Goa Gong! Berasa di Luar Negeri dan Obat Hati yang Lagi Kotor

Tuhan Yang Mahakuasa telah menciptakan hamparan alam yang cantik dan menyimpan banyak manfaat bagi kehidupan di muka bumi. Pesan dari filosofi wisata sejarah Goa Gong, menyadari pentingnya menjaga alam Indonesia yang indah membentang dari Sabang sampai Merauke. Bumi akan selalu mencukupi kebutuhan semua manusia, namun tidak untuk memenuhi keserakahan satu manusia. Tertarik untuk mengunjungi wisata Goa Gong?
GOA GONG,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SITUS MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIASITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,TUJUAN WISATA FAVORIT DI JAWA TIMUR, WEBSITE PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA,WISATA GOA GONG DI PACITAN,Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup, WISATA POPULER DI JAWA TIMUR,WISATA SEJARAH DI INDONESIA,BUDAYA NUSANTARA,EXPLORE BUDAYA INDONESIA,HALO INDONESIA,
Wisata Goa Gong di Pacitan, Jawa Timur

PariwisataIndonesia.id – Sudah kangen liburan ke luar negeri? Untuk sebagian orang yang ekonominya makmur, liburan ke luar negeri menjadi salah satu impian yang ingin diwujudkan. Tentunya, selain mendapatkan pengalaman baru yang berkesan, persepsi yang dibangun pasca pulang travelling, katanya, bisa menambah prestise di media sosial. Bagaimana dengan Sobat Pariwisata?

Hai Sobat, yuk! Saat sebagian destinasi luar negeri tak lagi bisa dikunjungi karena banyak negara di luar Indonesia pun tengah membatasi kedatangan turis. Untuk maksud itu, maka negara diperlukan untuk melindungi warganya dan menekan penyebaran pandemi Covid-19. So, tertarik untuk melirik wisata yang ada di nusantara?

Ada pilihan tujuan wisata yang tak kalah menarik buat berlibur bahkan Sobat Pariwisata berasa lagi liburan di luar negeri. Penasaran, mau tahu?

Datang ke Goa Gong wisata yang ada di Pacitan, Jawa Timur yang ngehits’, tralala-trilili dijamin bikin happy. Keren!

Oh ya, Sobat Pariwisata kota Pacitan dijuluki sebagai kota 1001 gua, salah satu yang terkenal dan banyak dikunjungi adalah wisata Goa Gong di Pacitan ini. Mengunjungi Goa Gong mirip liburan ke Goa Phong Nha yang ada di Vietnam.

Daya tarik dan keistimewaan Goa Gong sungguh tak tertandingi dan luar biasa. Mengalahkan gua-gua lain yang ada di Pulau Jawa, bahkan disinyalir wisata Goa Gong adalah gua yang terindah di Asia Tenggara.

Penamaan wisata gua “Gong” identik dengan salah satu dari alat musik Gamelan Jawa. Penjelasan yang diperoleh dari pemandu wisata Goa Gong bernama Agus mengatakan, keindahan bawah tanah yang eksotik ini dihiasi gua-gua kapur yang dindingnya terdapat stalaktit dan stalakmit. Jika ditabuh menimbulkan bunyi-bunyian yang menggema mirip gong.

Jam buka lokasi wisata gua ini setiap hari, mulai pagi hingga sore hari. Trip untuk menjelajah ke Goa Gong merogoh kocek tak sampai jutaan. Let’s go to Goa Gong!

Biaya masuk kendaraan per mobil Rp 5ribu; Jasa Ojek menuju ke loket goa Rp 5ribu; HTM masuk ke goa Rp 15ribu; Sarung tangan Rp 4ribu; Senter Rp 5ribu dan Baterai senter Rp 5ribu; Jasa untuk pemandu wisata kisaran Rp 20-50ribu.

Pemandangan memesona bawah tanah di kedalaman kurang lebih sekitar 250 meter menghadirkan rasa sensasi tersendiri, eksotik dan Sobat Pariwisata dijamin takjub.

Menelusuri Goa Gong mendapati bebatuan lancip yang menjuntai tegak dan kokoh. Kemolekan stalaktit dan stalakmit yang berbentuk runcing terbalik menghiasi dinding gua membentuk keindahan alami yang mengagumkan. Selain itu, terdapat juga batu-batu seperti marmer dan kristal.

Kilauan warna warni yang ada di gua berasal dari pantulan cahaya. Pengelola menyuguhkan lampu sebagai penerang batu-batuan, dan formasi stalaktit stalakmit agar tampak jelas. Tak cuma itu, wisatawan nusantara pun dibikin nyaman dengan kehadiran pendingin ruangan dari kipas angin besar yang ada di sudut-sudut gua.

