Kata ‘PAHLAWAN’ Saat Corona Makin Santer Terdengar!

Jend Soedirman

Redaksi merepost artikel peringati May Day, kata ‘PAHLAWAN’ dalam tiga seri tulisan, Satu ini.

Seri Dua, berjudul “Membuka Catatan Sejarah: Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus 1945” dan tulisan dikutip dari Jurnal Negarawan Tahun 2006. Sampai sekarang tidak ditemukan naskah asli, namun redaksi dibantu Senior yang ikut mengurusi website www.setneg.go.id. Artikel tersebut monumental hingga direpost.

Tulisan Seri Dua, baca situs resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, silahkan  Klik!

Menyebut kata pahlawan, apa harus mengingat masa lalu? Bung Karno mengatakan, “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Jikalau engkau meninggalkan sejarah, engkau akan berdiri di atas kekosongan,” teriak Sang Proklamator.

Saat ini, pahlawan identik dengan Sang Saka Merah Putih. Karena itu ikon. Simbol ini menjadi penting disampaikan dan diulang-ulang. Lagi dan diulang kembali. Berulang-ulang diulang dan terus menerus tidak bosan-bosan.

Santer terdengar saat Covid-19 semua menyebut sebut kata pahlawan lalu apa itu pahlawan?

Masih adakah merah putih di hatimu? Merah bukan berarti berani korupsi, putih bukan berarti sok suci.

Ikon warna Merah, pertanda pemberani. Sang Saka Merah Putih berkibar, bukan warisan nenek moyang menghibah diberi semirip sertifikat gratis. Tiap jengkal, Para pejuang kemerdekaan Indonesia berani menyabung nyawa demi memperjuangkan kemerdekaan karena meyakini bahwa perjuangan kemerdekaan itu suci.

Masih adakah merah putih itu di hatimu?

Ikon merah putih amat luhur maknanya. Putih artinya suci. Dengan demikian, merah putih punya arti berani karena suci.

Pertanyaan tadi dijawab dengan kebersihan jiwamu. Jiwa yang ada di sanubarimu itu. Bersih dan tulus.

Harus benar-benar menghayati arti merah putih itu. Masuk ke sanubari. Luar biasa merah putih.

Sudah memahami maknanya? Mantap, Bagus!

Spirit merah putih di dadamu bukan berarti berani korupsi.

Sang saka merah putih di hatimu bukan berarti sok suci.

Ikon warna Merah, pertanda pemberani. Sang Saka Merah Putih berkibar. Dengan demikian, merah putih punya arti berani karena suci. Tiap jengkal, Para pejuang kemerdekaan Indonesia berani menyabung nyawa demi memperjuangkan kemerdekaan karena meyakini bahwa perjuangan kemerdekaan itu suci.

ceu popong
Ceu Popong / Foto: Majalah Pesona

Menurut Dr.(H.C.) Dra. Hj. Popong Otje Djundjunan atau biasa dipanggil Ceu Popong sebagai pengisi utama seminar di Bandung. Ceu Popong menanamkan inti bahasan mengenai pemaknaan kemerdekaan. Ia meyakinkan sebagai bangsa Indonesia sudah sepatutnya paham betul dalam memaknai kata merdeka. Sebab Ceu Popong mengungkapkan, kemerdekaan Indonesia bukanlah sebuah hadiah.

“Kemerdekaan kita bukan hadiah. Kemerdekaan kita direbut dengan pengorbanan, darah, harta, waktu, dan segala rupa. Tidak banyak negara di seluruh dunia yang kemerdekaan ini direbut, tidak banyak. Alhamdulillah kita sebagai negara yang termasuk punya harga diri karena kemerdekaan kita bukan hadiah, cacat itu!” tegas Popong, Sabtu (26/8/2017).

Kemerdekaan ini, kata Popong, direbut dengan segala upaya pengorbanan, direbut dengan gagah berani, dan dipertahankan. “Kenapa saya sampaikan ini, maksudnya kita harus ada harga diri dan bangga,” ujarnya.

Kita semua merah putih. Sang saka merah putih menyatu di darah, di hati, di dada kita semua. Selalu dan sampai mati. Kita harus bangga menjadi anak bangsa dan pewaris mengisi kemerdekaan ini.

Bangun negara Indonesia untuk menjadi besar. Negri ini sangat berlimpah dan kaya. Indonesia luar biasa.

Saat ini, ibu pertiwi memanggil!

Wabah corona menyapu dari ujung Tanah Papua hingga bumi rencong, Kota Banda Aceh.

Tak sejangkalpun luput dari tsunami covid-19. Ibu pertiwi memanggil. Jadilah Pahlawan.

Dan sebutan Pahlawan Nasional adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia.

Gelar anumerta ini diberikan oleh Pemerintahan Indonesia atas tindakan yang dianggap heroik yang didefinisikan sebagai :

  1. Perbuatan nyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi warga masyarakat lainnya
  2. Berjasa sangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara

Kementerian Sosial Indonesia memberikan tujuh kriteria yang harus dimiliki oleh seorang individu, kategori Pahlawan Nasional:  Klik!

Sosok pahlawan tanpa tanda jasa atau pahlawan butuh pengakuan negara?

Institusi, Organisasi maupun masyarakat dan keluarga besar yang atas purna bhakti dan pertiwi anumerta mendorong pemberian gelar. Prosedur almarhum mendapatkannya, merupakan warga negara Indonesia yang telah meninggal dunia dan semasa hidupnya:

  1. Telah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik/perjuangan dalam bidang lain mencapai/merebut/mempertahankan/mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  2. Telah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara.
  3. Telah menghasilkan karya besar yang mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.
  4. Pengabdian dan Perjuangan yang dilakukannya berlangsung hampir sepanjang hidupnya (tidak sesaat) dan melebihi tugas yang diembannya.
  5. Perjuangan yang dilakukan mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.
  6. Memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan/nasionalisme yang tinggi.
  7. Memiliki akhlak dan moral yang tinggi.
  8. Tidak menyerah pada lawan/musuh dalam perjuangannya.
  9. Dalam riwayat hidupnya tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang dapat merusak nilai perjuangannya.

Bersambung