Nowou Sesat, Rumah Adat di Lampung

Rumah Adat Lampung

Provinsi Lampung, sebelumnya sudah kita intip akan salah satu destinasi wisatanya dan kulinerannya, yuk sekarang kita intip tentang tentang rumah adatnya. Di setiap daerah memilik bangunan-bangunan adat yang juga datang dari proses asimilasi berbagai aspek budaya dengan kondisi alam yang ada. Seperti di provinsi ini memiliki rumah adat yang di kenal dengan sebutan Nowou Sesat. Rumah adat yang memiliki gaya bangunan berupa rumah panggung yang sarat akan simbol, filosofi, dan muatan budaya dari Provinsi Lampung ini.

Rumah tradisional Nowou Sesat ini, banyak dibangun dengan mengikuti aliran jalur utama perkampungan. Rumah adat ini terdiri dari bangunan musyawarah yang disebut Sesat atau bantaian. Bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal disebut dengan Lamban, Lambahana atau Nuwo. Tak ketinggalan bangunan tempat penyimpanan bahan makanan dan benda pusaka yang disebut Lamban Pamanohan. Dan bangunan ibadah yang disebut Mesjid, Mesigit, Surau, Rang Ngaji, Pok Ngajei.

Rumah adat-Lampung
Rumah adat-Lampung, foto: dekoruma.com

Di masa sekarang, rumah adat Nowou Sesat sudah banyak digantikan oleh rumah yang lebih modern. Namun di beberapa daerah di Lampung masih bisa ditemukan rumah adat Nowou Sesat ini, beberapa di antaranya adalah daerah berikut ini: Kampung Wana, Olokgading, Balambangan Pager, Kenali, Menggala, Talang Padang, dan kampung-kampung tua lainnya di Lampung masih dipertahankan oleh masyarakat setempat.

Rumah adat Nowou Sesat diyakini sebagai bentuk semangat keterbukaan, kekuatan, kenyamanan, dan keindahan yang dianut oleh masyarakat setempat. Pembagian bangunan dari rumah adat Nowou Sesat bersesuaian dengan fungsi hierarki dalam masyarakat adat Lampung. Rumah adat ini dibangun dengan menggunakan prinsip struktur sosial yang menyatu dengan kedaerahan yang ada.

Perkembangan rumah yang ada di provinsi Lampung banyak dipengaruhi dengan adanya perkembangan zaman. Utamanya dikarenakan adanya pengaruh dari Jawa. Akibat dari banyaknya pendatang yang datang dari Jawa ke Lampung.