Zona Merah Bandung! Sumpal Mulut Disini Aja, Dijamin Bikin Perut Kenyang

“Usaha harus tetap berjalan, sekalipun keadaan kian hari semakin sepi ditengah pandemi. Tak perlu khawatir dengan rezeki. Rezeki selain sudah diatur, juga sudah dibagi dengan adil. Saya hanya yakin kepada Tuhan,” kata Taufik anak kedua Ibu Nolis mengatakan kepada Soetardjo wartawan pariwisataindonesia.id., pada Selasa (8/12) dini hari. Berikut liputannya!
Warung Zona Merah, Selamat Datang di Zona Merah kota Bandung ada Kuliner Tradisional khas Sunda di warung Zona Merah, Kuliner Tradisional khas Sunda, Pariwisata Indonesia, Wisata Kuliner Favorit di Bandung, Website Pariwisata Indonesia, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Situs Resmi Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Indonesia's Official Tourism Website, Indonesia Travel, Tourism Website, Aku Bangga Anak Indonesia, Cinta Kuliner Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Website Pariwisata Indonesia Terfavorit, Media Kuliner Indonesia, Taufik Generasi Kedua Kuliner Zona Merah, Umi Kalsum Founder PVK Group, Media PVK Group
Warung Zona Merah (Dok.PI/Soetardjo)
Warung Zona Merah, Selamat Datang di Zona Merah kota Bandung ada Kuliner Tradisional khas Sunda di warung Zona Merah, Kuliner Tradisional khas Sunda, Pariwisata Indonesia, Wisata Kuliner Favorit di Bandung, Website Pariwisata Indonesia, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Situs Resmi Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Indonesia's Official Tourism Website, Indonesia Travel, Tourism Website, Aku Bangga Anak Indonesia, Cinta Kuliner Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Website Pariwisata Indonesia Terfavorit, Media Kuliner Indonesia, Taufik Generasi Kedua Kuliner Zona Merah, Umi Kalsum Founder PVK Group, Media PVK Group
Foto: Taufik, generasi kedua warung Zona Merah (Dok.PI/Soetardjo)

PariwisataIndonesia.id – Redaksi Pariwisata Indonesia mewawancarai Taufik, pria penerus yang mewarisi bisnis orang tua merupakan anak kedua Ibu Nolis selaku pemilik warung Zona Merah, pada Selasa (8/12) dini hari. Berikut liputannya!

Tongkat estafet bisnis keluarga berpindah ke Sang Penerus. Saat ini, warung Zona Merah dikelola oleh Yuli dan Taufik.

Saat Redaksi menyambangi, disambut secara hangat oleh Taufik. Dia pun menceritakan bisnis di bidang kulinernya kalau sudah berjalan sepuluh tahun.

Lokasi warung Taufik, terbilang strategis. Berada di pinggir jalan raya dan buka 24 jam.

Berdekatan dengan aktivitas bisnis yang aksesnya selalu ramai. Dia mengeluhkan kondisi usaha di tengah pandemi Covid-19, katanya, ikut terdampak.

Dalam wawancara terungkap orang pertama seperti Ibu Nolis ketika merintis bisnis kuliner bernama “Warung Zona Merah” tentu berbeda saat usaha di pimpin oleh generasi penerus.

Dulu, generasi pertama sudah bisa dipastikan, menurutnya, ada kegairahan luar biasa saat memulainya. Dia menjelaskan ada tiga sebab alasannya, antara lain:

  1. Gelora dan pacu adrenalin maupun semangat menciptakan inovasi baru,
  2. Memperjuangkan bisnisnya untuk selangkah demi selangkah bergerak maju menuju kesuksesan,
  3. Pertumbuhan bisnis keluarga ini dari waktu ke waktu, menumbuhkan cita-cita untuk mensejahterakan keluarga dan anak-cucunya kelak.

Namun tidak demikian bagi sang penerus!

Taufik membagikan tipsnya menjalankan usaha lungsuran orang tua. Berikut tipsnya!

Pertama, mewarisi bisnis orang tua belum tentu punya minat yang sama terhadap bisnis yang dirintis. Generasi penerus bahkan bisa saja tidak berminat sama sekali. Malah, ogah-ogahan melanjutkan bisnis keluarga.

Baca juga :  Ridwan Kamil Imbau Wisatawan Tak Bepergian Jarak Jauh, Apalagi ke Zona Merah Covid-19

Kedua, ada tanggung jawab moral. Beban itu harus dipikulnya. Mulai dari nasib para pegawai yang menggantungkan nafkah di warung Zona Merah sampai harus mempertahankan kemajuan yang telah dicapai oleh generasi pendahulu, sang pendobrak.

