Berani Coba?

Bambu Gila, Permainan Tradisional dari Maluku Utara

Tidak hanya budaya dan alam, Indonesia juga kaya akan permainan tradisional. Salah satunya adalah Bambu Gila. Meskipun bagi beberapa orang nama permainan ini terdengar janggal, tapi permainan ini sangat terkenal dan mengasyikkan.

Pariwisata Indonesia

Bambu Gila atau Baramasewel merupakan permainan tradisional yang berasal dari Provinsi Maluku Tengah. Permainan ini diyakini telah ada sejak masyarakat setempat masih menganut ajaran animisme dan dinamisme. Selain sebagai permainan tradisional, Bambu Gila juga dapat digunakan untuk memindahkan dan menarik kapal, atau untuk melawan musuh saat peperangan.

Meski agama samawi (Islam dan Kristen) telah hadir di Maluku Utara, permainan tradisonal ini tetap tidak luntur. Bahkan Bambu Gila dimainkan dengan menyisipkan ajaran-ajaran agama tersebut.

Seperti namanya, Bambu Gila merupakan permainan yang menggunakan batang bambu. Batang bambu yang berukuran 2,5 hingga 3 meter ini harus sesuai dengan permintaan pawang, atau sang pawang sendiri yang mempersiapkannya. Sebelum dimainkan, batang bambu berdiameter sekitar 8-10 cm itu harus dibersihkan, diolesi minyak kelapa, dan diikat kain di bagian ujungnya.

Batang bambu tersebut lalu dipeluk oleh beberapa pemain. Banyak pemain yang terlibat tidak ditentukan, sesuai dengan panjangnya bambu. Namun, para pemain harus berjumlah ganjil, misalnya lima, tujuh, sembilan, atau sebelas pemain. Selanjutnya, sang pawang akan membakar kemenyan dan mengasapi batang bambu, sambil membacakan mantra-mantra tertentu, seperti:

Pariwisata Indonesia

Au upu mateana, Au wupu tuhinane (kalian leluhur laki-laki dan perempuan)

Imoi lou imoi laha (pergilah kearah laut dan darat)

Imi apa jin-jin 150 malaikat (panggilah jin-jin 150 malaikat)

Ale imi bantu you (kalian mari bantu saya)

Mantra tersebut biasanya disisipi doa menurut keyakinan pawang tersebut, misalnya pawang yang beragama Islam akan menambahkan doa, seperti:

Berkat laa ila hailallah, Berkat Muhammad Rasul Allah

Mantra atau doa yang disampaikan dipercaya akan mengundang roh leluhur untuk masuk ke dalam bambu dan membuat bambu menjadi berat. Setelah mantra dirapalkan dan pawang menyentuh ujung bambu, seketika batang bambu akan bergerak tak tentu arah. Para pemain yang memeluk batang bambu akan ikut berlari kesana-kemari mengikuti arah gerakan bambu.

Sepanjang permainan Bambu Gila, pawang akan menyerukan kata-kata “Hei, Baramasuwel!” yang berarti “Hei, Bambu Gila!” Sedangkan para pemain akan menyambut dengan seruan “Idadigougou” yang berarti “Jadi benar”.

Bambu Gila biasanya diiringi dengan instrumen dari alat music tradisional. Semakin cepat irama musik, semakin cepat dan liar pergerakan bambu. Permainan akan berakhir ketika pawang menahan batang bambu dan menenangkannya.

Pariwisata Indonesia

Meskipun penuh dengan nuansa mistis, beberapa saintis memilih teori logis untuk menjelaskan permainan Bambu Gila. Mereka meyakini bahwa batang bambu bergerak karena ideomotor. Ideomotor merupakan efek psikologis yang melibatkan alam bawah sadar. Keyakinan akan kekuatan pawang, akan mensugesti para pemain Bambu Gila dan secara tidak sadar menyebabkan gerakan motorik untuk menggerakan batang bambu tersebut.

Meskipun terdengar masuk akal, tapi teori ideomotor tidak mampu menjawab fenomena pemain yang kesurupan ketika bermain Bambu Gila.

Terlepas dari perdebatan teori tentang kekuatan Bambu Gila, permainan tradisional ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Maluku Utara. Banyak wisatawan yang ingin mencoba permainan unik ini. Rasanya, kunjungan ke ‘Negeri Rempah-rempah‘ kurang lengkap jika belum menjajal permainan ini.

Sobat Pariwisata! Pada tahun 2013, Bambu Gila juga ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda dari Provinsi Maluku Utara.(Nita)