Pesan Presiden Jokowi Usai Resmikan Penataan Sejumlah Kawasan di Labuan Bajo, Mau Tahu?

Presiden Joko Widodo meresmikan penataan sejumlah kawasan di Labuan Bajo di Puncak Waringin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Kamis, 14 Oktober 2021 / Foto: BPMI Setpres

PariwisataIndonesia.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meresmikan penataan sejumlah kawasan di Labuan Bajo, pada Kamis (14/10) kemarin.

Dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, bahwa penataan Kawasan Puncak Waringin, penataan Kawasan Goa Batu Cermin di Kecamatan Komodo.

Termasuk, peningkatan delapan ruas jalan di Labuan Bajo yang berada di wilayah Kabupaten Manggarai Barat merupakan tiga infrastruktur yang diresmikan serentak oleh Presiden Jokowi.

“Alhamdulillah pembangunan berbagai infrastruktur untuk mendukung pariwisata di Labuan Bajo telah selesai,” kata Kepala Negara, kutip redaksi Pariwisata Indonesia dalam keterangan resminya, Kamis (14/10).

“Labuan Bajo telah siap untuk menyambut kedatangan para wisatawan,” tambahnya.

Jokowi juga menilai, wajah Labuan Bajo saat ini, telah berubah total usai dilakukan penataan secara besar-besaran oleh Kementerian Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat (PUPR), dan Kementerian Perhubungan.

Bahkan, kata Presiden, bandaranya akan dikembangkan landasan pacu dan terminal yang digadang-gadang, ditargetkan tahun depan selesai, sehingga pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo semakin lengkap.

“Kemudian kita juga melihat hotel, pusat suvenir, creative hub, amfiteater, plaza, citywalk dan ruang-ruang publik yang lainnya semuanya sudah diperbaiki,” papar Presiden.

“Saya melihat perubahan wajah itu kelihatan sekali, juga infrastruktur pendukung pariwisata seperti jalan di sekitar kawasan, serta pelabuhan yang khusus melayani pinisi, yacht, dan cruise ini sudah siap semuanya,” ungkap Jokowi.

Setelah diresmikan pada hari ini, sambung Jokowi, hal penting yang perlu segera dilakukan adalah promosi besar-besaran dan menyiapkan Labuan Bajo untuk penyelenggaraan ajang-ajang nasional dan internasional.

“Nantinya ini akan menjadi pendukung penyelenggaraan KTT G20 dan juga nanti akan kita pakai untuk KTT ASEAN di 2023,” tandasnya.

Di kesempatan itu, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi juga menyempatkan meninjau Kompas Bajo yang berada di Kawasan Puncak Waringin dengan berjalan kaki.

Sementara di balik pembangunan Kompas Bajo memunculkan nama Yori Antar yang dijuluki sebagai pendekar “Arsitektur Nusantara”. Jika, mengulik rekam jejak pria bernama lengkap Gregorius Antar Awal, lahir hari Senin, tanggal 14 Mei 1962, mencatat! Sosoknya, fokus melestarikan warisan arsitektur lokal (budaya setempat, red).

Sebagai arsitektur Kompas Bajo, dia menerangkan, tempat ini adalah lokasi yang paling terbaik untuk menikmati Kawasan Labuan Bajo. Yori menambahkan, dari tempat itu pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbenam tiga kali lebih baik dari tempat lainnya.

“Di sini kita bisa melihat matahari terbenam, siluet pulau-pulau, dan siluet ratusan kapal pinisi,” sebutnya.

Menilik desain Kompas Bajo, arsitekturnya menonjolkan rumah adat Manggarai. Di sisi lain, bangunan dengan atap berbentuk kerucut juga merupakan creative hub bagi komunitas ekonomi kreatif di NTT, khususnya Labuan Bajo, yang berisi pusat cendera mata, sentra tenun ikat, lounge, pusat suvenir, dan sebagainya.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, dan arsitek Yori Antar. (eh/Soet)