Pertunjukan PKN 2020 Resmi Dibuka

Pertunjukan Pekan Kebudayaan Nasional 2020 diselenggarakan dalam format virtual dan secara resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 31 Oktober 2020. Pagelaran Seni Budaya Kolosal menyuguhkan kolaborasi tarian nusantara, hasil karya para seniman dan budayawan Indonesia. Simak ulasannya!
Berita PKN 2020, Berita Presiden Jokowi, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid, Kemendikbud RI, Umi Kalsum Founder Media PVK Grup, Media PVK, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim, Pariwisata Indonesia, Pekan Kebudayaan Nasional 2020, Pekan Kebudayaan Nasional 2020 Resmi Dibuka, Pekan Kebudayaan Nasional 2020 secara Daring, Presiden Jokowi Buka PKN 2020 secara Daring
Pertunjukan PKN 2020 Resmi Dibuka

PariwisataIndonesia.id – Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) Tahun 2020 adalah agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai wujud implementasi dari agenda strategi pemajuan kebudayaan yang telah disepakati dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, yaitu menyediakan ruang bagi keberagaman ekspresi budaya, serta mendorong interaksi budaya guna memperkuat kebudayaan yang inklusif.

Pertunjukan PKN 2020 diselenggarakan dalam format virtual dan secara resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 31 Oktober 2020. Pagelaran pertunjukan kolosal menyuguhkan kolaborasi tarian nusantara, hasil karya seniman dan budayawan Indonesia.

Baca Juga:  Jokowi Apresiasi PKN 2020 Bagus, Pagelaran Kolosal Seni Budaya Indonesia Spektakuler Resmi Dibuka

Napas Bumi Kearifan Budaya Indonesia membangunkan nafas bumi untuk mengalahkan semua tantangan kehidupan. Karena Tradisi Indonesia adalah benteng ketahanan yang luar biasa yang mampu memberikan kekuatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tentang PKN Tahun 2020

Kongres Kebudayaan Indonesia pada 2018 telah menghasilkan sebuah resolusi penting yakni penyelenggaraan event kebudayaan bertaraf nasional sebagai ruang dialog dan ekspresi pemajuan kebudayaan. Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) yang diselenggarakan pertama kalinya pada 7-11 Oktober 2019 adalah langkah konkrit dari resolusi tersebut.

PKN adalah upaya negara dan masyarakat di dalam membangun wadah kerja bersama untuk melahirkan ruang-ruang keragaman berekspresi, dialog antar-budaya, serta inisiatif dan partisipasi inovatif yang dikelola secara berjenjang dari Desa hingga ke Ibukota. Di dalamnya terdapat rangkaian kegiatan yang ditujukan untuk memfasilitasi ekosistem kebudayaan sebagai garda terdepan dalam pemajuan kebudayaan Indonesia.

Tema yang diangkat PKN 2020 berangkat dari kondisi COVID-19 yang membawa tantangan sekaligus juga wilayah refleksi serta inovasi tersebut. Maka bertemulah kita pada khazanah kekayaan budaya nusantara. Protokol-protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah dan WHO memiliki banyak kaitan dengan akar tradisi sehat di nusantara.

Tradisi mencuci tangan, tradisi tolak bala, tradisi mengisolasi diri, tradisi bersih desa, semuanya mengajarkan tentang relasi manusia dengan alam dan pengaruhnya kemudian pada kesehatan dan kekuatan tubuh manusia dan lingkungan sosialnya. Relasi itu pula yang melahirkan macam-macam pengetahuan tentang bagaimana mengolah, merawat, dan memuliakan alam dan sang Pencipta.

Dari sana lahir kemudian ragam pangan dan pengolahan pangan, ragam pakaian dari ilmu simpul-ikat serat-serat tanaman, ragam bangunan dan sarana transportasi, sampai dengan ragam ekspresi artistik. Singkatnya, semua yang diwariskan oleh nenek-moyang kita ditujukan untuk menyehatkan, memperkuat, dan akhirnya menjaga keseimbangan serta memuliakan manusia dan alam.

Maka, PKN 2020 diselenggarakan di bawah Tema Utama “Ruang Bersama Indonesia Bahagia” dengan narasi yang menekankan pada “penguatan tubuh dalam perspektif kebudayaan” (Culture Resilience). Di bawah tema ini, PKN 2020 hendak memberikan ruang ekpresi seni dan budaya kepada masyarakat serta sekaligus menggerakkan ekonomi budaya di tengah pandemi covid-19.

Baca Juga: Jokowi: Tidak Boleh Menyerah Tetap Semangat Berkarya di Tengah Pandemi

Upaya gigih menyelenggarakan event ini adalah juga bukti keberpihakkan kepada seniman dan pekerja seni di dalam keadaan yang penuh kemungkinan baru, penuh kenormalan baru ini. Dan dengan diselenggarakannya secara daring, PKN 2020 hendak memberikan tolok ukur kinerja dan kualitas kegiatan ekpresi seni dan budaya melalui daring. Tema serta tujuan-tujuan di muka diturunkan pada empat program utama mencakup kompetisi, konferensi, pameran, dan pergelaran.

Mengingat keluasan lingkup kebudayaan Indonesia yang berdenyut hari ini (mulai dari tradisi hingga kontemporer, mulai dari bertujuan religius hingga hiburan waktu senggang) dan kekayaan budaya Indonesia (yang merentang dari Sabang sampai Merauke dari Sangirtalaut hingga Rote) maka tak heran jika PKN 2020 adalah sebuah perhelatan kebudayaan secara daring terbesar di dunia; 4.791 seniman dan pekerja seni akan terlibat, menghadirkan 27 tema konferensi dan 93 pergelaran, 1.477 karya seni visual dipamerkan.

Maka tak berlebihan bila kami mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk menjadi bagian dari capaian ini, bergandengan tangan menggapai tujuan bersama di atas dengan berpartisipasi pada perhelatan PKN 2020. Silakan saksikan Pekan Kebudayaan Nasional 2020 melalui laman pkn.id mulai tanggal 31 Oktober – 30 November 2020.