Zona Merah di Bandung, Sumpal Mulut Di Sini Saja yang Dijamin Bikin Perut Kenyang hingga Tips Meneruskan Bisnis Keluarga

“Usaha harus tetap berjalan, sekalipun keadaan kian hari semakin sepi di tengah pandemi. Tak perlu khawatir dengan rezeki. Rezeki selain sudah diatur, juga sudah dibagi dengan adil. Saya hanya yakin kepada Tuhan,” kata Taufik anak kedua Ibu Nolis mengatakan kepada Soetardjo wartawan pariwisataindonesia.id., pada Selasa (8/12) dini hari. Berikut liputannya!
Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Trippers, Indonesia Traveler, Media PVK Grup, PT Prima Visi Kreasindo, Umi Kalsum selaku Founder dan CEO PVK Grup, Media Online Pariwisata Indonesia memperoleh anugerah penghargaan PVK Award 2020, Media Pariwisata Indonesia Terfavorit Tahun 2020, Media PVK Grup, Media Resmi Pariwisata Indonesia, Website Pariwisata Indonesia, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Grup, Warung Zona Merah, Selamat Datang di Zona Merah kota Bandung ada Kuliner Tradisional khas Sunda di warung Zona Merah, Kuliner Tradisional khas Sunda, Wisata Kuliner Favorit di Bandung, Taufik Generasi Kedua Kuliner Zona Merah
Warung Zona Merah (Dok.PI/Soetardjo)
Warung Zona Merah, Selamat Datang di Zona Merah kota Bandung ada Kuliner Tradisional khas Sunda di warung Zona Merah, Kuliner Tradisional khas Sunda, Pariwisata Indonesia, Wisata Kuliner Favorit di Bandung, Website Pariwisata Indonesia, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Situs Resmi Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Indonesia's Official Tourism Website, Indonesia Travel, Tourism Website, Aku Bangga Anak Indonesia, Cinta Kuliner Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Website Pariwisata Indonesia Terfavorit, Media Kuliner Indonesia, Taufik Generasi Kedua Kuliner Zona Merah, Umi Kalsum Founder PVK Group, Media PVK Group
Foto: Taufik, generasi kedua warung Zona Merah (Dok.PI/Soetardjo)

PariwisataIndonesia.id – PariwisataIndonesia.ID mewawancarai Taufik, ia penerus yang mewarisi bisnis orang tua dan merupakan menantu dari putri kedua Ibu Nolis selaku pemilik warung Zona Merah, pada Selasa (8/12) dini hari. Berikut wawancara lengkapnya.

Tongkat estafet bisnis keluarga telah berpindah ke sang penerus ini sejak lama. Saat sekarang, warung Zona Merah dikelola oleh Yuli dan Taufik.

Baca juga :  Zona Merah, Salah Satu Potret UMKM yang Masih Bertahan di Tengah Covid-19 dan Berikut Profil Pemiliknya

Sewaktu PariwisataIndonesia.ID menyambangi Zona Merah, diterima baik dan disambut secara hangat oleh Taufik.

Mengawalinya, ia menceritakan bisnis di bidang kulinernya sudah berdiri sepuluh tahun. Lokasi rumah makan yang dikelola Taufik memang terbilang strategis, karena berada di pinggir jalan raya Sukajadi, Bandung, dan jam operasional tutup lapaknya ditandai dengan kumandang suara Azan Shubuh.

Zona Merah, letaknya berdekatan dengan aktivitas bisnis yang aksesnya selalu ramai. Saat sekarang, dia mengeluhkan kondisi usaha di tengah pandemi Covid-19, katanya, ikut terdampak.

Baca juga :  Mengenal Generasi Kedua Zona Merah, Rumah Makan Khas Sunda yang Namanya Sudah Populer di Bandung

Saat diwawancarai juga terungkap, Ibu Nolis adalah perintis bisnis kuliner bernama ‘Warung Zona Merah’, dan kondisi serta tantangannya sangat berbeda ketika usaha mulai dinahkodai oleh generasi kedua.

