PariwisataIndonesia.id – Ayo berburu kuliner berbasis budaya yang menyuguhkan tempat makanan khas Sunda yang keberadaannya sudah populer di kota Bandung, Jawa Barat.
Baca juga : Zona Merah, Salah Satu Potret UMKM yang Masih Bertahan di Tengah Covid-19 dan Berikut Profil Pemiliknya
Dijamin menu-menu yang disajikannya selalu bikin siapapun ketagihan. Tak hanya itu, bahkan nama kuliner ini pun, juga tak asing lagi di telinga masyarakat di kota kembang ini. Apa itu? Zona Merah!
Yuk, mengenal lebih dekat salah satu potret UMKM di tanah air yang juga terdampak akibat wabah Covid-19. Namun, Zona Merah masih mampu berdiri tegak dan tetap bertahan sampai saat ini.
Pemiliknya bernama Taufik adalah generasi kedua rumah makan Zona Merah. Dialah Panglima di balik suksesnya rumah makan dengan aneka masakan yang bikin setiap orang jadi lupa diri alias ‘kelojotan’.

Taufik menceritakan, awal mula berdirinya kuliner ini berkat rintisan usaha yang dibangun oleh pasangan Deddy Sutardi dan Nolis Suryani.
Dia juga menceritakan, “kepergian ayah mertua untuk selamanya menjadi titik balik hidup saya,” kata Taufik kepada PariwisataIndonesia.ID di Bandung, Minggu (2/5/2021).
Sampai hari ini, omzetnya mencapai puluhan juta setiap harinya. Apalagi, katanya, saat malam Sabtu; malam Minggu; dan tanggal merah. Taufik juga mengungkapkan, “hari-hari tersebut, omzet malah bisa lebih tinggi lagi,” ungkapnya.
Kepergian Deddy membuat keluarga istri dan dirinya berduka. Dalam penjelasan berikutnya menyoroti estafet kepemimpinan di Zona Merah terjadi pada tahun 2011. Kala itu, ia baru saja menyandang gelar Sarjana Hukum.
Bersambung ke halaman berikutnya
“Saya tak sampai hati melihat ibu mertua .. “







































Leave a Reply