Bubur Lambok

Hidangan Bergizi dari Lingga
Foto: jantungmelayu.com

PariwisataIndonesia.id – Sobat Pariwisata, bicara keanekaragaman kuliner, Indonesia memang juaranya. Bangsa ini memiliki beragam jenis makanan dari menu sarapan, hidangan utama, kudapan, hingga minuman. Bahkan, bubur yang ada di Indonesia pun bermacam-macam. Salah satunya Bubur Lambok dari Kepulauan Riau.

Bagi masyarakat di luar Kabupaten Lingga, Kepulaun Riau, nama Bubur Lambok masih terasa asing. Namun, kuliner yang satu ini cukup populer di kalangan penduduk lokal. Bubur Lambok adalah salah satu kuliner khas Kerajaan Melayu Riau-Lingga yang pernah berkuasa di sana.

Pariwisata Indonesia
Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Bubur Lambok terdiri dari dua bahan utama yaitu sagu dan ikan teri. Sagu merupakan salah satu hasil bumi utama Lingga sejak masa kerajaan. Namun, sagu yang digunakan bukanlah sagu sembarangan, melainkan sagu lenggang. Sagu ini adalah sagu yang telah digongseng dan dibentuk bulat-bulat kecil.

Selain sagu lenggang dan ikan teri, Bubur Lambok juga terdiri dari sayur rampai atau beraneka jenis sayuran. Bahkan ada yang menggunakan hingga 44 macam sayuran. Sayuran yang kerap digunakan dalam Bubur Lambok antara lain kangkung, selasih, bayam, pucuk kledek, pucuk ubi, daun katuk, daun kunyit, dan sebagainya.

Pembuatan Bubur Lambok dimulai dengan menumis beragam bumbu, seperti bawang merah, bawang putih, cabe rawit, udang, ikan teri, dan sebagainya. Selagi menumis, sejumlah air direbus hingga mendidih. Kemudian masukan sayur-sayuran dan sagu lenggang. Saat sagu dan sayur sudah matang, ke dalam kuah tersebut ditambahkan tumisan bumbu. Bubur Lambok pun siap dihidangkan. Agar lebih nikmat, bubur ini dapat disajikan dengan tambahan berbagai protein, seperti ikan dan telur rebus.

Bubur Lambok kerap dimakan di siang hari. Rasanya yang pedas memang cocok untuk menghilangkan penat di tengah teriknya matahari. Namun, bubur ini juga bisa dimakan di waktu-waktu yang lain, misalnya saat berbuka puasa, upacara adat, hari besar keagamaan, hingga untuk menyambut tamu kehormatan. Satu yang pasti, bubur ini harus dihidangkan dalam keadaan panas, agar rasanya lebih nikmat.

Kandungan gizi dan vitamin dari sagu dan beragam sayuran membuat kuliner ini sarat akan nutrisi. Bagi sebagian besar masyarakat Lingga, Bubur Lambok bukan sekedar hidangan yang lezat, tapi juga obat-obatan yang alami. Bubur ini juga kerap disantap untuk meredakan demam. Khasiat ini sesuai dengan namanya yang bermakna keselarasan, saling melengkapi, dan sebagai obat penawar.

Untuk dapat mencicipi Bubur Lambok yang lezat dan sarat nutrisi, Sobat Pariwisata bisa berkunjung ke Pulau Penyengat, Pulau Siantan, Lingga, dan Karimun. Pada tahun 2018, Bubur Lambok ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Provinsi Kepulauan Riau.(Nita)