Dulu, generasi pertama sudah bisa dipastikan, menurutnya, ada kegairahan luar biasa saat memulai bisnis.

Dia menjelaskan, hal tersebut karena ada tiga alasannya, antara lain:

  1. Gelora dan pacu adrenalin maupun semangat saat menciptakan inovasi baru, yang akhirnya berdiri Zona Merah.
  2. Memperjuangkan bisnis selangkah demi selangkah untuk bergerak maju menuju kesuksesan.
  3. Pertumbuhan bisnis keluarga dari waktu ke waktu, tentu menumbuhkan cita-cita untuk mensejahterakan keluarga dan anak-cucu kelak.

Namun tidak demikian, saat Zona Merah mulai dikelola oleh penerus keduanya. Terkait hal itu, Taufik tak sungkan membagikan tips menjalankan usaha lungsuran orang tua. Berikut tipsnya!

Pertama, mewarisi bisnis orang tua belum tentu punya minat yang sama terhadap bisnis yang dirintis. Generasi penerus bahkan bisa saja tidak berminat sama sekali.

“Malah, mungkin ogah-ogahan melanjutkan bisnis keluarga,” kata Taufik.

Baca juga :  Ridwan Kamil Imbau Wisatawan Tak Bepergian Jarak Jauh, Apalagi ke Zona Merah Covid-19

Kedua, di situ ada tanggung jawab moral. Beban tersebut harus dipikulnya, mulai dari nasib para pegawai yang menggantungkan nafkah di warung Zona Merah sampai harus mempertahankan kemajuan yang telah dicapai oleh generasi pendahulu, para pendobrak usaha.

Taufik menambahkan, sudah barang tentu, tantangan yang dihadapi generasi penerus justru lebih berat ketimbang orang yang merintis bisnis dari nol.

Dia juga tidak menampik, tidak semua begitu!

“Tapi realita sosial yang dialami banyak anak-anak para pebisnis (kelompok usaha besar maupun kecil, red), yang tidak terlatih (maupun kader yang disiapkan, red) kebanyakan seperti itu saat melanjutkan usaha orang tua,” ujarnya.

Dia mengingatkan, waspadai sikap pada generasi penerus yang orang tua malah tidak melibatkan untuk urusan bisnis. Dia mencontohkan, “berdagang nanti saja agar pendidikan di sekolah tidak terganggu!”

Menurutnya, pandangan orang tua seperti itu, amat menyesatkan.

Keyakinan yang banyak terjadi menurut pandangan Taufik, “Kebanyakan yang terjadi, anak-anak tidak boleh mengalami hidup susah seperti orang tuanya dulu. Akhirnya, mereka terlena karena dimanjakan harta,” katanya menambahkan.

Tak jarang ungkapnya lagi, dibiarkan berfoya-foya menjadi sosialita, dari kelas kampung hingga pergaulan internasional.

Alhasil, cerita Taufik, tiba waktunya mengambil alih tongkat estafet bisnis keluarga, penerus terlihat seperti tergagap-gagap, tidak siap!

Prinsip utama dalam membangun bisnis keluarga di generasi kedua, ketiga, maupun seterusnya, sejatinya cenderung lebih siap ketimbang generasi pendahulu.

Saat membagikan tips ini, wajah Taufik terlihat bahagia dan bersemangat. Ia tidak menunjukkan rasa lelah. Kembali melanjutkan ceritanya, “taraf ekonomi cenderung sudah membaik, dong?”

Bahkan katanya, “si penerus generasi sudah pasti pendidikannya lebih layak, wawasan dan jaringan pertemanan semakin luas. Benar, bukan?,”  bebernya.

Namun, sikap yang mesti dipahami, dia berpendapat, “melanjutkan bisnis keluarga bagi sang penerus seperti, mau atau nggak?”

“Walau dibekali segudang ilmu marketing secanggih apa pun tidak akan banyak berguna jika sang penerus pada dasarnya tidak memiliki jiwa entrepreneurship, dan jiwa sebagai pengusaha yang tangguh.”

“Jika demikian, realistis saja serahkan bisnis keluarga ke tangan profesional atau ahlinya.”

