Kemilau Jembatan Ampera Terfavorit! Wisata Penuh Historis dan Sabet Anugerah Penghargaan PVK Award

Mega proyek Presiden Soekarno sukses membangun Jembatan Ampera, jembatan termegah dengan teknologi canggih menyertai di zaman itu. Sekaligus, jembatan pertama di Indonesia. Jembatan membumbung perkasa, menjulang di atas sungai musi! Sempat menjadi jembatan terpanjang di Asia Tenggara. Di kala malam hari, pemandangan Jembatan Ampera semakin indah dan sedap dipandang mata. Menyuguhkan kilau gemerlap dari lampu-lampu yang menghiasi, memberikan kesan cantik, eksotik dan elegan. Ulasan lengkap Jembatan Ampera, baca dengan klik berita berikut.
Berita Kemenparekraf, Berita Pariwisata Indonesia, Pariwisata, Histori Jembatan Ampera, Indonesia Tourism, jembatan ampere, Indonesia Jembatan Termegah Pertama di Indonesia, jembatan pertama di Indonesia, Pariwisata Kota Palembang, Situs Pariwisata Indonesia, Website Pariwisata Indonesia, Umi Kalsum Founder PVK dan Media PVK, Ikon Kota Palembang
Dokumen Jembatan Ampera

PariwisataIndonesia.id – Jembatan Ampera adalah ikon kota Palembang, ibukota dari provinsi Sumatera Selatan. Kota ini juga dikenal dengan sebutan Bumi Sriwijaya.

Nama Bumi Sriwijaya tak bisa dilepaskan dari sejarah masa lalu. Salah satu, kerajaan yang memiliki kekuatan armada laut yang diperhitungkan di jagat nusantara bernama kerajaan Sriwijaya.

Kemahsyuran kerajaan beragama Budha berasal dari abad ke-7 masehi terletak di tepian sungai musi, Palembang.

Masa keemasaan Sriwijaya memiliki wilayah kekuasaan meliputi Sumatera Selatan, Pulau Bangka, Lampung, dan Jambi. Sepak terjang kekuatan maritim kerajaan sampai ke wilayah Semenanjung Malaya dan India Timur.

Nama ‘Ampera’ kepanjangan dari Amanat Penderitaan Rakyat.

Kehadiran jembatan untuk menghubungkan dua kawasan seberang ilir dan seberang ulu. Keduanya dipisahkan oleh sungai musi.

Sebagai pengantar kemilau Jembatan Ampera, berikut ini satu foto sempurna dari unggahan di instagram milik netizen bernama @estaniacindy.

Berlatar Jembatan Ampera di malam hari visualnya menakjubkan dan tertulis dalam foto, “Semoga Allah senantiasa, memberikah kesehatan dan pintu berkahnya kepada Ibunda tercinta. Aamiin Ya Rabb.” Lanjut dalam tulisan, “I love you Mama.” Ini fotonya, Sob!

Jembatan yang tampak perkasa menjulang di atas sungai musi dan sempat menjadi jembatan terpanjang di Asia Tenggara. Diresmikan oleh Bung Karno pada 12 November 1965, bertepatan dengan serangkaian peringatan Hari Pahlawan ke 20.

Presiden Soekarno sukses membangun infrastruktur dengan teknologi canggih dan termegah di zaman itu. Memiliki panjang bentangan 1117 meter, lebar 22 meter, dan tinggi 63 meter.

Mega proyek ini memakai sistem persinyalan yang diatur dari sebuah pos berjarak cukup jauh.

Pemasangan tiang pancang jembatan pertama di Indonesia, dilakukan pada 10 April 1962. Saat itu, Bung Karno menargetkan pembangunan selesai tahun 1964. Namun, baru bisa diresmikan 30 September 1965.

Pemerintah menunjuk Fuji Mobil Manufacturing Co., Ltd sebagai pembuat desain dan konstruksi.

Rancang bangun pada bagian tengah bisa terangkat untuk memudahkan kapal besar berukuran 60 meter, tinggi maksimum 44,50 meter lewat hilir mudik mengarungi. Kontruksi jembatan menerapkan sistem hidrolik.

Pengoperasian naik turun jembatan, dibantu petugas jaga dan dua pemberat yang terletak di bagian sisi kiri dan kanan.

Bobot bandul ini, beratnya masing-masing 500 ton. Pergerakan turun naik bentangan jembatan terbuka secara penuh, membutuhkan kecepatan 10 meter per menit (atau butuh 30 menit).

