Pelindung Diri Pemuda Aceh

Rencong, Salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Rencong Aceh

Nangroe Aceh Darussalam adalah salah satu provinsi yang menyimpan banyak kebudayaan. Selain terkenal sebagai ‘Serambi Mekkah’, provinsi ini juga terkenal dengan julukan ‘Tanah Rencong’.

Apa sih rencong dan kenapa identik dengan provinsi paling barat ini? Simak ulasannya di bawah, ya!

Pariwisata Indonesia

Rencong adalah senjata tajam sejenis belati yang berukuran 10-50 centimeter dan telah digunakan sejak masa Sultan Ali Mughayat Syah, pemimpin Kesultanan Aceh yang pertama. Wah, sudah lama sekali, ya? Selain sultan, Ulee Balang (pelayan sultan) dan masyarakat biasa juga kerap menggunakan rencong. Biasanya rencong diselipkan di pinggang pemiliknya.

Pada zaman dahulu, rencong digunakan sebagai senjata untuk melawan penjajah yang masuk ke wilayah Aceh. Selain sebagai senjata tradisional, rencong juga biasa digunakan dalam upaacara adat seperti pernikahan, peusijuk, hingga Tung Dara Baro atau unduh mantu. Tradisi penggunaan rencong dalam upacara adat tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Rencong juga menjadi atribut yang menunjukan simbol keberanian, kejantanan, ketangguhan, serta identitas sebagai pemuda Aceh.

Pariwisata Indonesia

Bagi masyarakat Aceh yang kental dengan agama Islam, bentuk rencong adalah wujud kata bismillah. Huruf ‘ba’ terlihat dari bentuk gagang yang menebal pada bagian sikunya. Huruf ‘syin’ terlihat pada lekukan gagang tempat menggenggam rencong. Huruf ‘mim’ terdapat pada pangkal besi yang menurun dan berbentuk lancip. Huruf ‘lam’ terlihat di pangkal gagang hingga bagian dekat ujung. Sedangkan huruf ‘ha’ ada di bagian bawah yang sedikit melekuk.

Jika berkunjung ke Museum Sejarah Aceh, Sobat Pariwisata bisa melihat rencong milik Kesultanan Aceh yang terbuat dari emas dan memiliki ukiran penggalan ayat Al-Qur’an. Bahan baku pembuatan rencong memang disesuaikan dengan tingkatan sosial di masyarakat. Para sultan akan menggunakan rencong yang terbuat dari emas dan bersarung gading. Sedangkan masyarakat lain menggunakan rencong yang terbuat dari perak, kuningan, atau besi putih dengan sarung yang terbuat dari kayu atau gading.

Pariwisata Indonesia

Selain bahan baku yang berbeda, rencong juga memiliki bentuk yang beragam. Ada Rencong Pudoi yang bentuk gagangnya belum sempurna, Rencong Meukure yang mata pisaunya diberi gambar hiasan, Rencong Meupocok yang memiliki pucuk emas di atas gagangnya, serta Rencong Meucugek yang gagangnya berbentuk 90 derajat.

Saat ini, Rencong telah menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Fungsinya pun bertambah yaitu sebagai souvenir khas bumi Seuramo Mekkah. Jika berminat untuk memiliki simbol kepahlawanan Aceh ini, Sobat Pariwisata bisa membelinya dengan harga mulai dari 20.000 rupiah. Cukup murah, kan? Tapi, pergunakan dengan bijak, ya!(Nita/RPI)