“Ketimbang ngotot harus jatuh ke tangan keturunan tapi bisnis keluarga malah semakin amburadul.”

Warung Zona Merah, Selamat Datang di Zona Merah kota Bandung ada Kuliner Tradisional khas Sunda di warung Zona Merah, Kuliner Tradisional khas Sunda, Pariwisata Indonesia, Wisata Kuliner Favorit di Bandung, Website Pariwisata Indonesia, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Situs Resmi Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Indonesia's Official Tourism Website, Indonesia Travel, Tourism Website, Aku Bangga Anak Indonesia, Cinta Kuliner Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Website Pariwisata Indonesia Terfavorit, Media Kuliner Indonesia, Taufik Generasi Kedua Kuliner Zona Merah, Umi Kalsum Founder PVK Group, Media PVK Group
Foto: Sajian Makanan di Warung Zona Merah (Dok.PI/Soetardjo)

Saran lainnya, “mending bisnis dijual selagi harga masih tinggi, kalau tidak disikapi cepat dan terus ditunggu sampai ambruk. Harganya makin parah,” ujar Taufik.

Wawancara terhenti sejenak. Pasalnya, Taufik meminta izin memanjakan tamunya yang baru saja datang. Selepas dia menyapa dan melayani dengan baik, menyebut profil pengunjung itu adalah pasangan sejoli yang merupakan pelanggan setia Zona Merah.

Taufik, adalah salah satu foodpreneur atau food entrepreneur yang mampu bertahan dengan menyajikan khas budaya nusantara dengan menghidangkan aneka makanan serba masih panas ala Sunda di kota kembang ini, yang boleh dikatakan, pria yang tahan banting, juga ulet, umumnya, pengunjung Zona Merah didominasi kalangan anak muda.

Dialah nahkoda Warung Zona Merah dan bisnisnya makin berkembang pesat, kian sukses sejak tongkat estafet bisnis keluarga berpindah kepadanya.

Ditambah lagi, warung Zona Merah mampu berdiri tegak hingga sekarang dan tetap bertahan di tengah hantaman tsunami Covid-19 di kota Bandung, sudah tentu bukan perkara yang mudah.

Selepas tips yang dibagikan Taufik tersebut, PariwisataIndonesia.ID juga mewawancarai hal lainnya.

Untuk mengulik lebih banyak tentang kuliner nusantara yang ngehits di kota Bandung, yang pedasnya ngejos sampai-sampai dijuluki ‘Sambal Mercon’, bahkan ada anggapan, tak lengkap bila belum mencicipi destinasi kuliner favorit yang namanya memberikan kesan horor ini, saat menginjakkan kaki di kota PVJ (Paris Van Java).

Berani terima tantangan untuk makan di warung Zona Merah?

Mencermati hal tersebut, PariwisataIndonesia.id, menurunkan wartawannya bernama Soetardjo khusus mengulas kuliner satu ini, dan melaporkannya langsung dari kota Bandung.

Mendengar nama Zona Merah, anda akan ‘mikir’ 1000 kali makan di tempat ini. Siapa pun, tak ingin berisiko terinfeksi COVID-19.

Mengerikan, ‘hii’ takut.

Jangan takut dulu, ‘ternyata eh ternyata’, Zona Merah hanyalah warung nasi yang menyajikan makanan tradisonal khas Sunda yang jam operasionalnya, mulai buka pukul 11 siang.

Sebelum pandemi COVID-19 menyerang kota Bandung, warung Zona Merah selalu ramai pengunjung hingga menjelang shubuh atau pukul 4-an pagi.

Saat sekarang, sosok penerus bisnis keluarga ini tak patah arang, tetap semangat berjualan mengais rejeki meski di tengah Paris Van Java yang sedang memerah jelang dua pekan ini, walau dia paham benar, pengunjung Zona Merah bisa dihitung jari.

Kota Bandung dinyatakan berisiko tinggi penyebaran virus coronanya, tingkat kewaspadaan zona merah ditandai dengan meningkatnya kasus penyebaran kasus COVID-19.

