Siapa Meutya Hafid, Ketua Komisi I DPR RI Tegaskan Uji Kepatutan Calon Dubes RI Tetap Sesuai Jadwal

umi kalsum founder dan ceo pvk group,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KETUA KOMISI I DPR REPUBLIK INDONESIA MEUTYA VIADA HAFID,KETUA KOMISI I DPR RI TEGASKAN UJI KEPATUTAN CALON DUBES RI TETAP SESUAI JADWAL,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MEUTYA HAFID,PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid. Foto: Andri/Man

PariwisataIndonesia.id – Ketua Komisi I DPR Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid menyatakan proses uji kepatutan dan kelayakan (Fit & Proper Test.Red) terhadap calon duta besar luar Biasa dan berkuasa penuh (LBBP) Republik Indonesia (RI) untuk negara-negara sahabat, tetap berjalan sesuai jadwal meski di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Keputusan ini sesuai hasil rapat internal Komisi I DPR yang diadakan hari ini,” kata Meutya kutip Redaksi Pariwisata Indonesia, Rabu (7/7).

Menelisik sosok wanita pemberani berzodiak Taurus akrab disapa Meutya adalah seorang politikus Partai Golkar dan mantan jurnalis Metro TV tampil bak peribahasa “Biar Lebur Binasa, Selangkah Berpantang Surut” (Diterjemahkan: Tidak mau menyerah, maju terus pantang mundur.Red).

Saat ini, Meutya, kelahiran Bandung, 3 Mei 1978 mendapatkan kepercayaan sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara selama dua periode hingga didapuk sebagai Ketua Komisi I DPR Republik Indonesia dan ia berani membuat keputusan di saat pelaksanaan PPKM darurat.

Dalam keterangan resminya, Meutya mengingatkan bahwa uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon LBBP RI direncanakan berlangsung selama tiga hari sejak 12-14 Juli 2021 dan disampaikan total ada enam sesi uji untuk peserta tersebut.

“Adapun jumlah total calon duta besar yang akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan ini sebanyak 33 calon duta besar, dengan 5-6 calon duta besar yang akan diuji untuk setiap sesinya,” terangnya.

Dia yang pernah ditugasi meliput ke medan perang dan dianugerahi penghargaan sebagai “Wanita Pemberani” oleh Samsung Award 2006, dan pemenang penghargaan Jurnalistik Elizabeth O’Neill dari pemerintah Australia. Lalu, Tahun 2006, kembali menerima penghargaan ‘Kartini Bidang Jurnalis’ dari Lions Club Jakarta.

Semua tersebut diperoleh Meutya berkat dedikasi tinggi dan tak gentar bertugas di negara Irak, 18 Februari 2005 silam.

Walaupun dibebaskan pada 21 Februari 2005, tapi sempat merasakan diculik dan disandera bersama rekannya, yakni juru kamera Budiyanto.

Tentu kita ingat, sebelum ke Irak, nama Meutya dan Najwa Shihab pernah mengemuka “Liputan Lapangan” atas tragedi tsunami di Aceh.

Meutya menyampaikan, pemaparan soal mekanisme uji kepatutan dan kelayakan ini akan dilakukan secara tertutup.

Dikatakannya, masing-masing calon duta besar diharuskan untuk menyampaikan visi dan misi selama tujuh menit. Kemudian, mereka itu akan dilanjutkan ke sesi pendalaman.

Sementara, sesi ini, menurutnya, dilakukan oleh perwakilan masing-masing fraksi kepada setiap calon duta besar dengan total alokasi waktu tidak lebih dari 10 menit.

Namun, ia setuju dan mengakui bahwa keharusan pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan calon duta besar RI untuk tetap mempertimbangkan aspek keamanan kesehatan, atau disiplin dan mematuhi standar protokol kesehatan yang ketat.

“Komisi I DPR RI akan melakukan adjustment atau penyesuaian terhadap jumlah peserta rapat, waktu bicara peserta rapat serta layout penempatan peserta rapat. Ditargetkan selesai paling lama dua jam setengah untuk satu sesinya, dimana para calon duta besar diwajibkan untuk hadir secara fisik” ujarnya.

Redaksi Pariwisata Indonesia sengaja menghadirkan sosoknya dan tema ini, selain tugas dari calon duta Indonesia begitu agung dan sangat mulia.

Sudah tentu sejalan dengan misi dan visi Media PVK Group, bahwa Indonesia harus dipandang sejajar dan disegani dunia.

Maka, negara harus hadir melalui duta resminya. Salah satu agendanya, menyuarakan lantang “Eksotik, Pesona Indah Pariwisata dan Kebudayaan Indonesia”, juga “Melindungi” warga kita di negara-negara yang ada LBBP RI-nya.

“Dalam rapat internal komisi I memutuskan uji itu untuk tetap dijalankan meskipun di masa PPKM darurat, mengingat bahwa diplomasi luar negeri di era COVID-19 ini sangat penting, keterkaitan dengan vaksin dan kerjasama kesehatan serta ekonomi,” tegas Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid.

Media PVK Group dan Meutya  berharap, pos-pos duta besar yang saat ini kosong ataupun melewati masa jabatan agar segera diisi. Mengingat, perlu ada kesinambungan sehingga berjalan secara efektif.

Dulu sekali, di akun twitternya, pernah mencuit tak malu-malu lagi untuk tegaskan sikap dan posisi, “Sangatlah tak mungkin jika saya menjadi anggota parpol lain,” tulisnya.

Hal tersebut, terkait nama Surya Paloh yang terkenal di masyarakat sebagai pengusaha pers dan pemilik stasiun televisi Metro TV, resmi menyatakan mundur dari Partai Golkar.

Saat itu, lebih merasa nyaman dengan mengibarkan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Sebuah partai politik di Indonesia yang diresmikan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, 26 Juli 2011, kini berdiri kokoh menjulang, bahkan berbasis kuat hingga ke akar rumput, karena sukses suaranya bersandingan dan sederetan partai-partai berkuasa sejak Indonesia berdiri. Partai Paloh konsisten sebagai pendukung setia Presiden Joko Widodo. (Indah Ms/Eh)