Jogja Terbuat dari Rindu, Pulang dan Angkringan

Mengenal Kehangatan Budaya Ngangkring Di Yogyakarta
Foto: Etnis.id

Jogja Terbuat dari Rindu, Pulang dan Angkringan. Begitu kira-kira penggalan sajak dari Joko Pinurbo. Ya, Jogja memang terkenal dengan angkringannya yang menjamur hampir di setiap persimpangan jalan. Angkringan sendiri merupakan sebuah kedai sederhana yang dibuat secara dadakan dari gerobak.

Angkringan sendiri berasal dari kata angkring atau ngangkring yang berarti bertengger. Penamaan ini memang sesuai dengan penampakan angkringan. Sebab, orang-orang yang ada di angkringan biasanya terlihat seperti bertengger di bangku kayu yang disediakan penjual.

Foto: Tukangjalanjalan.com

Bagi masyarakat Jogja, angkringan lebih dari sebuah kedai pinggir jalan atau sekadar tempat ngopi belaka. Bagi masyarakat Jogja, angkringan sendiri menjadi tempat ngobrol tanpa memandang pangkat dan jabatan. Semua kalangan bisa makan dan minum di sini. Bahkan obrolan akan terasa semakin hangat jika sudah dibawakan di angkringan.

Angkringan sendiri memiliki bentuk yang sederhana, sebagai atap, angkringan akan menggunakan terpal yang merangkap sekaligus menjadi dinding agar tidak terkena hujan. Biasanya penerangan angkringan hanya menggunakan lampu lilit atau pelita, namun kini beberapa angkringan sudah menggunakan lampu bertenaga baterai sebagai penerang.

Foto: Jatengpos.co.id

Angkringan juga masih menggunakan tungku sebagai pemanas air, dan untuk membakar tempe maupun jeroan. Menu yang dihidangkan di angkringan pada umumnya hampir sama yaitu gorengan (tahu, tempe, bakwan), sate jeroan (usus, hati, ampel), dan menu andalan dan menu wajib angkringan yaitu nasi kucing.

Bagi Sobat Pariwisata yang hendak mengunjungi angkringan. Di Yogyakarta angkringan memiliki dua jenis berdasarkan jam jual. Pertama adalah angkringan pagi, biasanya mulai pukul 5 sampai pukul 9 pagi. Dan angkringan sore, biasanya buka mulai pukul 4 petang sampai tengah malam.

Buat kamu yang lagi atau mau liburan ke Jogja, ikutan ngangkring yuk. Siapa tau ketemu jodoh, teman atau pacar teman.