Hipnotis Sajojo, Nyanyi dan Berjoget Bikin Bahagia Makin-Makin

Tarian Tradisional Suguhkan Ekspresi Keceriaan, Bahagia, dan Semangat Kebersamaan. Lagu Sajojo Populer dan Lagu Daerah dari Papua
Tarian Sajojo, Sajojo, Lagu Sajojo, Group Band Black Brothers, Pesona Papua, Tarian Tradisional Papua, Lagu Tradisional Papua, Papua Mendunia, Berita Papua, Cerita Indah Papua, Pariwisata Indonesia, Media PVK, Papua Indonesia, Umi Kalsum
Foto: Kompas.com

PariwisataIndonesia.id – Tarian Tradisional Sajojo, salah satu tarian tradisional populer dan ngehits di Dunia. Lagu ini sering dipentaskan dalam beragam acara, mulai dari tingkat kampung hingga Istana. Penampilan Nowela mementaskan secara virtual, sambut kemeriahan dan merayakan hari Kemerdekaan ke-75 tahun di Istana Merdeka.

Dan pada Hut TNI ke 74 tahun, pecahkan Rekor MURI untuk kategori Penari Sajojo Terbanyak. Tarian ini pun kerap juga dipentaskan dalam seromoni kenegaraan maupun pentas Internasional. Sajojo lagu yang berbeda dan sangat istimewa. Tarian Tradisional Sajojo suguhkan ekspresi keceriaan, bahagia, dan semangat kebersamaan. Tarian ini cerminan keramahan masyarakat Papua. Masyarakat Papua murah senyum, dan mudah menyatu. Sajojo cocok banget dalam acara-acara resmi, adat, pertunjukan seni, penyambutan tamu negara, hiburan, atau aktivitas dan festival budaya.

Dalam mempromosikan Pariwisata Papua, tarian ini pas banget untuk dipentaskan. Gerakan tarian dan lagu Sajojo, cerminkan identitas Papua. Tari Sajojo terus populer dan berkembang pesat di kalangan masyarakat hingga sekarang. Presiden Jokowi-pun dalam banyak kesempatan kerap jadikan Sajojo sebagai identitas Indonesia. Pesan kebangsaan yang sangat positif.

Kreativitas dan gimik-gimik kerap ditambahkan di tiap pertunjukan, baik dalam gerak, busana penari, maupun lantunan musik yang mengiringi. Tetapi tetap gak tinggalkan ciri khas, dan keaslian identias masyarakat Papua. Tak heran, Sajajo-pun lagu untuk mengiringi senam, olahraga makin terasa semangat. Putar lagunya, keraskan. Bersiap, Cobain, yuk!

Tari Sajojo, tarian tradisional perekat budaya. Wajib bagi masyarakat Indonesia mencintai dan bangga pada kebudayaan di tanah air. Dalam banyak literasi, pengamat budaya menyebutkan, tarian ini sudah ada sejak 1990-an.

Nama Tarian Tradisional Sajojo diambil dari judul lagu yang mengiringi, berjudul ‘Sajojo’ dan lagu ini pertama kali dipopulerkan oleh Grup Band Black Brothers pada tahun 1990-an.

Hadirnya lagu Sajojo, lagu daerah berasal dari Tanah Papua mengisahkan tentang ‘Biduanita Cantik’ yang jadi idola dan dicintai di kampungnya (Papua). Lagunya menghentak. Dentuman musik, mampu mengajak pendengarnya bergoyang-goyang. Alam bawah sadar menarik untuk melantai. Berjoget, memutar, dan kaki-tangan gatel jika gak digerak-gerakan. Identitas kebangsaan menyatu dan jadi bagian dari ruh segala perbedaan mewarnai kebhinnekaan Indonesia.

Redaksi meyakini kesenian (tradisi) gak akan ditinggalkan masyarakat. Anak zaman now yang disebut generasi milenial. Gak bisa ditepis, anak muda zaman now punya keunikan. Tiap zaman, kegemaran generasi milenial berubah bentuk. Generasi ‘Angkatan Babe Gua(ABG)’ lahir di tahun 1940-an hingga 1960-an. Dan Tahun kelahiran 1970, 1980, 1990 berbeda-beda. Gak bisa disamakan. Apalagi anak-anak yang lahir pada tahun 2000-an. Mereka generasi instagramble, tiktokan, gak bisa jauh dari gadget, mudah berubah-ubah, cepat bosanan. Semua zaman bergantung pada dinamika dalam ruang, waktu, dan zaman.

Sajojo lagunya dapat menghipnotis pendengar. Lupa diri dan timbulkan sensasi keriangan, ceria dan bikin bahagia. Berikut lirik lagu dan kreativitas anak milenial.

Lirik Lagu Sajojo:

Sajojo Sajojo
yumbo ramko isa bapa
rasa muna-muna-muna keke
sa muna-muna-muna keke.

Sajojo Sajojo
yumbo ramko isa bapa
rasa muna-muna-muna keke
sa muna-muna-muna keke.

ku serai kusase rai-rai-rai-rai-rai
ku serai kusase rai-rai-rai-rai-rai

yunamko nikimye kiosore kiyasa, sore
yunamko nikimye kiosore kiyasa, sore.

Koreografi dalam gerakan Tari Sajojo, gak terlalu menggambarkan lirik lagu. Gerakan Sajojo, khas dan enerjik. Kaki dan tangan mendominan dalam gerakan-gerakan. Tarian ini disesuaikan dengan ritme dan irama lagu Sajojo. Sajojo memberi pesan keceriaan penari yang sedang berbunga-bunga dan lagi bahagia. Sajojo tarian yang istimewa, keren!

Musik Sajojo, irama yang penuh ceria. Dentuman musik menghentak. Tarian Tradisonal Sajojo cocok dengan irama musik. Gerakan dalam tarian senada dengan lagu Sajojo. Pementasan dalam Tarian Tradisional Sajojo umumnya dilakukan oleh beberapa penari pria. Dan beberapa lagi dari penari wanita.

Mereka berjoget-joget khasnya Papua. Jumlah penari disesuaikan situasi dan kebutuhan, gak ada batasan dalam jumlah. Saat pementasan, penari memakai busana tradisional khas dari Papua. Terbuat dari akar atau daun. Ada juga yang dikreasikan dengan kain agar tampak menarik. Tambahkan aksesoris penutup kepala, kalung dan di tubuh penari dilukis corak yang mencerminkan identitas kebudayaan Papua.

Tarian ini tarian pergaulan atau tarian yang menghibur. Siapa saja boleh menari Sajojo. Filosofi Sajojo sebagai tarian yang bermakna ceria, bahagia dan semangat kebersamaan. Ekspresi semua penari dalam pementasan seirama dan tampil kompak. Lagu Sajojo musik yang mengiringi Tarian Tradisional Sojojo, sik asik!