Ditentukan Lewat e-Haj, Kemenag: Tetap Beryukur, Walau RI Cuma Dapat 100.051 Kuota Jemaah Haji

Pariwisata Indonesia
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Himan Latief (Foto: Media PI/Dok. HO-Kemenag)

PariwisataIndonesia.ID – Kementerian Agama (Kemenag) mengatakan Indonesia tahun ini mendapat kuota haji sebesar 100.051 jemaah.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (5/5/2022). Ia menegaskan, besaran kuota haji reguler dan khusus sudah ditentukan sejak awal oleh Pemerintah Arab Saudi.

“Pemberian kuota haji tahun 1443 H/2022 M tidak dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu melalui penandatangan MoU antardua negara yang diwakilkan oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi dan Menteri Agama RI. Namun, kuota diberikan secara langsung oleh Pemerintah Arab Saudi melalui e-Haj,” ujar Hilman.

Menurutnya, penentuan kuota pada penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M ini bersifat mandatori atau given dari Pemerintah Arab Saudi, dalam hal ini Kementerian Haji Arab Saudi.

Sehingga, tidak ada ruang negosiasi dalam penentuan kuota karena tidak ada juga pembahasan MoU antarmenteri sebagaimana penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

“Pembagian kuota haji reguler dan khusus dilakukan mengikuti alokasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Secara sistem, melalui e-Haj, Pemerintah Arab Saudi membagi sebanyak 92.825 untuk jemaah haji reguler dan 7.226 untuk jemaah haji khusus,” terangnya.

Lebih lanjut, kata dia, penetapan kuota haji oleh Kerajaan Arab Saudi kala itu, disampaikan masih dalam suasana pandemi, yang kemudian diterbitkan pada pertengahan April lalu.

Dengan demikian, sambung Hilman, informasi kepastian kuota haji tahun ini sudah sangat mepet, karena biasanya pembahasan MoU sudah dilakukan sejak bulan Desember di tahun sebelumnya.

Hilman juga tak menampik soal prosentase kuota jemaah Indonesia yang ditetapkan  Saudi tidak persis 8%.

Meski ia mengeluhkan hal itu, di mana asumsi kuota tersebut merupakan hasil kesepakatan yang sempat dibahas bersama Kemenag dan DPR saat melakukan pembahasan BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) pertengahan April lalu.

“Namun kami tetap syukuri, tahun ini ada jemaah haji Indonesia yang bisa diberangkatkan ke tanah suci untuk ibadah haji,” imbuhnya.

Menyoroti pesan seruan yang disampaikan Hilman itu, lantaran kuota jemaah yang diterima Indonesia dari Saudi tahun ini lebih sedikit, maka meminta masyarakat dalam menanggapi pemberian kuota ini, tetap harus diterima dan disyukuri. Sebab Indonesia termasuk negara yang memperoleh kuota cukup banyak dibandingkan negara lain.

Seiring waktu yang kian hari semakin mepet, saat sekarang, Kemenag lebih fokus kepada persiapan layanan untuk jemaah haji Indonesia di dalam dan luar negeri.

Sambungnya, komunikasi dan koordinasi dengan mitra kita di luar negeri tetap akan terus berlanjut, baik dengan muassasah, syarikah maupun pemerintah di Saudi sambil mematangkan persiapan layanan jemaah Indonesia.

“Semoga kondisi segera normal sehingga tahun depan kuota haji juga kembali normal, baik reguler maupun haji khusus,” pungkasnya. (Ben/eh)