Papa Online Penuhi Janji! Sandiaga Uno ‘Ngantor’ di Bali #Gercep Bukan Prank

5 DESTINASI SUPER PRIORITAS,DESA WISATA EKANG ANCULAI,E-HAC (ELECTRONIC HEALTH ALERT CARD),INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KARTU KEWASPADAAN KESEHATAN,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MENTERI BUMN ERICK THOHIR,MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF (MENPAREKRAF) DAN KEPALA BADAN PAWISATA DAN EKONOMI KREATIF (BAREKRAF),NI WAYAN GIRI ADNYANI,NONGSA DIGITAL PARK,SANDIAGA SALAHUDDIN UNO,SANDIAGA UNO DONOR PLASMA KONVALESEN,SANDIAGA UNO NGANTOR DI BALI,SEKRETARIS KEMENPAREKRAF/SEKRETARIS UTAMA BAPAREKRAF,SINERGITAS KEMENPAREKRAF-KEMENRISTEK,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA,Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup
Menparekraf Sandiaga Uno / Instagram

PariwisataIndonesia.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) dan Kepala Badan Pawisata dan Ekonomi Kreatif (Barekraf) Sandiaga Salahuddin Uno sebelumnya pernah mengabarkan, membantu sektor Pariwisata Indonesia, Ekonomi Kreatif (Ekraf), Pelaku UMKM dengan berkantor di Bali akan lebif efisien. Kemenparekraf memenuhi janjinya hari ini.

Baca juga :  Usai Duet Kolaborasi Kemenparekraf-KNEKS, Sandiaga Uno Donor Plasma Konvalesen

Kabar Sandiaga Uno tersebut bermula dari acara webinar bertajuk ‘Merajut Tali Gagasan Bali Kembali dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Keberlangsungan Pariwisata di Bali 2021’, Sabtu (23/1) lalu.

Disebutkan dalam acara itu, Sandiaga mengaku bahwa ia ingin melihat dan terlibat langsung di Bali yang paling terdampak pandemi COVID-19.

Baca juga :  Kemenparekraf #Gercep! Papa Online Datangi Menteri PUPR, Bahas Apa, ya?

Momen bikin haru dan membanggakan dipertontonkan kepada bangsa ini. Suasana kompak yang diperlihatkan melalui instagram@Sandiuno. Menteri Sandiaga Uno disambut oleh perempuan Bali yang sekaligus memegang jabatan penting sebagai Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani yang lahir di Denpasar, Bali pada 25 November 1964. Ni Wayan menyambut Menteri#Gercep dengan hangat penuh kekeluargaan.

Menurut Menteri#Gercep, bekerja dari Bali akan lebih efisien dan bisa membantu para pelaku usaha yang ada di Bali. Lalu, mengajak para pelaku usaha untuk memikirkan mulai bekerja dari Bali.

“Jadi ini menunjukkan bahwa kita memiliki yang sangat unggul di Bali dan saya mengajak teman-temen dari dunia usaha dan para profesional mulai memikirkan untuk bekerja dari Bali,” ajaknya.

Hal lainnya, “Karena ada dua fungsinya. Pertama, selain lebih efisien dan menikmati alam Bali, juga kita membantu sektor pariwisata ekonomi Bali dan kreatif kita. Banyak sekali saudara kita yang berat, prihatin tapi dengan kita bergandengan tangan bekerja dari Bali dan berwisata di Indonesia saja kita bisa bangkit,” tambahnya.

Sandi juga mengungkapkan, berkantor di Bali diprediksi hingga Sabtu (31/1), seperti dilansir detik.com.

Sejumlah prestasi berhasil dicapai saat berkantor pertamanya di Bali, tak harus menunggu lama seperti yang disampaikan lewat unggahan di instagram@Sandiuno,

Berikut sejumlah kegiatan Menteri Sandiaga Uno, yang dapat dirangkum:

  1. Melakukan sosialisasi di Bandara Ngurah Rai tentang pemanfaatan Kartu Kewaspadaan Kesehatan atau e-Hac (electronic Health Alert Card) melalui ponsel.
  2. Memulai kegiatan pertamanya di Politeknik Pariwisata Bali, di Desa Kampial, Kabupaten Badung. Kemenparekraf Sandiaga mengapresiasi dan mendukung kegiatan pelestarian budaya dan kearifan lokal. Dikatakannya, setiap hari Kamis, pegawai di lingkungan lembaga pemerintahan, pendidik, tenaga pendidik, peserta didik, dan pegawai lembaga swasta diwajibkan menggunakan busana adat Bali.
  3. Sinergitas Kemenparekraf-Kemenristek ditandai penandatanganan nota kesepahaman terkait riset dan inovasi guna mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Duet kementerian yang mengkolaborasi, inovasi, adaptif secara masif untuk membangkitkan sektor parekraf dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Selain itu, memanfaatkan hasil riset (big data) dan kerja-kerja inovasi dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki masing-masing termasuk saling meningkatkan kualitas SDM juga mendorong percepatan transformasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sekalipun padatnya jadwal Sandiaga Uno, masih harus melakukan Rapat Pimpinan secara virtual. Sinergitas Kemenparekraf-Kementerian BUMN membahas perihal, yakni: pemanfaatan aset BUMN; pemasaran ekonomi kreatif; desa wisata; gerakan toilet; pengembangan big data dalam pertukaran informasi; permodalan parekraf; MICE; hingga gerakan nasional bangga berwisata #DiIndonesiaAja. Disepakati semua itu, agar di rampungkan dalam 2(dua) minggu ke depan.

Dalam kesempatan itu juga, menteri yang dijuluki ‘Papa Online” dengan penuh bangga menyiarkan keberhasilan lainnya di hari pertama. Kementeriannya sudah menjalin kerja sama dengan Nongsa Digital Park untuk memajukan sektor ekonomi kreatif dan membuka lapangan kerja di sektor animasi, perfilman dan IT.

Hemat Menteri#Gercep penuh semangat, besarnya potensi wisata bahari dan olahraga, dan juga kesiapan konsep ‘travel bubble’ antara Batam, Bintan dan Singapura sebagai negara terdekat yang dapat mendatangkan banyak wisatawan.

Hal ini, sebagai tindak lanjut dari kunjungan kerja (kunker) sepekan yang lalu saat dirinya ke kota Batam dan Bintan guna mempercepat kesiapan infrastruktur di 5 destinasi super prioritas. Mulai dari infrastruktur utama hingga infrastruktur penunjang seperti interkoneksi, jangkauan sinyal, events dan experiencenya.

Ditengah semangat berkantor di Bali, Sandiaga mengajak Nongsa Digital Park untuk menekankan Desa Wisata Ekang Anculai yang layak dijadikan contoh bagi desa wisata lainnya di Indonesia. Pasalnya, desa ini telah menerapkan konsep eco-friendly, pariwisata berkelanjutan, Go-Digital, dan menerapkan protokol kesehatan secara baik.

Dalam rilis Kemenparekraf yang diterima redaksi, Sandiaga Uno melakukan donor plasma konvalesen untuk pasien COVID-19 di kantor PMI, Jakarta, pada Kamis (27/1) lalu.