Goa Gong memang dirancang sebagai wisata sejarah yang menyenangkan jadi tidak mungkin pengunjung akan kehabisan oksigen, panas, berpengap-pengap dan gelap gulita, lalu dipenuhi debu tebal disana sini saat menyusuri gua ini. Hapus pikiran itu, ya!

Sobat Pariwisata, di ujung lorong Goa Gong akan menemukan sebuah ruangan mirip kubah yang panjangnya 100 meteran. Juga ada sejumlah nama yang perlu Sobat pahami untuk mengabadikan keindahan Stalagtit dan stalagmit, yakni: Selo Jengger Bumi; Selo Pakuan Bomo; Selo Bantaran Angin; Selo Citro Cipto Agung; dan Selo Citro Buwono.

Oh ya, Sobat Pariwisata. Di lokasi wisata Goa Gong juga tersedia fasilitas untuk memanjakan pengunjung, seperti: Ruang Sendang Bidadari, Ruang Bidadari, Ruang Kristal, Marmer Ruang Pertapaan, dan Ruang Batu Gong.

Satu lagi yang tak kalah menarik yang ada di Goa Gong adalah mata air (sendang). Tempat ini dipercaya oleh masyarakat setempat bisa menyembuhkan beragam penyakit.

Menurut Agus, Goa Gong sudah ada sejak tahun 1924. Saat itu Pacitan dilanda paceklik. Musim kemarau panjang dan kesulitan mendapatkan sumber air.

Lalu, orang tua yang dipercaya memiliki kesaktian bernama Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo menelusuri mata air guna memenuhi kebutuhan masyarakat disini. Alhasil, Goa Gong ini ditemukan.

Awalnya, lubang ini ditemukan berdasarkan cerita warga yang kerap mendengar suara-suara aneh. Sayup suaranya berasal dari dalam tanah mirip tabuhan alat musik Gamelan Jawa. Sesepuh masyarakat itu berjasa karena berhasil menemukan sebuah lubang dengan menyusuri hingga ke dasar lorong.

Secara ilmiah, suara-suara yang katanya menakutkan yang kerap terdengar sayup-sayup dihasilkan dari tetesan air yang menimpa stalagtit dan stalagmit. Lorong-lorong panjang di dalam gua menggemakan bunyian tetesan air tadi.

Menuju ke lokasi wisata Goa Gong tidak sulit, mudah ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Sobat Pariwisata ini rute-rutenya, sebagai berikut :

Dari kota Yogyakarta, wisatawan nusantara menempuh rute menuju Gunung Kidul. Dilanjutkan ke Wonogiri hingga ke Pacitan.

Dari kota Solo, wisatawan nusantara rutenya menuju Wonogiri dilanjutkan ke Pacitan.

Dari kota Surabaya dan sekitarnya, wisatawan nusantara pilih rute ke kota Nganjuk hingga Madiun. Lalu, menuju Ponorogo hingga Pacitan.

Usai mengunjungi wisata Goa Gong yang menghadirkan gugusan batuan kapur yang indah, wisatawan nusantara dijamin memperoleh pengalaman yang tidak terlupakan. Saat Sobat Pariwisata menelusuri gua ini, rasanya seperti diajak ke dimensi lain. Masa sih?

Pesan dari filosofi wisata sejarah Goa Gong yang fenomenal, alam memiliki magnet untuk menarik segala pikiran negatif manusia menjadi positif. Dikarenakan alam memancarkan aura yang dapat menenangkan pikiran. Berguna untuk mengobati hati yang lagi kotor.

Musibah bencana alam yang melanda negri ini mulai dari gempa bumi, tsunami, longsor, kebakaran hutan, banjir sampai ke pandemi Covid-19, tanpa disadari disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri.

Tuhan Yang Mahakuasa telah menciptakan hamparan alam yang indah dan menyimpan banyak manfaat bagi kehidupan di muka bumi. Sejatinya kita semakin menyadari pentingnya menjaga alam. Mari bersikap bijak dalam mengelola alam Indonesia yang indah membentang dari Sabang sampai Merauke. Bumi akan selalu mencukupi kebutuhan semua manusia, namun tidak untuk memenuhi keserakahan satu manusia.

Kekaguman wisatawan nusantara mengunjungi wisata Goa Gong terletak pada kemahsyuran formasi batuan lancip yang ada di Pacitan, Jawa Timur. Gugusan batu kapur ini terbentuk karena aktivitas vulkanik dan gerakan termik yang sudah berlangsung sejak ribuan tahun.

Jangan lupa  berbelanja untuk menumbuhkan ekonomi disekitar wisata Goa Gong. Sobat Pariwisata akan mendapati pelaku UMKM yang menjajakan dagangan, menjualkan kerajinan tangan berbentuk souvenir yang terbuat dari kelereng dan perhiasan. Ada juga tempat makan yang menyuguhkan masakan khas tradisional Pacitan.

Tertarik untuk mengunjungi wisata Goa Gong? (Kusmanto/Nita/Bahrul)