joang’45, Museum Prasasti, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Tekstil, Museum Wayang, dan Museum Bahari.

Kemudian, pihaknya akan terus mengoptimalisasikan agar program ini terus berlanjut dan dikembangkan ke objek budaya lainnya, seperti Taman Ismail Marzuki, Pulau Onrust, Cipir, Marunda dan Taman Benyamin Sueb serta Setu Babakan telah juga dipersiapkannya.

Dia menambahkan, saat ini, website bertema wisata religi baru menghadirkan Masjid Luar Batang. Rencananya, semua objek wisata religi di wilayah Pemprov DKI Jakarta diintegerasikan secara menyeluruh.

“Tujuan dari pembuatan microsite ini adalah untuk memberikan layanan informasi, edukasi dan sekaligus mempromosikan museum-museum yang dikelola Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta,” ujar Iwan.

Lebih lanjut, dia menyoroti soal fitur yang terdapat di microsite museum. Dalam paparannya, layanan tersebut memuat segala informasi umum tentang museum, seperti berita, artikel terkini dari museum, agenda kegiatan museum, jelajah museum, tiket dan juga menyematkan peta lokasi.

“Harapannya, agar masyarakat tetap dapat menikmati layanan museum secara virtual, terutama pada masa pandemi COVID-19 ini,” tambahnya.

Iwan berharap layanan tersebut bisa memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan pihak pengelola museum. Sekaligus, terintegrasi dengan akun media sosial di masing-masing museum.

Iwan menganggap cara tersebut dapat memberikan dampak positif, selain mudah diakses oleh siapapun karena memberikan ruang seluas-luasnya dalam memperoleh informasi publik.

Di sisi lain, bentuk akuntabilitas dari kinerja instansi pemerintah harus adaptif yang diimbangi peningkatan layanan berbasis digital.

Silakan kunjungi laman resmi Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dengan mengklik link berikut: www.dinaskebudayaan.jakarta.go.id. (Beben/Eh)