Garap Peluang di Sektor Pariwisata, Pelaku Bisnis Gelar Solo FBC Festival 2022

Pariwisata Indonesia, Ketua Indonesian Chef Association Solo dan sekitarnya Brian Wicaksono, Project Manager Solo Food Beverage and Chef (Solo FBC) Festival 2022 Carolyn Khoe, Jumpa Pers Solo FBC Festival 2022, Pelaksanaan Solo Food Beverage and Chef (atau Solo FBC) Festival dijadwalkan akan berlangsung pada 14-16 Oktober 2022 di De Tjolomadu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, PT Prima Visi Kreasindo, Media PVK Grup, Trippers, Situs Pariwisata Indonesia, Media Pariwisata Indonesia, Pariwisata Indonesia 2022, Garap Peluang di Sektor Pariwisata Pelaku Bisnis Gelar Solo FBC Festival 2022, Target realisasi transaksi Solo FBC Festival 2022 diharapkan mencapai Rp25 miliar, Pariwisata di Jawa Tengah
Project Manager Solo Food, Beverage, and Chef (Solo FBC) Festival 2022 Carolyn Khoe (dua dari kanan) saat Press Conference. (Foto: Media PI/Dok. SMSolo-Irfan Salafudin)

PariwisataIndonesia.id, Karanganyar – Pelaku bisnis hotel, restoran, dan kafe di Solo Raya, Jawa Tengah berupaya menggarap peluang di sektor pariwisata yang mulai bergeliat. Sebelumnya, sempat terpukul akibat pandemi COVID-19.

Hal tersebut disampaikan Ketua Indonesian Chef Association Solo dan sekitarnya Brian Wicaksono di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (13/8/2022).

Menurutnya, geliat pariwisata dan perekonomian di Kota Solo dan sekitarnya kini sudah mulai meningkat, diproyeksikan industri horeka (hotel, restoran dan kafe) tahun ini ikut terdongkrak dengan pesat.

Sejalan dengan hal tersebut, pihaknya akan kembali menggelar Solo Food, Beverage, and Chef (atau Solo FBC) Festival, pada 14-16 Oktober 2022 di De Tjolomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Malah katanya, pada tahun lalu, penjualan mesin untuk menunjang bisnis tersebut sudah mulai menggembirakan.

“Seperti misalnya penjualan alat mesin kopi sangat laris, pada festival tahun lalu mampu terjual sebanyak 200 unit, dengan harga setiap unitnya sekitar Rp50-80 juta,” terangnya, melansir dari situs ANTARA, Sabtu (13/8/2022).

Belum lagi penjualan mesin yang lain, lanjutnya, memperlihatkan bahwa sektor industri tersebut sudah kembali bergeliat.

“Dari situ kami lihat geliat industri FnB (food and beverage) mulai bangkit, khususnya industri horeka, progresnya lari cepat. Sudah mulai banyak pengusaha yang investasi lagi karena memang kondisi perekonomian membaik. Yang sebelumnya masih wait and see, sekarang sudah berani,” tambahnya.

Tahun ini merupakan penyelenggaraan acara yang kedua, selain itu ditargetkan untuk realisasi transaksi bisa mencapai Rp25 miliar. Angka ini, sambungnya, jauh lebih tinggi ketimbang tahun lalu yang mencapai Rp10 miliar.

Dalam kesempatan yang sama, Project Manager Solo FBC Festival 2022 Carolyn Khoe menambahkan, pameran kali ini akan melibatkan sekitar 60 peserta dari seluruh Indonesia.

“Targetnya untuk jumlah pengunjung bisa mencapai 8.000-10.000 pengunjung,” pungkasnya. (Dini)

× Hubungi kami