PariwisataIndonesia.id – Tamu yang datang ke Zona Merah kebanyakan memakai mobil, motor, dan ada pula yang secara sengaja, malah ingin berjalan kaki ke rumah makan yang menyuguguhkan aneka menu makanan khas tradisional masakan ala Sunda, Jawa Barat.
Baca juga : Mengenal Generasi Kedua Zona Merah, Rumah Makan Khas Sunda yang Namanya Sudah Populer di Bandung
Dikatakan oleh pria yang dikaruniai nama singkat, Taufik bahwa profil pembeli Zona Merah beragam, mulai dari pekerja kantoran, keluarga dan lebih sering pasangan muda.
Dia menambahkan, ada juga tamu-tamu khusus, kata Taufik, mereka itu pelanggan loyal Zona Merah.
Pembeli tersebut datang tak sekedar makan tapi bernostalgia sambil tunjuk tempat favoritnya yang datang ke Bandung dan menginap di hotel dekat warung Zona Merah, “dan nggak order makanan seperti pembeli kebanyakan.”
Datangnya cuma mengenang masa lalu, makannya, “cuma beli ini dan itu,” tunjuk Taufik.
Taufik merinci pelanggan spesialnya, di antaranya, pengunjung bernama Arfan dan Anggi, yang keduanya terlihat datang bersama dengan pasangannya.
Seiring jalan, pelanggan tersebut telah berkeluarga dan saat ke Zona Merah, datangnya tak lagi bersama dengan pasangannya, tapi juga mengajak anak-anaknya. Hebatnya lagi, peristiwa yang terpantau PariwisataIndonesia.ID terjadi saat jam sudah menunjukkan pukul 3.59 WIB.
Tak terasa, Udara dingin menyelimuti kawasan kota Paris Van Java dan liputan dini hari ini ditutup dengan bertanya, apa keinginannya yang belum tercapai? Taufik menjawabnya, ia ingin Zona Merah memiliki cabang di berbagai tempat di Indonesia.
Harapan berikutnya, meminta perhatian pemerintah untuk mendorong agar memperhatikan usahanya yang tak lain juga merupakan pelaku UMKM, Taufik juga berharap, semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Dengan begitu, kata dia, Zona Merah bisa kembali normal seperti dulu lagi.
Dalam prinsip hidupnya, bisnis keluarga adalah prioritas, “usaha harus tetap berjalan, sekalipun keadaan kian hari semakin sepi di tengah pandemi. Tak perlu khawatir dengan rezeki. Rezeki selain sudah diatur, juga sudah dibagi dengan adil. Saya hanya yakin kepada Tuhan,” tutupnya.
Dia adalah mantunya Ibu Nolis, yang tersingkap saat diwawancarai PariwisataIndonesia.ID di Bandung, Minggu (2/5/2021) dini hari, bahwa Taufik ternyata menantu yang disayang mertua.
Berikut profil lengkap Taufik, adalah generasi kedua selaku penerus usaha kuliner keluarga dan sosoknya merupakan nahkoda rumah makan bernama Zona Merah di kota kembang ini.
Nama: Taufik
Pekerjaan: Pengusaha Warung Makan Zona Merah
Owner Resep Sang Mertua: Deddy Sutardi dan Nolis Suryani
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 19 Oktober 1986
Orangtua: Sujadi Siregar dan Agus Setiawati.
Pendidikan: Sarjana Hukum dari Kampus Mpu Tantular
Anak: Jona Maulana Alkadri, Mirzha Abyan Maulana, Maudy Saffa Kirana
Istri: Yanti Rizka Yulianti Suryani
Hobi: Pembela Kebenaran, Dagang, Musik dan Traveling.
HP: 0812-4634-2335






































Leave a Reply