Presiden dengan kemampuannya berpikir out of the box. Kepala Negara menciptakan pembangunan mega proyek harus melibatkan investor.
Diduga, dapat memantik semangat iklim bisnis di Indonesia semakin subur dan perjuangan Jokowi untuk hal itu, sah-sah saja untuk namanya dikenang sepanjang hayat. Sebab, Bung Karno adalah presiden pertama Indonesia melakukan hal yang serupa.
Redaksi, tidak alergi terhadap investasi dari negara luar. Tak menolak kerja sama melalui penanaman modal asing. Tidak anti globalis, mbok ya kekayaan alam ini dipikirkan “kabeh” agar jati diri bangsa, matur sembah nuwun sanget jangan tergadai seperti masa lalu.
Artikel juga berupa pesan imbauan untuk siapapun orangnya sebelum menjabat dan berkuasa di negeri ini melalui tiga perkara setelah badan menjadi mayat, kaku, tidak bergerak dan sudah tak bernapas.
Ini wajib pula untuk diketahui, ketika pasca kematian, jasad bersemayam dengan tenang di alam kubur.
Tiga perkara itu disampaikan oleh redaksi dengan menerangkan dua sekaligus, ilmu dan amal yang bermanfaat.
Adakah amalan dan pahala yang mengalir terus-terusan berdatangan tak henti-hentinya sembari menunggu datangnya kiamat? Ada! Allah tidak hanya mencatat amal perbuatan yang kita lakukan, namun Allah juga mencatat semua pengaruh dari perilaku dan perbuatan kita.
Atas jabatan, atas ilmu dan prestasi internasional yang mengharumkan nama Bangsa dan Tanah Air, atau kebermanfaatan di masa lalu, saat ini, atau di masa mendatang.
Kemudian, menyebabkan seluruh anak bangsa bisa menikmati hasilnya secara adil (merata, red). Lalu, terwujud masyarakat Indonesia yang berkualitas sejahtera dan makmur.
Semoga ilmu dan amal jariyah Anda ini berguna kelak, dinilai Tuhan YME sebagai penambah nilai raport. Wajar, bila hal ini, membuat Anda terhormat dan bermartabat.
Berikutnya, doa dari anak agar “saleh dan saleha” diyakini menjadi penambah nilai raport Anda juga, katanya, peringan dosa dan penerang di alam kubur.
Bagi yang lupa diri, terobsesi ingin menciptakan warisan yang tak akan habis dimakan sampai 7 turunan diperuntukkan buat keluarga, kelompok bisnis maupun konco-konconya. Camkan ini!
Akhir hidup Anda berujung pada ukuran tanah yang disediakan maksimal 2,50 x 1,50 m dengan kedalaman sekurang-kurangnya 1,50 m dari permukaan tanah. Bagi yang tak dikubur, jasadnya akan dikremasi, sebagian ada yang disimpan abunya. Tak sedikit, melarungkan ke laut.
Satu sisi, kelak tinggal nama yang dikenang orang hanya di buku-buku sejarah. Tidak dibawa mati hasil kapal keruknya, hanya “sari” yang dinilai Tuhan YME.
Tiga perkara tersebut, jangan tutup mata, tutup telinga dan hati pun tertutup.
Redaksi percaya dan meyakini, kayaknya, di Indonesia tak ada yang seperti itu, semua pejabat kita memiliki komitmen yang bersungguh-sungguh dalam memajukan bangsa ini dan rasa cinta Tanah Airnya pun begitu besar.









































Leave a Reply