Media Pariwisata Indonesia: Hari Raya Galungan dan Kuningan Mulai dari Makanan hingga 10 Link Twibbon Galungan 2021

Yessy Diana beserta keluarga besarnya mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan Lan Kuningan Semeton Bali, Semoga kita semua selalu dalam lindungan Ida Sanghyang Widhi Wasa / Ilustrasi foto Tangkapan Layar YouTube/Yessy Diana

PariwisataIndonesia.ID – Hari Raya Galungan dan Hari Raya Kuningan merupakan dua hari raya yang saling terpaut satu sama lain adalah hari besar suci yang diperingati oleh umat Hindu, dan perayaan Galungan kali ini, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, yakni Rabu, 10 November, besok.

Baca juga :  Hari Raya Galungan dan Kuningan, Mau Tahu Bedanya?

Menurut, tatacara Hindu Bali dilangsungkan setiap 210 hari, dan perhitungannya didasarkan atas kalender Bali per bulannya 35 hari (atau enam bulan sekali atau setahun dirayakan dua kali, red).

Menilik pelaksanaan waktunya, kedua hari besar tersebut menetapkan hari perayaannya selalu tetap, yaitu Hari Raya Galungan digelar selalu hari Rabu Kliwon (atau hari Budha Kliwon Dungulan); dan Hari Raya Kuningan dirayakan setiap hari Sabtu Kliwon (atau Saniscara).

Melansir laman kemenag.go.id, penyuluh Agama Hindu PNS, Ketut Sukariati, S.Pd., mengurai secara rinci terkait makna perayaan hari raya Galungan dan Kuningan.

Ketut mengatakan, hari raya Kuningan bagian dari rangkaian pelaksanaan hari raya Galungan sebagai kemenangan Dharma (atau kebenaran) melawan Adharma (atau kejahatan), yang pemujaannya untuk ditujukan kepada para Dewa dan Pitara untuk turun melaksanakan penyucian serta mukti (menikmati sesaji yang dipersembahkan).

Ketut juga menjelaskan, penyelenggaraan upacara Hari Raya Galungan dilakukan pada pagi hari dan tidak dibenarkan dilaksanakan setelah matahari condong ke barat.

Dalam keterangannya, diungkapkan bahwa hal ini dikarenakan pada hari raya Kuningan, Ida Sanghyang Widhi Wasa memberkahi dunia dan umat manusia sejak jam 00:00 dini hari sampai jam 12:00 siang.

Mengapa hanya sampai jam 12 siang, dikarenakan energi alam semesta (panca mahabhuta: pertiwi, apah, bayu, teja, akasa) bangkit dari pagi hingga mencapai klimaksnya di bajeg surya (tengah hari).

Setelah lewat bajeg surya disebut masa pralina (pengembalian ke asalnya) pada masa itu energi alam semesta akan menurun dan pada saat sanghyang surya mesineb (malam hari) adalah saatnya beristirahat (tamasika kala).

Ditambahkannya, bila Galungan dirayakannya besok hari. Maka, 10 hari setelahnya dilangsungkan Hari Raya Kuningan. Persisnya, yakni pada hari Sabtu, 20 November, mendatang.

Sementara itu, menjelang perayaan hari agung yang penuh sakral tersebut, oleh masyarakat di Pulau Dewata menghadirkan ‘penjor’ sebagai rasa bakti mereka.

Redaksi Media Pariwisata Indonesia mencatat, hal tersebut menjadi perwujudan dari sikap rasa syukur dan ucapan terima kasih atas segala kemakmuran, maupun kesejahteraan yang diberikan oleh Ida Sang Hyang Widi Wasa pada umat manusia.

‘Penjor’ itu (atau batang bambu yang tinggi menjulang dan bentuknya melengkung. Lalu, dihiasi oleh berbagai bahan yang bersumber dari alam semesta, red), bila diperhatikan secara seksama. Maka, selain bambu terdapat jenis daun (plawa): janur, cemara, pakis aji dan andong.

