Menang VS Covid-19, Ini Kuncinya

,” Adaptasi Kebiasaan Baru, Pariwisata Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum, Presiden Jokowi, Presiden Joko Widodo, presiden joko widodo,umi kalsum founder dan ceo media pvk grup,JIKA COVID-19 TIDAK HILANG BEGINI HIDUP BERSAMA COVID-19 SAAT INI,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Presiden Joko Widodo saat mendukung kampanye nasional "Jangan Kendor! Disiplin Pakai Masker" (Dok.Humas Menkominfo)

PariwisataIndonesia.ID – Redaksi mengajak pembaca www.pariwisataindonesia.id untuk mendukung program pemerintah dengan disiplin menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat dan sudah divaksin.

Hal tersebut, terkait pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level di Jawa-dan Bali yang berakhir hari ini.

Diperpanjang lagikah? Nantikan keputusan resminya, sebentar lagi.

Upaya tersebut, tentu bukan tanpa alasan. Salah satu alasan sederhananya, pasti sudah merindukan untuk hidup normal.

Menjalankan rutinitas seperti sebelum pandemi Covid-19, mau dong?

Untuk itu, pastikan disiplin diri dan ingatkan keluarga di rumah menerapkan program “5-M” sebagai kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, agar kita bisa berdamai hidup bersama wabah Corona.

Indonesia harus menang melawan Covid-19, tidak terus-terusan jadi bulanan si “virus” menyebalkan ini.

Apa tips hidup damai bersama Covid-19? Lakukan adaptasi kebiasaan baru, disiplin patuhi program 5-M berikut :

  1. Mencuci Tangan
  2. Memakai Masker
  3. Menjaga Jarak
  4. Menjauhi Kerumunan
  5. Mengurangi Mobilitas

Mari putus rantai penyebaran virus Covid-19 dengan menggalang sikap disiplin personal maupun kolektif untuk menerapkan prosedur kesehatan sebagai bagian dari budaya, dan gaya hidup tatanan sosial baru.

Mengabaikan budaya saling tolong-menolong antar sesama adalah sikap tidak terpuji. Padahal, jika menerapkan disiplin kolektif dan mengedepankan prinsip tolong menolong dapat menekan laju penyebaran mata rantai Covid-19. Bukan cuma menolong dirinya sendiri, tetapi orang lain pun terhindar.

Akankah rantai penyebaran pandemi dampak dari Virus Covid-19, cuma dengan menunggu, berdiam diri, berharap semua lekas selesai dengan membiarkan pemerintah bekerja sendiri? Jawabannya, tidak!

Lakukan pola hidup sehat dan terapkan 5-M. Jangan abaikan prosedur kesehatan!

Meski begitu, diakui ini butuh komunikasi semua pihak. Oleh karenanya, artikel kali ini, mengajak untuk menerapkan adaptasi kebiasaan hidup baru dilakukan sebagai bagian dari tatanan sosial baru ke masyarakat terkait pencegahan Covid-19 lebih meluas lagi.

Saat sekarang, pandemi global memberikan sebuah tantangan. Berapa banyak lagi korban harus berjatuhan?

Lalu berharap wabah Corona bisa lekas berlalu tanpa usaha secara masif. mungkinkah?

Solusinya, terapkan adaptasi kebiasaan baru “5-M” berbingkai solidaritas sosial, mengajak kesadaran bersama untuk berbuat hal yang menginspirasi satu sama lain.

Dalam menyampaikan pesan tujuan pelaksanan Prokes melalui “5-M” redaksi kembali menyematkan “TUJUH” unggahan dari akun instagram sejumlah tokoh di Indonesia yang bisa dijadikan sebagai role model dalam adaptasi kebiasaan baru.

Yuk, jadikan sebagai bagian dari budaya, dan gaya hidup tatanan sosial baru saat ini. Jangan lupa, like dan follow serta kepoin instagram mereka. Keren, loh!

Pejabat Tinggi Negara: Adaptasi Kebiasaan Baru

Namun, perubahan menuju adaptasi kebiasaan hidup baru, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Disiplin patuhi “5-M” secara kolektif akan sederhana dan mudah jika tumbuh kesadaran bersama. Semua elemen masyarakat sejatinya bergotong royong, bersinergi, bekerja menyelesaikan persoalan besar ini.

Sukses dan keberhasilan pengendalian Covid-19, juga ditentukan oleh kedisiplinan dalam menerapkan Prokes di masyarakat.

Kita semua wajib bersikap optimis, mari hadapi dan kendalikan Covid-19, jangan lagi mengandalkan peran pemerintah semata. Pandemi musuh kita bersama, semua pihak diharapkan terlibat dan lakukan disiplin diri. Mari galang kekuatan. Bersatu hadapi pandemi. Mulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah.

Tiap kepala rumah tangga punya tanggung jawab untuk melindungi anggota keluarga, di lingkungan tingkat rukun tetangga hingga ke RW, kelurahan-kelurahan, kecamatan hingga lebih luas ke tingkat provinsi.

Buat catatan, bila di daerah Anda sudah dicabut PPKM level berserinya, bukan berarti bebas untuk tidak menerapkan “5-M”, tunggu keputusan pemerintah bahwa warga Indonesia bebas hidup berdampingan dengan si “Covid-19” yang “[memuakkan]” ini.

Tokoh Publik: Adaptasi Kebiasaan Baru

Ayo tuntaskan, selesaikan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Diimbau, baik secara personal maupun kolektif agar terhindar dari pandemi Covid-19. Caranya? Disiplin patuhi 5-M!

Saatnya buat Anda menjadi pelopor adaptasi kebiasaan baru.

Demikian pesan ini disampaikan.