Sementara dalam keadaan normal jika jembatan membentang, tinggi kapal maksimum yang bisa melewati Jembatan Ampera cuma 9 meter dari permukaan air sungai.

Namun, tahun 1970 bagian tengah Jembatan Ampera tak lagi bisa seperti dulu. Butuh waktu lama jembatan terbuka dan mengganggu arus lalu lintas di atasnya.

Faktor lain, sudah tidak ada kapal-kapal berbobot besar lewat hilir mudik di bawah jembatan. Tahun 1990, kedua bandul yang terletak di menara Jembatan Ampera diturunkan dengan alasan faktor keamanan.

Terungkap fakta jembatan kebanggaan masyarakat Palembang, berkat peran ayahanda tercinta “Presiden Indonesia yang kelima” atau presiden wanita Indonesia pertama yang akrab disebut “Mbak Mega”, namun ide pembangunan jembatan sudah ada sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda di tahun 1906.

Dikatakan Dedi Irwanto Muhammad Santun dalam bukunya di halaman 223, yang bersumber dari kumpulan berita harian nasional kala itu.

Kemegahan Jembatan Ampera (Foto: Instagram @Umi Kalsum)

Pesan dalam buku, memberikan makna “Presiden Pertama RI” membangun Palembang adalah membangun Indonesia.

Kehadiran Jembatan Ampera tak cuma kebutuhan masyarakat Palembang melainkan seluruh Indonesia.

Ditulis dalam buku itu juga, jembatan ini menjadi pembawa semangat kepahlawanan bangsa sebagai harapan “simbol pemersatu bangsa”.

Melengkapi paripurna sejarah pembangunan Jembatan Ampera dibenarkan sejarawan Palembang, Kemas A.R Panji. Dia adalah Tokoh Palembang mengamini dan kerap mengisi tulisan di laman kompasiana.com.

Menurutnya, Bung Karno meresmikan Jembatan Ampera pada bulan November bertepatan hari Pahlawan dan menyempatkan berlayar di sungai musi sekaligus meninjau proyek pembangunan jembatan. Lawatan tersebut, tulisnya, terjadi pada tahun 1960.

Jembatan Ampera, Tiga Kali Berganti Nama

Jembatan Musi, Jembatan Soekarno dan Jembatan Ampera.

Jembatan Ampera, Tiga Kali Berganti Warna

Semula warna abu-abu, tahun 1992 warna kuning dan tahun 2002 hingga hari ini berwarna merah.

Fakta lain, jembatan nan cantik ini juga pernah diremajakan. Tahun 1981, pernah direnovasi untuk memperkokoh bentangan jembatan.

Kementerian PUPR turut menambah kemolekan Jembatan Ampera dengan melekatkan jam analog seberat 200 kg dan berdiameter 5,5 meter.

Jam raksasa ini ditempatkan pada menara jembatan, di wilayah sisi ilir dan ulu.

Kala malam hari, pemandangan Jembatan Ampera semakin indah dan sedap dipandang mata.

Menyuguhkan kilau gemerlap dari lampu-lampu yang menghiasi Jembatan Ampera, sungguh eksotik. Tentunya memberikan kesan cantik dan elegan pada jembatan.

Banyak wisatawan menceritakan selesai cekrekcekrek, untuk mengabadikan momen bahagia berlatar Jembatan Ampera, tampak visual jepretan di malam mirip eksotika Venesia di Italia.

Dari atas jembatan, terlihat jelas Benteng Kuto Besak, masih berdiri kokoh. Jangan heran, jika tiap orang berpendapat, ke Palembang belum lengkap kalau belum menyaksikan keindahan Jembatan Ampera.

Jembatan Ampera Kota Palembang dianugerahi penghargaan sebagai Destinasi Wisata Terfavorit di Indonesia Tahun 2020.

Selamat dan Sukses kepada Kota Palembang sebagai Penerima Anugerah Penghargaan PVK Award 2020 atas terpilihnya Jembatan Ampera Kota Palembang sebagai Destinasi Wisata Terfavorit di Indonesia Tahun 2020 berdasarkan survey pembaca Media PVK Grup.

Sobat Pariwisata Indonesia ingin komen tentang kemegahan Jembatan Ampera. Tulis saran dan pendapat di kolom komentar yang ada di bawah ini. Yuk, berbagi cerita. Sungguh indah dan cantiknya Indonesia.

Follow: @pariwisataindonesiaofficial, #pariwisataindonesiaofficial
(Kusm/Eh/Ayu)