Kursi Ketua Asita Bali Siapa Dijagokan, Ini Alasan Musda ke-14 Denpasar Ditunda?

PariwisataIndonesia, Komang Takuaki Banuartha
Foto: Director PT. Sari Gumi Bali, Komang Takuaki Banuartha, salah satu calon Ketua Asita Bali Periode 2021-2026 / Ilustrasi gambar kompilasi (Ist)

Bali, PariwisataIndonesia.ID – Panitia pelaksana Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Agen Tur dan Travel Indonesia (ASITA) Bali menunda pelaksanaan Musda ke XIV di Denpasar.

Dalam keterangannya menyampaikan, hal itu terkait imbauan Pemerintah sejalan dengan pelaksanaan PPKM Berbasis Level yang angka kasusnya dinilai masih belum melandai. Untuk itu, DPD Asita Bali mendukung upaya pemerintah untuk terus mengurangi kasus Covid-19 di Bali.

Selanjutnya, setelah melakukan rembuk dan memperhatikan hasil rapat, pada 22-23 Juli. Maka, dengan penuh kehati-hatian, juga menimbang segala sesuatunya secara arif, bijaksana, dan lebih seksama.

Akhirnya, Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Musda DPD ASITA Bali ke XIV memutuskan kata ‘sepakat’ bahwa melakukan penundaan penyelenggaraan yang semula 28 Juli, dijadwalkan ulang menjadi Rabu, 25 Agustus 2021.

Menanggapi hal itu, menurut I Gusti Ayu Kade Purnamawati selaku Ketua Panitia Pelaksana Musda ke XIV mengatakan, hikmah dari penundaan itu membuka ruang bagi anggota yang belum sempat mendaftar, agar segera melakukan pendataan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

Sebagai panitia yang diberi amanah menggelar pelaksanaan Musda tersebut, dia berharap semua Anggota ASITA Bali dapat hadir mengikuti Musda. Mengingat, katanya, pelaksanaan Musda adalah forum tertinggi organisasi dalam pengambilan berbagai keputusan untuk kepentingan ASITA Bali ke depan.

Dia juga menyebutkan, tercatat baru 201 anggota yang terdaftar secara resmi. Sementara, bila merunut dari data yang ia ketahui, Ayu menjelaskan tidak segitu. “Semestinya, jumlah yang mendaftar sebanyak 406 anggota DPD ASITA Bali.”

Menurut Ayu, “penggeseran waktu penyelengaraan memberikan waktu yang cukup bagi panitia untuk mendapatkan sponsor dari instansi/industri. Pasalnya, rekening DPD ASITA Bali statusnya masih terblokir atas perintah DPP ASITA,” ungkapnya di Denpasar, Kamis (29/7).

Lebih lanjut, katanya, telah melaporkan hal tersebut kepada Ketua DPD ASITA Bali Periode 1988-2003, yaitu I Gusti Bagus Yudhara yang dilakukan secara daring, pada Rabu (28/7).

Kemudian, I Gusti Ayu Kade Purnamawati mengulang kembali tanggapan yang dikemukakan oleh mantan ketua Asita Bali yang pernah menjabat empat kali itu. Dirinya menjelaskan, bahwa seniornya itu, telah mendengar, menyimak, dan menganalisa permasalahan yang terjadi pada ASITA.

“Saya meminta semua pihak menyelesaikan masalah organisasi sesuai aturan sistem yang telah dibangun dalam organisasi. ASITA dibangun dengan komitmen dan perjuangan panjang, kembali ke aturan organisasi,” tegasnya.

“Berkaitan dengan MUSDA, sebagai senior saya mengingatkan anggota ASITA Bali, bahwa asosiasi memerlukan leader yang memahami ASITA sebagai organisasi agar bisa menjaga Asita supaya tidak menyimpang dari konsep dasar yang diinginkan seluruh anggota, dengan menjaga kebersamaan, saling mendukung menguatkan satu dengan lainnya,” imbaunya.

“Pemimpin yang mampu membawa ASITA tetap menjadi barometer asosiasi professional di kalangan asosiasi kepariwisataan. Pemimpin yang memperjuangkan anggota dan mendukung pemerintah dalam pembangunan kepariwisataan,” pesannya.

“Tetap menjadikan ASITA sebagai lokomotif Industri Pariwisata. Pemimpin yang memperjuangkan anggota dan mendukung pemerintah dalam pembangunan kepariwisataan,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Musda ke XIV. Ia menyampaikan kembali pesan seniornya itu kepada awak media.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua SC MUSDA atau mantan Ketua DPD ASITA Bali, Al Purwa ikut angkat bicara. Pertama, memberitahukan kepada semua anggota ASITA, suara mereka sangat diperlukan.

Ketua Panitia Pelaksana Musda ke XIV juga menambahkan, setiap anggota ASITA Bali memiliki hak dan kesempatan yang sama terkait empat nama kandidat Ketua DPD dan dua nama kandidat Ketua ASITA Bali, sambungnya, silakan pilih mana yang dijagokan.

Kedua, Ketua DPD Asita Bali Periode 2006-2012 ini mengingatkan dan mewanti-wanti, antara lain pilihlah ketua yang terbaik, berpengalaman dalam berorganisasi, berjiwa tenang, tidak tirani dan mampu berkolaborasi secara kolegial, juga tidak hanya memperjuangkan bisnisnya sendiri (kapal keruk, red). Sebaiknya, kata dia, pilih yang usaha dan bisnisnya sudah mapan.

Di akhir ketetangannya, Ketua SC MUSDA juga menyoroti profil Ketua DPD Asita Bali masa depan. Al Purwa menginginkan, pilih dari mereka yang tidak mengotori organisasi dengan menjadikan Asita Bali sebagai kendaraan politik.

Berikut daftar lengkap Calon Ketua DPD ASITA Bali dan Ketua DEPETA ASITA Bali untuk periode 2021-2026

Profil Calon Ketua DPD ASITA BALI

  1. Putu Ayu Astiti Saraswati, jabatan President Director Toya Yatra,
  2. Komang Takuaki Banuartha, jabatan Director PT. Sari Gumi Bali,
  3. I Putu Winastra, jabatan President Director PT. Karang Bali Asli Tur (KBA Tur),
  4. I Ketut Jaman, jabatan Co-Founder PT Melali Bali DMC.

Profil Calon Ketua DEPETA ASITA Bali

  1. I Komang Nurjaya Maharta, jabatan owner PT. Bali Flamboyan Jaya,
  2. I Ketut Tunggu, jabatan Direktur PT. Panca Sari Wisata. (Dini/Nyoman)