Pemerintah Buka Sekolah Tatap Muka, Dokter: Sekolah dan Orang Tua Wajib Menjaga Prokes Anak 

PARIWISATAINDONESIA.ID – Makuku Family sebagai brand ibu dan anak terkemuka menyoroti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada masa pandemi di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 dan 3 pada September 2021 ini.

Konsultan dokter spesialis anak dari Makuku Family, dr. Andreas menyadari metode belajar di rumah menimbulkan stress, tidak hanya pada anak tapi juga orang tua. Tapi untuk menggelar PTM sekarang, dr. Andreas melihatnya sebagai kebijakan yang terburu-buru.

Hal tersebut dikatakan saat webinar dengan tema “Menghadapi Sekolah Tatap Muka, Sudah Siapkah Parents?”.

“Keputusan PTM diambil pemerintah setelah melihat kasus positif dan angka kematiannya sudah turun. Tapi perlu diingat bahwa cakupan vaksinasi anak usia 12-18 tahun di Indonesia belum sampai 80 persen. Masalahnya lagi, ketersediaan fasilitas tes PCR di daerah belum sama banyaknya dengan di Jabodetabek. Ini harus hati-hati juga,” kata Andreas.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kesiapan sekolah. Dirinya mengatakan sekolah wajib menjaga prokes dan kesiapannya bukan cuma soal wastafel atau ruang kelas.

“Tapi kesiapan mental guru-guru menghadapi anak yang ricuh dan tidak mengikuti protokol kesehatan. Siapkah gurunya?” ucapnya.

Juga tidak kalah penting, pastikan semua sarana dan prasarana sekolah siap untuk kondisi darurat, misalnya ketika tiba-tiba ada anak yang demam saat di sekolah.

“Di pihak orang tua, juga harus memastikan anak selalu mematuhi protokol kesehatan. Bagaimana pakai maskernya, harus benar-benar diajari jangan cuma menyuruh,” tambahnya.

Sebagai tips, saat PTM sudah efektif berjalan, orang tua harus tahu gejala infeksi virus corona pada anak.

“Kasus covid-19 pada anak seringkali tidak langsung ketahuan seperti orang dewasa. Gejalanya ringan seperti tiba-tiba lemas, bahkan demamnya pun tidak terlalu tinggi. Ini yang perlu diperhatikan saat tatap muka nanti,” pungkasnya.

CEO Makuku Family, Mr. Jason Lee mengatakan webinar ini diperlukan untuk membantu para orang tua agar lebih siap menghadapi sekolah tatap muka, terutama dari segi kesehatan.

“Kita ingin sharing ke semua tentang informasi kesehatan. Terutama bagaimana cara kita mengurangi atau mencegah penyebaran covid-19 selama PTM,” kata Lee.

Salah satu pembicara, Influencer Zee Zee Shahab mengakui pembelajaran jarak jauh yang berlangsung hampir dua tahun ini bukan metode yang ideal. Meski belajar di rumah banyak kelemahan, bukan berarti Zee Zee sudah siap melepas anaknya kembali ke sekolah. Menurutnya, sekolah secara daring atau pembelajaran jarak jauh lebih baik.

Kalau anak SMP atau SMA mungkin sudah mengerti protokol kesehatan, bagaimana sosialisasi di masa pandemi. Tapi kalau SD belum waktunya ya, karena kalau ketemu teman-teman euforianya beda. Bisa langsung lepas masker dan lupa jaga jarak,” kata dia.

Kemudian Brand Representative Makuku Family, Chairunissa alias Icha mengatakan, terlepas apakah orang tua mengizinkan anaknya mengikuti PTM atau tidak, namun gaya hidup sehat harus menjadi prioritas, terlebih di saat pandemi.

“Salah satunya membawa peralatan makan minum sendiri. Tidak berbagi alat dengan orang lain,” kata Icha.

Terkait dengan itu, Makuku Family memiliki beragam produk dari berbagai brand yang dipilih dengan proses seleksi ketat, dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Jepang hingga Jerman. Salah satunya Rovco dan Alfresh sebagai salah satu produk unggulan Makuku Family.

Produk Alfresh dan Rovco, seperti tempat makan dan botol minum, memiliki kualitas premium dan berbahan food grade sehingga sangat aman digunakan untuk membawa bekal makan si kecil saat di sekolah. Makuku family juga memiliki beragam produk unggulan lain untuk ibu dan anak seperti diapers, susu formula, hingga vitamin untuk ibu dan anak. (Beben)