Dijelaskannya, sudah barang tentu tantangan yang dihadapi generasi penerus justru lebih berat ketimbang orang yang merintis bisnis dari nol.

Dia juga tidak menampik, tidak semua begitu! Tapi realita sosial yang dialami banyak anak-anak para pebisnis (kelompok usaha besar maupun kecil.Red), yang tidak terlatih (maupun kader yang disiapkan.Red) kebanyakan seperti itu saat melanjutkan usaha orang tua.

Dia mengingatkan, waspadai sikap pada generasi penerus yang orang tua malah tidak melibatkan untuk urusan bisnis. Dia mencontohkan, “berdagang nanti saja agar pendidikan di sekolah tidak terganggu!”

Menurutnya, pandangan orang tua seperti ini menyesatkan.

Keyakinan yang banyak terjadi menurut pandangan Taufik, “Kebanyakan yang terjadi, anak-anak tidak boleh mengalami hidup susah seperti orang tuanya dulu. Akhirnya, mereka terlena karena dimanjakan harta,” katanya menambahkan.

Tak jarang ungkapnya lagi, dibiarkan berfoya-foya menjadi sosialita, dari kelas kampung hingga pergaulan internasional.

Alhasil, cerita Taufik, tiba waktunya mengambil alih tongkat estafet bisnis keluarga, penerus terlihat seperti tergagap-gagap, tidak siap!

Prinsip utama dalam membangun bisnis keluarga di generasi kedua, ketiga, maupun seterusnya, harusnya cenderung lebih siap ketimbang generasi pendahulu.

Saat diwawancara, wajahnya terlihat bahagia dan bersemangat.

Taufik tidak menunjukkan rasa lelah.

Lanjut ceritanya, “taraf ekonomi cenderung sudah membaik, dong?”

Bahkan katanya, “Si penerus generasi sudah pasti pendidikannya lebih layak, wawasan dan jaringan pertemanan semakin luas. Benar, bukan?,”  bebernya lagi.

Namun, sikap yang musti dipahami, dia berpendapat, “melanjutkan bisnis keluarga bagi sang penerus seperti, mau atau nggak?”

Meski dibekali segudang ilmu marketing secanggih apa pun tidak akan banyak berguna jika sang penerus pada dasarnya tidak memiliki jiwa entrepreneurship, dan jiwa sebagai pengusaha yang tangguh.

Jika demikian, realistis saja serahkan bisnis keluarga ke tangan profesional atau ahlinya.

Ketimbang “ngotot” harus jatuh ke tangan keturunan tapi bisnis keluarga malah semakin amburadul.

Warung Zona Merah, Selamat Datang di Zona Merah kota Bandung ada Kuliner Tradisional khas Sunda di warung Zona Merah, Kuliner Tradisional khas Sunda, Pariwisata Indonesia, Wisata Kuliner Favorit di Bandung, Website Pariwisata Indonesia, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Situs Resmi Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Indonesia's Official Tourism Website, Indonesia Travel, Tourism Website, Aku Bangga Anak Indonesia, Cinta Kuliner Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Website Pariwisata Indonesia Terfavorit, Media Kuliner Indonesia, Taufik Generasi Kedua Kuliner Zona Merah, Umi Kalsum Founder PVK Group, Media PVK Group
Foto: Sajian Makanan di Warung Zona Merah (Dok.PI/Soetardjo)

Saran lainnya, “mending bisnis dijual selagi harga masih tinggi, kalau tidak disikapi cepat dan terus ditunggu sampai ambruk. Harganya makin parah,” ujar Taufik.

Tibalah order yang dipesan, wawancara pun terhenti. Taufik kembali melayani pelanggan. Pengunjung warung ini terlihat jelas di dominasi kawula muda.

Redaksi meyakini, Taufik adalah pengusaha yang tahan banting dan ulet.

Dia adalah penerus Warung Zona Merah dan bisnisnya semakin sukses serta berkembang ketika tongkat estafet bisnis keluarga sudah berpindah kepadanya.

Warung Zona Merah masih berdiri hingga sekarang dan sanggup bertahan di tengah hantaman tsunami Covid-19 di kota Bandung bukan perkara yang mudah.

“Berani makan ke warung Zona Merah?”