“Usaha harus tetap berjalan, sekalipun keadaan kian hari semakin sepi di tengah pandemi. Tak perlu khawatir dengan rezeki. Rezeki selain sudah diatur, juga sudah dibagi dengan adil. Saya hanya yakin kepada Tuhan,” kata Taufik, menantu dari anak kedua Ibu Nolis yang menceritakannya kepada Soetardjo selaku wartawan dari Pariwisataindonesia.id, pada Selasa (8/12) dini hari. 

Warung Zona Merah, Selamat Datang di Zona Merah kota Bandung ada Kuliner Tradisional khas Sunda di warung Zona Merah, Kuliner Tradisional khas Sunda, Pariwisata Indonesia, Wisata Kuliner Favorit di Bandung, Website Pariwisata Indonesia, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Situs Resmi Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Indonesia's Official Tourism Website, Indonesia Travel, Tourism Website, Aku Bangga Anak Indonesia, Cinta Kuliner Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Website Pariwisata Indonesia Terfavorit, Media Kuliner Indonesia, Taufik Generasi Kedua Kuliner Zona Merah, Umi Kalsum Founder PVK Group, Media PVK Group
Foto: Warung Zona Merah Meja Lesehan (Dok.PI/Soetardjo)

Daya tarik warung Zona Merah, selain dari nama usahanya yang unik, momentumnya bersamaan pula dengan pandemi global yang tentunya bisa menguatkan brand awareness bisnis masakan tradisional khas Sunda yang dikelola Taufik.

Lokasi warung Zona Merah berada di pinggir jalan dan jam bukanya pun tak tanggung-tanggung, berbeda dari warung nasi atau restoran kebanyakan di tempat itu.

Warung tradisonal khas Sunda ini sudah berdiri sejak tahun 2010, silakan datang ke Jl. Sukajadi No.57, Sukabungah, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat 40162, dan pemilik warung dalam wawancaranya juga menegaskan, pihaknya selalu menerapkan protokol Covid-19 secara ketat.

Semua konsumen wajib menggunakan masker, cuci tangan dan tersedia wastafel yang sudah disediakan atau pembersih tangan, pengaturan jarak, atau dibatasi cuma 50%.

Disampaikannya, konsumen Zona Merah ada yang makan di tempat, tapi tak sedikit pula yang pesan untuk dibawa pulang maupun yang menggunakan aplikasi pesan antar makanan online 24 Jam dari Gojek.

Taufik mengatakan, layanan aplikasi pesan antar jadi penyelamat bisnis warung Zona Merah. Itulah, alasan mengapa Zona Merah tetap bisa bertahan, selain itu, kata dia, karena selalu menjaga cita rasa dan asas kepercayaan.

Pada saat mengambil lauk, konsumen diperbolehkan memilih dan mengambil sendiri lauk pauk yang diinginkan. Menu pilihan konsumen akan dimasak oleh pelayan dan disajikan secara hangat-hangat.

Warung Zona Merah, Selamat Datang di Zona Merah kota Bandung ada Kuliner Tradisional khas Sunda di warung Zona Merah, Kuliner Tradisional khas Sunda, Pariwisata Indonesia, Wisata Kuliner Favorit di Bandung, Website Pariwisata Indonesia, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Situs Resmi Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Indonesia's Official Tourism Website, Indonesia Travel, Tourism Website, Aku Bangga Anak Indonesia, Cinta Kuliner Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Website Pariwisata Indonesia Terfavorit, Media Kuliner Indonesia, Taufik Generasi Kedua Kuliner Zona Merah, Umi Kalsum Founder PVK Group, Media PVK Group
Foto: Menu warung Zona Merah menggugah selera (Dok.PI/Soetardjo)

Berikutnya, menu pesanan diantarkan ke meja makan. Saat menanti pesanan, konsumen bisa duduk-duduk manis.

Pelayan warung yang datang melayani tamu-tamunya sesuai nomor di mejanya. Para pelayan juga melayani konsumen yang ingin membawa pulang pesanan.

Saat membayar, konsumen tinggal menyebutkan lauk pauk apa saja yang telah disantap.

