Rumah Krong Bade, Rumah Adat Masyarakat Aceh

Material bangunan untuk rumah Krong Bade dibangun menggunakan bahan-bahan yang diambil dari alam sekitar. Filosofinya kehidupan masyarakat Aceh sangat dekat dengan alam. Tahukah Sobat Pariwisata, Rumah Krong Bade adalah rumah adat yang sama sekali tidak menggunakan paku dalam pembangunannya, keren bukan?
Rumah adat aceh, kebudayaan aceh, rumah adat nusantara, rumat adat indonesia, rumah-rumah adat indonesia, budaya aDAT aCEH, RUMAH KRONG BADE, media pvk, pvk group, pariwisata indonesia, berita aceh, artikel aceh, cerita tentang aceh, nagro aceh

Hai Sobat Pariwisata, yuk menelisik lebih jauh tentang rumah adat Nusantara, salah satunya Rumah Krong Bade dari Provinsi Aceh. Selain itu Sobat, rumah adat ini memiliki panggilan lain yaitu rumoh Aceh. Tahukah Sobat Pariwisata, rumah Krong Bade sudah hampir punah. Sekarang sulit ditemui, gak seperti tahun 1980-an. Rumah Krong Bade ditinggali karena biaya pembuatan rumah modern jauh lebih murah dan mudah. Jika dibandingkan harus membangun Rumah Krong Bade ditambah biaya perawatan rumah berkonsep kayu mahal looh. Ditambah lagi dengan kemajuan zaman, dampak modernisasi bikin penghuni rumah lebih suka berkonsep mediteranian, dan berbau-bau asing. Pada akhirnya, kultur budaya kekhasan Aceh mulai luntur menyesuaikan gaya hidup pemilik rumah.

Rumah Krong Bade selain berfungsi sebagai identitas budaya tentunya ditempati sebagai rumah tinggal masyarakat Aceh. Konsep dalam Rumah Krong Bade memiliki ruangan dengan beragam fungsi. Yuk, cari tahu dalam rumah adat ini, ada apa aja yang jadi ciri khasnya. Simak, berikut ini:

1. Seuramoe-ukeu (Serambi Depan)

Bagian pertamanya adalah Seuramoe-ukeu. Ciri khasnya mirip sebagai serambi depan, ruang santai. Jika ada tamu datang maka diterima di ruangan ini.

2. Seuramoe-likoot (Serambi Belakang)

Pada bagian kedua, Seuramoe-likoot. Artinya Serambi Belakang. Tampak dibagian ruangan ini mirip dapur, tempat makan dan tempat keluarga kumpul. Tapi keluarga yang akrab dan kedekatan tak lagi berjarak sebab sudah tak ada kerahasian yang disembunyikan pemilik rumah.

3. Rumoh-Inong (Rumah Induk)

Bagian inti ada dibagian Rumoh-Inong. Artinya Rumah Induk. Ruangan pribadi, bersifat sangat khusus. Derajat tertinggi yang berkumpul dan tamu istimewa yang diterima disambutnya di bagian ini. Pemilik rumah cuma khususkan terima tamu agung yang dianggap istimewa terkesan formal dan serius. 

Jika pemilik rumah tingkat ekonominya mapan dan prestisius, derajatnya darah biru. Maka terlihat dari ornamen dan interior memberi kesan elegan, dan sedikit mewah. Ruangan tampak terpisah dan sangat beda dari semua ruangan. Bila diperhatikan lantai pada bagian ruangan ini, terdapat undakan yang tampak lebih tinggi dari serambi atau ruangan-ruangan lain.

4. Rumoh-dapu (Dapur)

Rumoh-Dapu artinya Rumah Dapur. Bagian rumah bersifat pribadi, khusus dan memberi kesan santai. Peruntukan untuk tamu keluarga dan kerabat. (Jika disandingkan dengan rumah tinggal saat ini, serupa maknanya dengan ruang keluarga untuk bersantai-santai. Semisal contohnya sebagai ruangan untuk nonton dan karaoke. Ruangan tengah kehadiran para tamu, gak bisa sembarang). Tamu yang datang terasa cair dan terbuka. Ada unsur kedekatan secara emosional, intim. Terkadang dibagian tengah atau di pojokan terdapat dapur bersih. 