Redaksi menurunkan Soetardjo wartawan pariwisataIndonesia.id., menyambangi kuliner nusantara yang ngehits di kota Bandung. Pedasnya ngejos sampai-sampai dijuluki “Sambal Mercon”.

Tak lengkap jika tidak cobain destinasi kuliner favorit yang namanya memberikan kesan horor ini.

Mendengar nama Zona Merah, “mikir” 1000 kali makan di tempat.

Siapa pun, tentu tak ingin berisiko terinfeksi COVID-19.

Mengerikan, “hii” takut.

Jangan takut dulu, “ternyata eh ternyata,” Zona Merah hanyalah warung nasi yang menyajikan makanan tradisonal khas Sunda mulai buka pukul 11 siang.

Sebelum pandemi COVID-19 menyerang kota Bandung, warung Zona Merah ramai pengunjung hingga menjelang shubuh atau pukul 4 pagi.

Saat ini, walau imbas pandemi, sang penerus bisnis keluarga “tak patah arang” tetap semangat berjualan mengais rejeki di tengah Paris Van Java memerah jelang dua pekan ini.

Kota Bandung dinyatakan berisiko tinggi penyebaran virus corona, tingkat kewaspadaan zona merah ditandai meningkatnya penyebaran kasus COVID-19.

“Usaha harus tetap berjalan, sekalipun keadaan kian hari semakin sepi di tengah pandemi. Tak perlu khawatir dengan rezeki. Rezeki selain sudah diatur, juga sudah dibagi dengan adil. Saya hanya yakin kepada Tuhan,” kata Taufik anak kedua Ibu Nolis mengatakan kepada Soetardjo wartawan pariwisataindonesia.id., pada Selasa (8/12) dini hari. 

Warung Zona Merah, Selamat Datang di Zona Merah kota Bandung ada Kuliner Tradisional khas Sunda di warung Zona Merah, Kuliner Tradisional khas Sunda, Pariwisata Indonesia, Wisata Kuliner Favorit di Bandung, Website Pariwisata Indonesia, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Situs Resmi Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Indonesia's Official Tourism Website, Indonesia Travel, Tourism Website, Aku Bangga Anak Indonesia, Cinta Kuliner Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Website Pariwisata Indonesia Terfavorit, Media Kuliner Indonesia, Taufik Generasi Kedua Kuliner Zona Merah, Umi Kalsum Founder PVK Group, Media PVK Group
Foto: Warung Zona Merah Meja Lesehan (Dok.PI/Soetardjo)

Daya tarik warung Zona Merah selain nama yang aneh, momentum ini bersamaan dengan pandemi global yang tentunya bisa menguatkan brand awareness bisnis masakan tradisional khas Sunda yang dikelola Taufik.

Lokasi warung Zona Merah berada di pinggir jalan dan jam buka yang berbeda dari warung nasi atau restoran lainnya.

Warung tradisonal khas Sunda ini berdiri sejak tahun 2010, silakan datang ke Jl. Sukajadi No.57, Sukabungah, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat 40162.

Pemilik warung menerapkan protokol Covid-19 secara ketat.

Semua konsumen wajib memakai masker, cuci tangan dan tersedia wastafel yang sudah disediakan atau pembersih tangan. Pengaturan jarak, dibatasi cuma 50%.

Konsumen datang untuk makan di tempat, ada juga pesan untuk dibawa pulang maupun yang memakai aplikasi pesan antar makanan online 24 Jam dari Gojek.

Layanan aplikasi pesan antar jadi penyelamat bisnis warung Zona Merah.

Warung Zona Merah bisa bertahan karena menjaga cita rasa dan asas kepercayaan.

Pada saat mengambil lauk, konsumen diperbolehkan memilih dan mengambil sendiri lauk pauk yang diinginkan. Menu pilihan konsumen akan dimasak oleh pelayan dan disajikan hangat-hangat.

Warung Zona Merah, Selamat Datang di Zona Merah kota Bandung ada Kuliner Tradisional khas Sunda di warung Zona Merah, Kuliner Tradisional khas Sunda, Pariwisata Indonesia, Wisata Kuliner Favorit di Bandung, Website Pariwisata Indonesia, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Situs Resmi Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Indonesia's Official Tourism Website, Indonesia Travel, Tourism Website, Aku Bangga Anak Indonesia, Cinta Kuliner Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Website Pariwisata Indonesia Terfavorit, Media Kuliner Indonesia, Taufik Generasi Kedua Kuliner Zona Merah, Umi Kalsum Founder PVK Group, Media PVK Group
Foto: Menu warung Zona Merah menggugah selera (Dok.PI/Soetardjo)

Berikutnya, menu pesanan diantar ke meja makan. Saat menanti pesanan, konsumen bisa duduk-duduk manis.

