Bukan di Daratan!

Pesona Gunung Api Bawah Laut di Mahangentang
Pariwisata Indonesia

Gunung api di daratan mungkin menjadi pemandangan biasa bagi Sobat Pariwisata. Namun, bagaimana dengan gunung api di samudera? Memang ada? Tentu saja. Dan kabar baiknya, gunung api ini berada di negara tercinta kita, Indonesia.

Sebagai negara yang memiliki banyak gunung berapi, Cincin Api Indonesia ternyata tidak hanya berada di daratan, tapi juga di lautan. Terdapat sekitar 6 gunung api yang berada di Lautan Indonesia, salah satunya adalah Gunung Api Mahangetang.

Pariwisata Indonesia

Gunung Api Mahangetang terdapat di perairan Pulau Mahangetang, salah satu gugusan di kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Untuk menuju gunung api ini, Sobat Pariwisata bisa menempuh perjalanan laut selama 1 jam dengan speedboat dari Kota Tahuna, Kabupaten Sangihe, atau sekitar 5 jam dari Pelabuhan Manado.

Gunung Api Mahangetang atau yang sering disebut Banua Wuhu (Benua Baru) oleh penduduk sekitar adalah gunung api yang masih aktif. Menurut catatan sejarah, pada zaman Belanda gunung ini memiliki tinggi 12 meter di atas permukaan laut. Namun, dengan terjadinya beberapa kali aktivitas erupsi, saat ini Gunung Api Mahangetang pun berada di kedalaman samudera.

Pariwisata Indonesia

Lokasi Gunung Api Mahangetang masih aman untuk menjadi spot berenang atau menyelam. Suhu air di area ini sekitar 37 hingga 38 derajat celcius. Wah, seperti berenang di kolam air panas. Tapi, Sobat Pariwisata jangan coba-coba berenang saat terjadi erupsi, ya!

Gunung Api Mahangentang menjadi salah satu destinasi incaran para wisatawan lokal maupun internasional. Untuk mencapai puncak gunung api ini, Sobat Pariwisata hanya perlu menyelam sedalam 6 hingga 8 meter. Cukup dangkal, kan?

Pariwisata Indonesia

Untuk mendapatkan pemandangan indah lain, Sobat Pariwisata perlu menyelam hingga kedalaman 10 sampai 20 meter. Di sini akan ditemukan ladang terumbu karang yang masih sehat, meskipun tidak banyak. Panas belerang dari gunung api ini menyebabkan terumbu karang tidak banyak tumbuh di sekitarnya. Namun, Sobat Pariwisata bisa menjumpai beragam jenis ikan dan hewan laut yang hidup di ekosistem itu, termasuk hiu karang.

Salah satu hal menarik yang dicari oleh para divers adalah atraksi underwater volcano. Atraksi ini berupa gelembung-gelembung udara yang keluar dari balik terumbu karang di sekitar Gunung Api Mahangetang. Tapi, jangan coba-coba menyentuh gelembung yang masih berada di dalam terumbu karang karena akan membuat tangan Sobat Pariwisata melepuh.

Pariwisata Indonesia

Gunung Api Mahangentang ini tercatat terakhir kali erupsi pada bulan April tahun 1919. Semoga saja, gunung ini belum akan erupsi dalam waktu yang dekat, sehingga Sobat Pariwisata bisa menikmati keindahannya.

Tertarik untuk menikmati gunung api bawah laut ini?(RPI/Nita)