Pikat Wisatawan, Menteri Pariwisata Wishnutama Sarankan Borobudur Punya Masterplan Visual

sumber foto : kemenparekraf

Pariwisata Indonesia–Hai Gaaees!

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio memberikan saran agar masyarakat aktif dan bersemangat terlibat dalam upaya pengembangan destinasi wisata di sekitar tempat tinggalnya.

Salah satu yang disarankannya nih ya Gaaees, agar pengemasan masterplan suatu destinasi wisata dapat disusun secara menarik sehingga bisa membuat masyarakat tertarik mengembangkan tempat wisata tersebut.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menparekraf Wishnutama Kusubandio saat melakukan kunjungan kerja ke Destinasi Super Prioritas Borobudur dan sekitarnya beberapa waktu lalu.

Saat di DeLoano Glamping, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Menparekraf didampingi Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo beserta jajarannya yakni sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Kemenparekraf yang ikut serta dalam rombongan tersebut.

Mereka berdiskusi bersama pihak terkait termasuk pemerintah daerah sehubungan dengan telah ditetapkannya Borobudur sebagai bagian dari salah satu kawasan Destinasi Super Prioritas di Indonesia.

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita memaparkan gambaran Destinasi Super Prioritas Borobudur. Dia menjelaskan, Borobudur Highland akan menjadi suatu kawasan wisata yang lengkap dengan berbagai fasilitas.

“Ada villa, restoran, trek down hill, hingga amphitheater. Pembangunannya juga selaras dengan alam,” katanya.

Wishnutama mendengarkan dengan seksama. Namun dirinya memberikan masukan, agar rancangan induk atau masterplan suatu destinasi wisata ditampilkan dengan visual terbaik.

“Di setiap Badan Otorita dan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), saya mau untuk memberikan visualisasi terbaik. Tampilkan dengan 3D yang seolah nyata, supaya publik semangat,” katanya.

Masterplan yang hanya berupa angka-angka akan membuat publik susah mencerna, mau jadi seperti apa tempat wisata tersebut. Dengan visual terbaik, nantinya akan memberikan imajinasi dan gambaran yang jelas.

“Makin mudah terbayang atau makin mudah mengimajinasikan, maka publik makin ‘excited’. Dari gubernur sampai masyarakat setempat akan makin bersemangat untuk saling bekerja sama. Karena mereka tahu, oh nantinya kayak begini lho,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan suatu tempat wisata harus melibatkan masyarakat. Sebab, masyarakatnya sendiri yang akan menjadi pelaku wisata dan ekonomi kreatif. Masyarakatnya pula yang langsung merasakan pendapatan dari pariwisata./e