Toleran Itu yang Kayak Gimana Sih? Ayu Ungkap 4 Jenis Toleransi Versi Milenial

Memupuk sikap toleransi, milenial perlu mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk memulai percakapan seputar toleransi, mempertanyakan stereotip, menciptakan rasa kebangsaan, dan mewakilkan suara-suara yang belum terdengar.
Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Group,#PARIWISATAINDONESIAOFFICIAL,IDNTIMES,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MEMUPUK TOLERANSI,PARIWISATA INDONESIA,PERBEDAAN ITU INDAH JADI JANGAN SALING MEMBENCI,TOLERAN ITU YANG KAYAK GIMANA SIH?,UNILEVER UNTUK INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Toleransi di Kalangan Generasi Milenial Foto: Shutterstock

PariwisataIndonesia.id – Terungkap, ini pertanyaan seru yang terkadang menjebak. Bermain sambil berpikir, “Orang yang toleran itu yang kayak gimana sih?”

Dalam webinar hasil kerjasama @IDNTimes x @unileveridn x @toleransi.id, berhasil membuat formula jawaban secara paripurna dari pertanyaan sensitif tersebut. Berikut rangkumannya!

Upaya kita dalam memupuk toleransi, maka generasi milenial patut mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk memulai percakapan seputar toleransi; mempertanyakan stereotip; menciptakan rasa kebangsaan; dan mewakilkan suara-suara yang belum terdengar.

Setiap tipe milenial mengaku terbuka dan mentolerir berbagai perbedaan, namun acapkali milenial memiliki cara sendiri-sendiri dalam mengapresiasi perbedaan.

Staf Khusus Presiden RI dan Co-Founder Toleransi.id, Ayu Kartika Dewi memberikan pendapat bahwa untuk menjadi toleran, ada beberapa modal dasar yang dibutuhkan generasi milenial.

“Generasi muda alias milenial harus punya pemikiran yang kritis sehingga tak mudah terpengaruh arus informasi yang belum jelas kebenarannya. Mereka juga perlu memiliki rasa empati yang hanya bisa didapat jika mereka melakukan interaksi langsung dengan orang-orang yang berbeda dengan dirinya,” ucap Ayu seperti dikutip PariwisataIndonesia.id dari tayangan YouTube IDN Media, Senin (7/6).

Tangkapan Layar Website Toleransi

Menurut Ayu, memupuk sikap toleransi adalah perilaku baik yang patut dicontoh.

Oleh karenanya, melalui tayangan itu mengajak semua pihak mari secara intensional dan berkelanjutan turut menggemakan “bangkitkan semangat toleransi” agar menggerakkan aksi spontanitas menuju Indonesia yang lebih damai.

Tak cukup itu saja, sambung Ayu yang memaparkan toleransi di era milenial dapat dikelompokkan menjadi empat jenis.

Berikut jenis toleransi di kalangan milenial :

  1. Membiarkan perbedaan Saling menghargai dengan tidak mempermasalahkan sesuatu yang berbeda. Bahkan cenderung tidak menyadari perbedaan tersebut karena tidak mengusik kehidupan milenial. Mereka bisa melebur dan menyatu dengan perbedaan yang ada. Misalnya perbedaan antar ras, suku, cara makan cara bicara yang tidak dipersoalkan oleh anak muda. Dengan membiarkan perbedaan yang nampak, itu adalah bentuk toleransi yang dilakukan milenial tanpa memandang perbedaan.
  2. Menyenangi perbedaan Milenial yang menyadari perbedaan tanpa membenci satu sama lain adalah bentuk toleransi. Misalnya dalam melihat seseorang yang fisiknya berbeda, mereka akan cenderung melihat kelebihan dan keunikan dari perbedaan tersebut.
  3. Merayakan perbedaan Ikut menyambut dan merayakan perbedaan tanpa risau. Misalnya, milenial muslim membantu teman menghiasi pohon Natal. Lalu ikut mengucapkan Idul Fitri meskipun terlahir Budha di pesan WhatsApp pada teman muslim.
  4. Melindungi perbedaaan Tidak menuntut semua orang harus sama. Bahkan, perbedaan itu harus di jaga. Milenial yang bertoleransi tidak akan beranggapan perbedaan seseorang sebagai sesuatu yang aneh. Mereka tidak akan memaksakan perbedaan tersebut untuk leyap. Justru, mereka akan melindungi perbedaan tersebut.

Hal lain yang bisa dikulik dari tayangan tersebut, “Tidak semua orang seperti saya ketika menyantap bubur ayam lebih suka tidak diaduk dan perbedaan itu menjadi hal yang dinamika,” cerita Ayu.

Teka-teki logis yang seru dan menjebak, bikin otak mikir keras. Cara paling nikmat melahap bubur, masih berdebat diaduk atau malah serupa dengan Ayu?

Untuk informasi lebih lanjut terkait “memupuk toleransi” dapat diakses melalui website Toleransi. (MU/Eh)

#unileveruntukindonesia #IDNTimes #unileveridn #toleransi.id #pariwisataindonesiaofficial #mediapvkgroup