“Ini juga pesan Ibu, bahwa kita harus percaya kepada konsumen. Kami pun harus selalu berpikir positif,” terang Taufik.

Menu yang ditawarkan di Zona Merah beragam, dan harga yang ditawarkan pun relatif wajar sehingga warung nasi ini tetap menjadi primadona bagi pecinta kuliner malam.

Warung Zona Merah, Selamat Datang di Zona Merah kota Bandung ada Kuliner Tradisional khas Sunda di warung Zona Merah, Kuliner Tradisional khas Sunda, Pariwisata Indonesia, Wisata Kuliner Favorit di Bandung, Website Pariwisata Indonesia, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Situs Resmi Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Indonesia's Official Tourism Website, Indonesia Travel, Tourism Website, Aku Bangga Anak Indonesia, Cinta Kuliner Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Website Pariwisata Indonesia Terfavorit, Media Kuliner Indonesia, Taufik Generasi Kedua Kuliner Zona Merah, Umi Kalsum Founder PVK Group, Media PVK Group
Foto: Tampak depan warung Zona Merah (Dok.PI/Soetardjo)

Penasaran dengan kuliner malam di kota Bandung yang satu ini? Segera buktikan sendiri dan rasakan sensasi makan di warung Zona Merah.

Jangan ngaku cinta kuliner nusantara kalau belum cobain warung Zona Merah.

“Ayo, kak, buruan itu mumpung tempatnya lagi kosong. Lekas ‘lah, pilih makanan favoritmu, biar mama yang carikan kursi buat duduk kita,” kata seorang ibu paruh baya sambil menunjuk meja makan.

Untuk pemburu wisata kuliner makanan-makanan sehat, atau jika sobat Pariwisata Indonesia memiliki riwayat penyakit kolesterol, asam urat dan hipertensi maupun pengapuran. Satu hal penting yang perlu diwaspadai!

Hindari jengkol dan jeroan, maupun menu lain yang bisa memicu faktor resiko. Jangan paksakan untuk tetap mencicipi makanan tersebut. Lebih baik mencegah, ketimbang menyesalnya selalu datang belakangan.

Warung Zona Merah, Selamat Datang di Zona Merah kota Bandung ada Kuliner Tradisional khas Sunda di warung Zona Merah, Kuliner Tradisional khas Sunda, Pariwisata Indonesia, Wisata Kuliner Favorit di Bandung, Website Pariwisata Indonesia, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Situs Resmi Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Indonesia's Official Tourism Website, Indonesia Travel, Tourism Website, Aku Bangga Anak Indonesia, Cinta Kuliner Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Website Pariwisata Indonesia Terfavorit, Media Kuliner Indonesia, Taufik Generasi Kedua Kuliner Zona Merah, Umi Kalsum Founder PVK Group, Media PVK Group
Foto: Aktivitas di warung Zona Merah (Dok.PI/Soetardjo)

Tak perlu khawatir, menu kuliner tradisional di warung Zona Merah ini pun juga menyuguhkan varian makanan yang menyehatkan.

Sajian khas Sunda di warung Zona Merah memiliki citra makanan yang sehat karena selalu ada unsur sayuran segar yang biasa disebut lalapan dalam penyajiannya. Silakan dipilih-pilih!

Di tengah asiknya menyantap hidangan dan sedapnya maknyus, tiba-tiba saja terpikir. PariwisataIndonesia.ID teringat sebuah pendapat yang mengatakan, “kerap makan buah dan sayuran segar akan memiliki badan sehat, kulit halus dan bersih. Apa, jangan-jangan, kecantikan mojang priangan karena kehidupannya berada di alam yang segar seperti pegunungan karena selalu dikaitkan kebiasaan mengonsumsi makanan Sunda? Beneran gitu nggak, sih?.”

Warung Zona Merah menawarkan makanan khas Sunda berkonsep kekinian dan sudah tersohor seantero Bandung. Nikmati sensasi makan di warung Zona Merah. Dijamin maknyus. Selamat menyantap, Sob!

Jangan lewatkan menu paling terfavoritnya, yaitu sambal Oseng Mercon, OMG!