Pelayan warung yang akan datang melayani dan menyajikan makanan sesuai nomor meja.

Para pelayan juga melayani konsumen yang ingin membawa pulang pesanan.

Saat membayar, konsumen tinggal menyebutkan lauk pauk apa saja yang telah disantap.

“Ini juga pesan Ibu, bahwa kita harus percaya kepada konsumen. Kami pun harus selalu berpikir positif,” tandas Taufik.

Menu yang ditawarkan beragam, harga yang ditawarkan pun relatif wajar sehingga warung nasi ini tetap menjadi primadona bagi pecinta kuliner malam.

Warung Zona Merah, Selamat Datang di Zona Merah kota Bandung ada Kuliner Tradisional khas Sunda di warung Zona Merah, Kuliner Tradisional khas Sunda, Pariwisata Indonesia, Wisata Kuliner Favorit di Bandung, Website Pariwisata Indonesia, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Situs Resmi Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Indonesia's Official Tourism Website, Indonesia Travel, Tourism Website, Aku Bangga Anak Indonesia, Cinta Kuliner Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Website Pariwisata Indonesia Terfavorit, Media Kuliner Indonesia, Taufik Generasi Kedua Kuliner Zona Merah, Umi Kalsum Founder PVK Group, Media PVK Group
Foto: Tampak depan warung Zona Merah (Dok.PI/Soetardjo)

Penasaran dengan kuliner malam di kota Bandung yang satu ini?

Segera buktikan dan rasakan sensasi makan di warung Zona Merah!

Jangan ngaku cinta kuliner nusantara kalau belum cobain warung Zona Merah.

“Ayo, kak, buruan itu mumpung tempatnya lagi kosong! Sana, biar Mama yang carikan kursi!” kata seorang ibu paruh baya sambil menunjuk meja makan.

Cobalah berwisata kuliner dengan makanan yang sehat. Jika Sobat Pariwisata Indonesia memiliki riwayat penyakit kolesterol, asam urat dan hipertensi maupun pengapuran.

Satu lagi hal penting yang perlu diwaspadai!

Hindari jengkol dan jeroan, maupun menu lain yang bisa memicu faktor resiko. Jangan paksakan untuk tetap mencicipi makanan. Lebih baik mencegah, menyesal selalu datang belakangan!

Warung Zona Merah, Selamat Datang di Zona Merah kota Bandung ada Kuliner Tradisional khas Sunda di warung Zona Merah, Kuliner Tradisional khas Sunda, Pariwisata Indonesia, Wisata Kuliner Favorit di Bandung, Website Pariwisata Indonesia, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Situs Resmi Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Indonesia's Official Tourism Website, Indonesia Travel, Tourism Website, Aku Bangga Anak Indonesia, Cinta Kuliner Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Website Pariwisata Indonesia Terfavorit, Media Kuliner Indonesia, Taufik Generasi Kedua Kuliner Zona Merah, Umi Kalsum Founder PVK Group, Media PVK Group
Foto: Aktivitas di warung Zona Merah (Dok.PI/Soetardjo)

Menu kuliner tradisional di warung Zona Merah ini pun juga menyuguhkan varian makanan yang menyehatkan.

Sajian khas Sunda di warung Zona Merah memiliki citra makanan yang sehat karena selalu ada unsur sayuran segar yang biasa disebut lalapan dalam penyajiannya. Silakan dipilih-pilih!

Di tengah asiknya menyantap hidangan dan sedapnya maknyus, tiba-tiba saja kepikiran. Redaksi teringat sebuah pendapat yang mengatakan, “Kerap makan buah dan sayuran segar akan memiliki badan sehat, kulit halus dan bersih. Apa, jangan-jangan, kecantikan mojang Priangan karena kehidupannya berada di alam yang segar seperti pegunungan karena kerap dikaitkan kebiasaan mereka mengonsumsi makanan Sunda?”

Beneran gitu nggak, sih?

Warung Zona Merah menawarkan makanan khas Sunda berkonsep kekinian dan tersohor seantero Bandung. Menu terfavoritnya sambal Oseng Mercon.

Nikmati sensasi makan di warung Zona Merah. Dijamin maknyus. Selamat menyantap, Sob!