Zona Merah! Salah Satu Potret UMKM, Masih Bertahan di Tengah Covid-19

INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,MEDIA PARIWISATA DAN UMKM,media pvk group, umi kalsum founder dan ceo pvk group,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SELAMAT DATANG DI ZONA MERAH KOTA BANDUNG ADA KULINER TRADISIONAL KHAS SUNDA,TAUFIK GENERASI KEDUA KULINER ZONA MERAH,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,ZONA MERAH RUMAH MAKAN NGEHITS DI BANDUNG,media pariwisata indonesia, pariwisata indonesia, situs terbaik pariwisata dan umkm
Taufik (Foto: Kanan) Generasi Kedua Rumah Makan Zona Merah di Bandung / Dok. Web Pariwisata Indonesia

PariwisataIndonesia.id – Tamu yang datang ke Zona Merah kebanyakan memakai mobil dan motor. Dikatakan Taufik, profil pembeli Zona Merah ada pekerja kantoran, keluarga dan lebih sering pasangan muda.

Mengenal Generasi Kedua Zona Merah, Pemilik Rumah Makan Sunda dan Populer di Bandung <<< Wawancara sebelumnya.

Dia menambahkan, ada juga tamu khusus, kata Taufik, mereka ini merupakan pelanggan loyal. Pembeli tersebut tidak sekedar makan tapi bernostalgia sambil tunjuk tempat favoritnya, “nggak order makanan seperti pembeli kebanyakan.”

Datangnya cuma mengenang masa lalu, makannya, “cuma beli ini dan itu,” tunjuk Taufik.

Taufik merinci pelanggan spesialnya tersebut, mereka bernama Arfan dan Anggi yang datang bersama pasangan masing-masing.

Seiring jalan, pelanggan tersebut sudah pada berkeluarga kalau datang selalu bersama pasangan dan anak-anaknya.

Tak terasa, jam menunjukkan pukul 3.59 wib. Udara dingin menyelimuti kawasan tersebut dan liputan dini hari ditutup dengan bertanya, apa keinginannya yang belum tercapai, Taufik menjawab ia ingin Zona Merah memiliki cabang di berbagai tempat di Indonesia.

Harapan berikutnya, mohon perhatian pemerintah bisa mendorong untuk lebih maju bagi pelaku UMKM seperti Taufik dan semoga pandemi Covid-19 segera berakhir. Alhasil, Zona Merah bisa kembali normal seperti dulu lagi.

Dalam prinsip hidupnya, bisnis keluarga adalah prioritas. “Usaha harus tetap berjalan, sekalipun keadaan kian hari semakin sepi ditengah pandemi. Tak perlu khawatir dengan rezeki. Rezeki selain sudah diatur, juga sudah dibagi dengan adil. Saya hanya yakin kepada Tuhan,” tutupnya.

Dia adalah mantunya Ibu Nolis, tersingkap oleh Ridwan wartawan situs online pariwisataindonesia.id, pada Minggu (2/5) dini hari, bahwa Taufik ternyata menantu yang disayang mertua.

Nama: Taufik
Pekerjaan: Pengusaha Warung Makan Zona Merah

Owner Resep Sang Mertua: Deddy Sutardi dan Nolis Suryani
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 19 Oktober 1986
Orangtua: Sujadi Siregar dan Agus Setiawati.
Pendidikan: Sarjana Hukum Kampus Mpu Tantular
Anak: Jona Maulana Alkadri, Mirzha Abyan Maulana, Maudy Saffa Kirana
Istri: Yanti Rizka Yulianti Suryani
Hobi: Pembela Kebenaran, Dagang, Musik dan Traveling.

(Eh/Rd/Ksm)