Inti di bagian rumah Krong Bade juga ada dibagian ini. Rumah Dapur lebih intim dan kehangatan. Semuanya bisa santai tidak serius-serius banget. Mereka yang duduk-duduk dan berkumpul pembicaraan relax, hadirkan tawa dan keceriaan. Jika diperhatikan lantai pada bagian ruangan ini tidak bersekat, lepas. Ruangan terpisah dari ruangan utama. Perbedaan terlihat jelas pada ruangan Rumoh-Inong atau Rumah Induk. Fungsinya mirip-mirip dibedakan cuma dalam penerimaan tamu.

5. Seulasa (Teras)

Berbeda dengan serambi depan, Seulasa atau teras memiliki fungsi untuk menerima tamu di depan rumah tanpa harus masuk ke dalam. Teras bisa juga menjadi tempat untuk berkumpul di depan rumah sekaligus menikmati suasana bersama keluarga.

6. Kroong-padee (Lumbung Padi)

Untuk rumah yang berukuran lebih besar umumnya mempunyai sebuah Kroong-padee atau lumbung padi tersendiri. Sesuai dengan namanya, tempat ini digunakan untuk menyimpan suplai padi untuk dijual atau dimasak sendiri bersama keluarga. Selain itu ruangan ini juga biasanya dipakai untuk menyimpan alat penumbuk padi.

7. Keupaleh (Gerbang)

Rumah adat Krong Bade yang berukuran besar umumnya mempunyai sebuah Keupaleh atau gerbang. Gerbang ini juga berfungsi sebagai pembatas dari rumah menuju jalan utama.

8. Tamee (Tiang)

Pada rumah adat Krong Bade terdapat sebuah kayu perama yang ditancapkan pada tanah merupakan sebuah tanda dan akan dianggap sebagai tiang utama dari rumah adat tersebut. Tiang yang ada pada rumah adat mempunyai bahan utama dari kayu.

Salah satu ciri khas Krong Bade adalah posisinya yang berada sekitar 2,5 hingga 3 meter dari atas tanah. Hal ini dilakukan untuk melindungi pemilik rumah dari binatang buas serta banjir. Anak tangga sebagai penghubung ke pintu masuk, dibuat berjumlah ganjil sekitar 7 atau 9. Hal ini sebagai simbol kereligiusan.

Dengan tingginya lantai rumah, maka akan terdapat ruangan dib bagian bawah. Selain sebagai gudang penyimpanan hasil panen dan alat penumbuk padi, ruangan bisa juga digunakan kaum peerempuan untuk membuat kain khas Aceh.

Setiap Rumah Krong Bade memiliki ukiran yang berbeda-beda. Banyaknya ukiran melambangkan kondisi ekonomi keluarga tersebut. Selain itu, ukiran tersebut juga berhubungan dengan status sosial pemilik rumah.

Istimewanya rumah adat ini terdapat pada proses pembuatan. Ada beberapa tahapan yang dilakukan, seperti musyawarah, penentuan hari, kenduri, hingga pemilihan bahan. Pohon yang dipilih harus merupakan kayu yang tahan lama. Selain itu, pohon juga tidak boleh dipotong hingga akar agar bisa tumbuh kembali.

Material bangunan untuk rumah Krong Bade dibangun menggunakan bahan-bahan yang diambil dari alam sekitar. Filosofinya kehidupan masyarakat Aceh sangat dekat dengan alam. Tahukah Sobat Pariwisata, Rumah Krong Bade adalah rumah adat yang sama sekali tidak menggunakan paku dalam pembangunannya, keren bukan?

Sobat Pariwisata penasaran dengan rumah ini? Saat berkunjung ke Nangroe Aceh Darussalam, jangan lupa mampir di Rumah Krong Bade, ya! (Nita/Kusmanto)