Tips Sukses Membangun Media PVK Grup
“Menjawab pertanyaan tadi, terbesit sepintas kondisi usaha saat awal dibangun dan perkembangannya sampai saat ini, tak lain lantaran besarnya rasa cinta saya kepada tanah air.”
Wawancara yang mirip obrolan santai berkembang makin seru, menariknya lagi Umi juga menyematkan kata-kata yang maknanya memiliki nilai-nilai religius dalam kehidupan.
“Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan, untuk itu wajib mengimani sifat-sifatNya dan jangan lupa untuk selalu bersyukur.”
Salah satu caranya, lanjut Umi dengan berprasangka baik kepada Tuhan YME, sebab hal itu merupakan ibadah hati yang mulia.
“Saya mengucapkan puji syukur berkat pertolongan dan takdir baik dari Allah SWT. Juga limpahan dan karunia-Nya, Media PVK masih dipercaya dan terus bertahan.”
Umi juga memiliki sikap rendah hati yang patut pula untuk diteladani, terungkap lewat pernyataannya yang mengatakan, pencapaian prestasi yang diraih saat ini, diklaim milik bersama, bukan andilnya semata.
“Berada di titik sekarang, tentu karena tim yang terlibat didukung oleh orang-orang yang memiliki prestasi luar biasa dan hebat-hebat. Selain itu, strategi bisnis hadir pada momentum yang tepat.”
Rahasia sukses lainnya, ia menerapkan gaya kepemimpinan dengan mengedepankan partisipatif meskipun secara hierarki keputusan akhir, tetap ada di CEO PVK Grup.


Peran Pemerintah dalam Pengembangan Pariwisata Indonesia
“Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tepat dan berpihak kepada rakyat, semangatnya tinggi membangun Indonesia. Pemikirannya out of the box, selain anggaran infrastruktur dalam membangun terbilang spektakuler. Di sisi lain, negara kita sedang berjuang melewati pandemi, namun tak menjadikan halangan agar pembangunan yang sudah dicanangkan tetap terus berjalan.”
Presiden Indonesia ketujuh berani pasang badan dalam Program Pembangunan Nasional, sambung Umi, Pemerintahan Jokowi seperti ingin mengirim pesan ke masa depan.
“Pemulihan ekonomi yang dipercepat, tentu akan mendorong belanja negara dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan, membangun infrastruktur sudah pasti akan memudahkan akselerasi dan terbukti memberikan nilai tambah bagi masyarakat, ini kunci penting dalam menggerakkan pertumbuhan kawasan dan berujung pada kebangkitan ekonomi nasional.”
Hal tersebut ditandai dengan fokusnya Kepala Negara dalam mengembangkan 5 Destinasi Super Prioritas (DSP) yang mencakup antara lain Borobudur, Danau Toba, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Sejalan dengan hal tersebut, Umi menerangkan, dermaga, bandara sudah bagus-bagus. Jalan pun begitu, termasuk pembangunan kawasan yang dibangun untuk mendukung geliat pariwisata di kawasan 5 DSP itu.
Lebih lanjut, katanya Presiden seperti tak lelah untuk terus mendorong pemerataan pembangunan wilayah setempat, terkait akselerasi infrastruktur yang dibangun, Umi menegaskan, hal tersebut sudah pasti akan mempermudah wisatawan lokal dan turis mancanegara hadir hingga ke pelosok.
Dampak dari itu semua, kata Umi, impaknya akan menyerap kesempatan kerja seluas-luasnya, mempercepat pemerataan pendapatan, meningkatkan pajak negara, begitu juga terhadap retribusi daerah.
Merespons hal tersebut, Umi menyambut positif dan mengacungi jempol upaya Presiden Jokowi yang tetap bersikeras dengan kebijakannya yang tidak populis.
“Sejak Pariwisata Indonesia berkonsep nonkonvensioal, pesona bangsa ini semakin mendunia. Indonesia, kini tak lagi dikenal cuma Bali dan Borobudur atau Raja Ampat.”
Indahnya alam negeri ini, kata Umi keelokannya mampu membuat para wisatawan mancanegara terpukau tak kalah dengan keindahan di berbagai belahan dunia manapun.
Mulai dari pegunungan, perbukitan, peninggalan purbakala, sejarah, seni dan kebudayaan Indonesia juga menjadi aset terbesar bangsa ini. Begitu juga saat menikmati gugusan pantai sampai bawah lautnya, Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata.
Belum lagi, potensi kekayaan alam Indonesia yang berlimpah ruah sampai-sampai pesonanya bak surga dunia yang menghampar dari Sabang hingga Merauke.
Semua ini, katanya merupakan warisan yang diperoleh dari para pahlawan dan leluhur terdahulu hingga Indonesia Merdeka, Umi juga tak menampik, karunia berupa semesta alam yang begitu luar biasa ini sudah pasti berkat kerahiman dan anugerah Tuhan YME yang harus dijaga sebagai kekuatan besar menghadapi tantangan bangsa di masa mendatang.
Umi juga berpendapat, “kemolekan negeri kita ini mampu ‘menghipnotis dan menjadi candu’ bikin siapapun akan jatuh hati. Satu per satu destinasi wisata yang ada di pelosok Indonesia mulai dikenal luas hingga ke mancanegara bahkan sudah ada yang berinvestasi sampai ratusan juta dollar, malah lebih.”
Dia juga menyebut dirinya jatuh hati dan memiliki kesan mendalam mengenai mantan Gubernur DKI Jakarta yang berasal dari Solo, Jawa Tengah.
Presiden Jokowi, kata Umi merupakan orang yang bersahaja, menyenangkan, dan santai, juga tak sungkan untuk menonjolkan kebhinnekaan dalam perspektif budaya.
“Beliau selalu tunjukkan dengan mengenakan baju adat nusantara dalam berbagai acara kenegaraan.”
Sebelum meninggalkan kediamannya, obrolan berlanjut menyoroti tiga hal penting yang disampaikan perempuan kelahiran Kota Palembang, Kamis, 27 Maret 1975.
Pertama, untuk menggugah kembali rasa nasionalisme supaya kian hari tak semakin pupus, terutama generasi penerus bangsa, diminta mari menjaga dan merawat alam ini tetap lestari.
Kedua, Umi meyakini, bukan tak mungkin sumber pendapatan bangsa ke depan, yang dulunya diperoleh dari migas dan nonmigas akan bergeser menjadi pendapatan pariwisata dan pendapatan nonpariwisata.
Dia beranggapan, sektor pariwisata bahan bakunya tidak akan pernah habis, dan tidak butuh waktu lama buat dipetik hasilnya, ketimbang sektor migas masih perlu diproses lagi dan saat salah kelola, malah akan merusak alam ini. Untuk itu, kata Umi, mendorong pariwisata berkelanjutan sepanjang masa perlu dikaji mendalam untuk potensinya dikembangkan secara terencana dan terpadu.
Di akhir wawancara, Umi Kalsum membagikan mutiara indah sebagai pesan ketiga.
“Jangan lelah berbuat baik untuk negeri ini, walau hanya satu lilin di tangan. Sikap pantang menyerah menguatkan hadapi masalah hidup, jika tidak mudah menyerah, maka kita sudah dekat sekali dengan kesuksesan. Karena di dunia ini, cuma dua orang yang sulit (alot, susah sekali, red) dikalahkan. Pertama, orang yang sabar. Kedua, orang yang tidak mudah menyerah,” tutupnya. (Mr)








































Leave a Reply