Ridwan Kamil Imbau Wisatawan Tak Bepergian Jarak Jauh, Apalagi ke Zona Merah Covid-19

Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang akrab disapa Kang Emil mengimbau agar masyarakat maupun wisatawan dapat menahan diri tidak berpergian jauh apalagi berkunjung ke daerah yang berstatus zona merah atau risiko tinggi Covid-19, yang salah satunya ada di wilayah Bandung Raya. Mengapa? Ini ulasannya!
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, Berita Ridwan Kamil, Ridwan Kamil Imbau Wisatawan Tak Berpergian Jarak Jauh, Zona Merah Covid-19, Ridwan Kamil Imbau Wisatawan Tak Berpergian Jarak Jauh Apalagi ke Zona Merah Covid-19, Waspadai Bandung Raya ZONA MERAH, Berita Pariwisata Indonesia, Website Pariwisata Indonesia, Situs Pariwisata Indonesia, Pariwisata Indonesia, Berita Covid-19 di Jawa Barat, Indonesia's Official Tourism Website, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Warta Wisata , bali , wisata lombok, presiden joko widodo
Instagram.com/ridwankamil

PariwisataIndonesia.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau agar masyarakat maupun wisatawan dapat menahan diri tidak berpergian jauh apalagi berkunjung ke daerah yang berstatus zona merah atau risiko tinggi Covid-19, salah satunya ada di wilayah Bandung Raya.

Baca juga :  Zona Merah Bandung! Sumpal Mulut Disini Saja, Dijamin Bikin Perut Kenyang

“Sudah saya umumkan kemarin, pertama kalinya Kota Bandung jadi zona merah sehingga saya mengimbau pekan ini para wisatawan menahan diri dulu untuk tidak ke Bandung Raya karena zonanya lagi merah, sedang proses pengendalian lebih baik lagi,” katanya, pada Rabu (2/12).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil menyampaikan data sebaran positif Covid-19, untuk periode 23 November 2020 sampai 29 November 2020 terdapat 6(enam) daerah masuk zona merah.

Waspadai kawasan Bandung Raya di wilayah Indramayu, Purwakarta, Karawang, Bandung Barat, Kota Bandung, serta Kota Banjar.

Berikutnya, 19 daerah di Jawa Barat berstatus zona oranye atau resiko sedang. Hanya Kabupaten Cianjur dan Pangandaran yang berstatus zona kuning atau resiko rendah.

Secara terpisah mengutip dari laman Tempo.co pada Rabu (2/12), “Zonasi ditetapkan berdasarkan score akumulasi dari 14 indikator yg dihitung oleh Satgas Pusat,” ujar Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad kepada wartawan Tempo, Rabu (2/12).

Daud belum bisa memastikan keterkaitan tren naiknya kasus Covid-19 di daerah yang tengah melaksanakan pilkada serentak dengan status zona merah. “Perlu pendalaman atau penelitian lebih lanjut tentang hal ini,” ujarnya lagi.

Masih dalam laman Tempo.co, Kata Daud, khusus di Bandung Raya, tingkat keterisian rumah sakit telah menembus angka rata-rata 90 persen. Kini, pemprov jabar tengah mengupayakan penambahan kapasitas ruang rawat rumah sakit rujukan.

“Cerita dari libur panjang itu menunjukkan ada peningkatan (kasus Covid-19). Oleh karena itu, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, saya kira kita menahan diri dulu, tidak berpergian terlalu jauh, kemudian tidak berkerumun,” imbau Gubernur yang akrab disapa Kang Emil.