Di sisi lain, redaksi juga mengajak, mari membudayakan berpikir arif dan bijak serta setuju untuk hukum dijadikan sebagai panglima tertinggi.
Nantinya, lewat keputusan hakim setelah diketok palu (putusan pengadilan telah inkrah), tentu miris bagi mereka yang kalah berperkara.
Sudah tentu akan menimbulkan suatu konsekuensi lebih lanjut. Kita mendoakan keputusannya yang terbaik, meski hasilnya tak menyenangkan semua pihak.
Semua pihak tak sabar menantikan babak akhir dari kasus Rocky VS Sentul City.
Masing-masing pihak yang sedang bersengketa tanah memiliki argumentasi dan dasar hukum perihal klaim status hak kepemilikan lahan mereka.
‘Palu’ hakim condong kemana, menangkan kelompok marginal atau pengembang properti besar di negara ini? Pengadilan yang digelar nanti sebagai bukti negara hadir menjamin hal itu.
Ketulusan Pemerintahan Jokowi-Amin dalam membangun #IndonesiaMaju lewat “Kabinet Indonesia Bersatu” sejatinya, tidak tercederai jajaran di bawahnya yang bertindak nakal, segera selesaikan secara tuntas dan secepat-cepatnya. Pelajaran dari kasus tersebut, jangan terulang di kemudian hari.
Perseteruan ini bagaikan dua sisi dari sebuah koin (mata uang, red) yang tidak dapat dipisahkan. Keputusan hakim, berujung pada buah simalakama. “Dimakan Ibu Mati, Tak Dimakan Ayah Mati!”
Jangan tergoda mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Kalau gendut hanya untuk diri sendiri. Hidup ini hanya satu kali, Bung! Jadilah orang yang memberikan banyak manfaat di muka bumi ini. (eh/Dini)









































Leave a Reply