Mandok Hata

Tradisi Tahun Baruan ala Suku Batak.
pariwisata indonesia
foto: travellink-indonesia.com

PariwisataIndonesia.id– Sobat Pariwisata, tidak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2020. Saat malam pergantian tahun, masyarakat Indonesia memiliki beragama tradisi, seperti menyalakan kembang api, barbekyu, konvoi, hingga konser. Nah! Masyarakat Suku Batak punya tradisi unik di malam tahun baru, loh. Yuk, simak ulasannya.

pariwisata indonesia
foto: travellink-indonesia.com

Mandok Hata adalah tradisi yang dilakukan keluarga Batak di saat malam tahun baru. Sebenarnya, tradisi ini dilakukan di hampir setiap ulaon (acara perkumpulan), seperti pernikahan, pemakaman, arisan, Natal, dan sebagainya. Namun, melaksanakan Mandok Hata saat malam tahun baru, memiliki arti tersendiri.

Mandok Hata berasal dari kata mandok yang berarti menyampaikan dan hata yang berarti kata. Secara estimologi, Mandok Hata dapat diartikan sebagai penyampaian sepatah dua patah kata oleh seseorang pada acara tertentu.

pariwisata indonesia
foto: FB

Mandok Hata saat pergantian tahun telah menjadi salah satu tradisi keluarga Batak. Uniknya, seluruh anggota keluarga baik tua maupun muda wajib melakukan Mandok Hata. Pada malam itu biasanya akan disampaikan ucapan syukur, permohonan maaf atau pengakuan kesalahan, segala keluh-kesah dan kekecewaan yang dirasakan, harapan di tahun baru, serta pemberian nasihat atau penghiburan. Saat pelaksanaannya, tidak jarang Mandok Hata dipenuhi dengan isak tangis.

Melalui tradisi ini, setiap anggota keluarga bisa terbuka dan saling memahami perasaan masing-masing, sehingga dapat menimbulkan empati. Mendengarkan keluhan masing-masing anggota keluarga juga bisa menjadi ajang untuk introspeksi diri.

Selain itu, Mandok Hata juga dapat mengasah kemampuan public speaking para anggota keluarga. Dalam Mandok Hata, seseorang tentu harus memilih kata-kata dan menyusun kalimat yang baik, terutama ketika dia telah menginjak usia remaja atau telah dewasa. Menyampaikan kalimat di depan seluruh anggota keluarga merupakan tantangan tersendiri. Maka tidak heran jika ada joke saat mendekati akhir tahun, ‘Brace yourself, Mandok Hata is coming.’

Biasanya, Mandok Hata dilakukan setelah mengadakan kebaktian singkat yaitu tepat saat pukul 00.00 dini hari. Seluruh anggota keluarga wajib hadir. Bahkan yang sedang tidur harus dibangunkan. Lamanya waktu pelaksanaan tradisi ini bergantung dari jumlah anggota keluarga serta banyaknya hal yang ingin disampaikan. Dalam keluarga besar dengan banyak unek-unek, Mandok Hata bahkan bisa berlangsung hingga menjelang waktu subuh.

pariwisata indonesia
Ilustrasi perayaan tahun baru foto: cnn.indonesia

Sobat Pariwisata, tradisi unik Suku Batak ini sangat cocok dilakukan dalam menghabiskan malam pergantian tahun di tengah masa pandemi saat ini. Selain menjadi kegiatan tahun baru-an #dirumahaja, Mandok Hata juga bisa lebih mengeratkan hubungan antar keluarga.(Nita)