Memutar Waktu di Goa Tewet

Goa Tewet Headlines

Sobat Pariwisata, terbayang nggak sih, bisa melihat coretan manusia purba di tahun 10.000 SM? Hasil peradaban yang bahkan lebih tua dari heiroglif di Piramida Giza Mesir. Apa mungkin? Kedengarannya, seperti time traveler, ya?

Akan tetapi, hal ini ada dan nyata, loh. Kabar baiknya lagi, coretan kuno itu ada di negeri kita tercinta. ‘Ya! Di Indonesia, tepatnya Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.’

Sobat Pariwisata bisa melihat Goa Telapak Tangan, Goa Tewet atau Goa Mengkuris di Kalimantan Timur.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by monokeren (@monokeren) on

Goa Tewet ini berada di Kompleks Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang terbentang seluas 2.145.301 hektar dari Kabupaten Berau hingga Kabupaten Kutai Timur. Goa ini ditemukan oleh penduduk sejak tahun 1965. Sejak mulai disosialisasikan, goa peninggalan masa lalu ini telah menarik banyak perhatian wisatawan.

Di dinding Goa Tewet, Sobat Pariwisata bisa temukan 50 gambar cadas purba yang masih bagus. Ada yang berupa telapak tangan dan ada yang berupa gambar binatang. 

Telapak tangan yang ditinggalkan di Goa Tewet ini berukuran hampir sama dengan telapak tangan manusia pada umumnya. Menurut ilmuwan, telapak tangan berwarna merah kehitaman yang ada di goa ini adalah peninggalan dari manusia purba Astronesia. Kehadiran manusia purba ini merupakan kemunculan awal rumpun manusia purba Astronesia di nusantara. 

Namun, menurut ilmuwan yang lain coretan di dinding ini diduga dibuat oleh bangsa Pra-Astronesia yang hidup pada Zaman Es (40.000-10.000 SM). Kaum pemburu awal dan lanjut ini melakukan perjalanan dari utara (Taiwan) menuju selatan dan akhirnya sampai di Sangkulirang. Pembuat gambar itu datang lebih dulu daripada ras Astronesia, dan merupakan Nenek moyang orang Dayak.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Verry Gyan (@verrygyan) on

Terjadi perbedaan pendapat dikarenakan adanya gambar trenggiling raksasa yang disinyalir sudah punah di Indonesia sejak 30.000 tahun lalu. Terlepas dari siapa pemilik asli atau kapan waktu pastinya, situs purbakala ini sangat sayang untuk Sobat Pariwisata lewatkan. Goa Tewet adalah salah satu situs popular di dunia internasional, loh. Sayangnya, akses menuju ke Goa Tewet memang cukup sulit.

Dari pusat Kota Samarinda, Sobat Pariwisata harus menempuh perjalanan jalur darat dan sungai selama dua hari. Apalagi sungai yang dilalui merupakan tempat tinggal beberapa ekor buaya. Menegangkan, bukan? ‘Hahahaha, makin ngeri aja, ya!’

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Dinas Pariwisata kutim (@disparkutim) on

Perjalanan akan semakin berat terutama saat menuju mulut goa. Sobat Pariwisata harus mendaki dengan peralatan pendakian, pastikan safety! Oleh karena itu, kawasan ini sering dijadikan tempat pelatihan bagi komunitas panjat tebing.

Namun, perjalanan panjang berkonsep Adventure Extreme akan terbayar saat melihat keindahan hasil karya manusia purba yang ada di atap, dinding, serta lorong panjang.

Selain gambar telapak tangan dan hewan-hewan, Sobat Pariwisata juga bisa menemukan stalagtit dan stalagmit yang menakjubkan serta flowstone yang memancarkan sinar kristal kalsit. Tampak jelas epic jari-jemari, seolah para tetua kita dulu, kaum Spiens menyapa, ‘Hello nak, kami pernah di sini!’

Goa Tewet di buka selama 24 jam, tanpa ada tiket masuk. Namun, Sobat Pariwisata tidak disarankan berkunjung saat gelap, karena medan cukup ekstrim. Yuk, putar waktu di Goa Tewet! (Nita/Kusmanto)