Tari Sekapur Sirih, Tarian Adat Jambi

Tarian Sekapur Sirih, Jambi

Provinsi Jambi, selain memiliki destinasi wisata yang cantik dan menatik untuk dikunjungi, serta wisata kulinernya yang lezat dan nikmat. Provinsi ini juga memiliki tarian adat yang menjadi ciri khas untuk menyambut kedatangan para tamu besar saat datang ke Kota Jambi, yang di kenal dengan Tari Sekapur Sirih.

Tarian ini adalah kesenian adat Jambi yang mempunyai maksud sebagai ucapan selamat datang untuk para tamu besar. Sekapur sirih diciptakan oleh Firdaus Chatab pada tahun 1962 silam. Selepas itu pada tahun 1967 tarian ini kembali ditata ulang oleh OK Hendri BA, hal ini juga merubah fungsi dari tarian ini yang pada akhirnya menjadi sebuah ekspresi, sebuah perasaan lapang sekaligus terbuka yang ada pada masyarakat Jambi. Untuk para tamu yang sedang berkunjung ke daerah tersebut.

Tarian Sekapur Sirih
Tari Sekapur Sirih, foto: flickr.com

Biasanya dipertunjukkan oleh 9 orang penari wanita dan juga 3 penari pria. Diantara para penari tersebut ada salah satu diantara mereka yang memegang payung, 2 orang menjadi pengawal dan sisanya akan menari. Tarian ini memiliki variasi yang cukup banyak, yang mana pada awalnya dijadikan sebagai tari persembahan kemudian menjadi tari penyambutan.

Tari Sekapur Sirih
Tari Sekapur Sirih, foto: youtube.com

Seiring dengan perkembangannya, tarian ini bisa ditarikan secara berpasangan. Beberapa gerakan pada tarian khas Jambi ini diantaranya adalah merentang kepak, gerakan melenggang, sembah tinggi, berhias menggunakan cincin, bedak, gelang, calak dan gincu. Setelah itu ada juga gerakan berputar setengah, dan berputar penuh.

Para penari biasanya juga menggunakan beberapa properti seperti cerano atau wadah berisi dauh sirih, kerus, dan payung. Sedangkan untuk busana yang digunakan, para penari menggunakan baju kurung khas Jambi yang dan diiringi dengan lagu rakyat Jeruk Purut, biola, akordion berlanggam melayu, gong, gambus, dan gendang.

Tentu sangat menarik dan mengasyikan saat kita menyaksikan tarian ini secara langsung. Buat kamu yang ingin datang ke kota Jambi dan ingin melihat langsung tarian ini, tunggu sampai virus corona sudah hilang dari bumi Indonesia yaa!