Berikutnya, menyertakan buah-buahan dan umbi-umbian, seperti umbi ketela, pala gantung, buah kelapa, pisang, mentimun, jambu, jagung dan padi. Tak cuma itu saja, termasuk kue, tebu dan uang kepeng untuk mendukung pelaksanaan Hari Raya Galungan.

Menyoroti semaraknya ‘penjor’ ini, terpasang tidak hanya di depan pekarangan rumah. Tetapi, gedung perkantoran, ataupun tempat usaha, yang ditempatkan di sebelah kanan pintu masuk.

Kemudian, sanggah atau lengkung dari penjor dihadapkan dengan mengarah langsung ke jalan. Jika rumah menghadap ke Timur, maka penjor ditegakkan posisinya di sebelah Selatan.

I. Makanan yang kerap dihadirkan pada Hari Raya Galungan dan Hari Raya Kuningan

A. Makanan yang biasa disajikan pada Hari Raya Galungan

  1. Balung,
  2. Lawar,
  3. Brengkes,
  4. Be celeng,
  5. Jaja kaliadrem,
  6. Jaja uli dan tape ketan,
  7. Tum ayam,
  8. Jukut anes,
  9. Sate lilit babi/ayam.

B. Makanan yang biasa disajikan pada Hari Raya Kuningan

  1. Nasi bire (nasi warna kuning, red),
  2. Lawar,
  3. Dodol,
  4. Tape,
  5. Apem,
  6. Jaja uli,
  7. Pesor.

II. Tujuh Ucapan Hari Raya Galungan

Bagi Sobat Pariwisata Indonesia yang ingin memberi ucapan Hari Raya Galungan, berikut rangkuman redaksi disadur dari Wollipop dan CNN Indonesia.

  1. Rahajeng rahina Galungan 10 November 2021 Ian Kuningan 20 November 2021. Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa micayang kerahayuan. (Terjemahan: Selamat menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan kerahayuan).
  2. Rahajeng nyanggra rahina Galungan. Semoga Dharma selalu dekat dan Adharma dijauhkan dari kita.
  3. Rahajeng Rahina Galungan (Terjemahan: Selamat Hari Raya Galungan). Semoga di hari suci ini kita semua memperoleh berkat dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan Dharma (kebaikan), serta selalu menang melawan Adharma.
  4. Selamat merayakan Hari Suci Galungan. Semoga Dharma menang atas Adharma.
  5. Selamat merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan. Semoga kita selalu berada dalam lindungan Ida Swangh yang Widhi Wara.
  6. Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Semoga kebahagiaan dan kedamaian datang dari segala penjuru.
  7. Selama hidup dengan selalu melakukan perbuatan baik, maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya. Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan 2021!

III. Sepuluh Link Twibbon Galungan 2021

  1. https://www.twibbonize.com/harigalungandankuningan2021
  2. https://www.twibbonize.com/galungan-kuningan
  3. https://www.twibbonize.com/dewatwibbongalungandankuningan
  4. https://www.twibbonize.com/harigalunganlankuningan2021
  5. https://www.twibbonize.com/twibbonharirayagalungandankuningan2021
  6. https://www.twibbonize.com/kemenangandharma
  7. https://www.twibbonize.com/galunganbalijani
  8. https://www.twibbonize.com/giritohlangkirgalungankuningan
  9. https://www.twibbonize.com/kuningan-wedautama
  10. https://www.twibbonize.com/galunganku02

Di akhir tulisan, tetaplah bekerja di jalan Dharma. Diharapkan, melalui momentum perayaan hari Galungan, pikiran dapat menjadi suci dan bersih, serta semua pengaruh negatif dapat hilang.

Tak luput pula, Redaksi Pariwisata Indonesia mengucapkan selamat bagi mereka yang merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan!