Lagu Daerah di Indonesia Aset Bangsa

Pariwisata Indonesia, Lagu Daerah di Indonesia Aset Bangsa, Presiden Joko Widodo, Indonesia Maju, Menhan Prabowo Subianto, Trippers, Indonesia Traveler, PT Prima Visi Kreasindo, Media PVK Grup
Potret Curahan Kebahagiaan Presiden Joko Widodo bersama Pendiri Partai Gerindra yang digadang-gadang bakal maju menjadi Capres pada Pilpres 2024, "Kita boleh berbeda pendapat di antara kita, tapi satu, kalau menyangkut kepentingan nasional kita harus bersatu," tulis Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di IG @Prabowo

Pentingnya Belajar Sejarah

“Sejarah adalah alat yang digunakan oleh politisi untuk membenarkan niat mereka.” – Ted Koppel.

“Sejarah adalah seperangkat kebohongan yang disepakati.” – Napoleon Bonaparte.

Namun “Bapak Bangsa Indonesia” yang akrab dikenal dengan “The Founding Fathers” adalah julukan bagi 68 orang tokoh Indonesia yang terus bersikukuh dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia agar terlepas dari penjajahan bangsa asing.

Salah satunya, yaitu Ir. Soekarno, yang sekaligus termasuk tokoh proklamator negara ini, tak sependapat dengan pernyataan di atas.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah”, bunyi kutipan yang diucapkan presiden Indonesia pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno.

Ayah dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menilai, dengan mempelajari sejarah bangsa, kita akan lebih menghargai dan mencintai tanah air.

Soekarno secara lantang dan tegas menyatakan, “Never Leave History” (atau jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah, red).

Sejalan dengan hal tersebut, sejarawan dunia Herodotus mengatakan hal senada, yakni “Historia Vitae Magistra“ (atau sejarah adalah guru kehidupan), demikian bunyi pepatah latin yang secara eksplisit mengemukakan tentang pentingnya keberadaan sejarah.

Menelisik judul artikel “Lagu Daerah Aset Bangsa”, tak bisa diulas dengan sekedarnya, agar tidak bias dan maknanya tak tergelincir menuju pemahaman yang salah.

Satu hal, jumlah kepulauan di Indonesia hingga akhir 2021, baru tercatat sebanyak 17.000 pulau.

Malah mungkin bisa bertambah, tergantung pada upaya Pemerintah yang akan berperan aktif untuk terus memperjuangkan pulau-pulau yang sebelumnya belum bernama dan belum resmi berkekuatan hukum, karena sangat rentan dicaplok negara lain untuk segera dilaporkan ke PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) melalui sidang UNGEGN (United Nation Group of Expert on Geographical Names).

Kepulauan di Indonesia memang ada yang bertambah, begitu juga sebaliknya. Untuk pulau yang hilang, penyebabnya bisa karena terendam, lepasnya Timor Timur, dan permasalahan effective occupation pada 4 Pulau yaitu Pulau Sipadan, Pulau Ligitan, Pulau Yako dan Pulau Kambing, yang berakibat lepasnya kedaulatan terhadap Pulau tersebut. Ini Pertama!

Kedua, redaksi media online Pariwisata Indonesia (PI) juga mencatat, Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa, persisnya sebanyak 1.340 suku (Data Sensus BPS 2010, red).

Mereka hidup berdampingan, rukun dan damai di Tanah Air. Begitu pula, kekayaan flora dan faunanya yang beraneka ragam, tak sekedar indah, melainkan menawan dan menakjubkan, serta mampu menghipnotis siapapun.

Apalagi potensi sumber daya mineral dan kelautannya, yang membentang luas di seluruh wilayah perairan Indonesia, seperti minyak dan gas bumi, batu bara, timah, emas dan perak, agregat bahan konstruksi, posporit, pasir besi, kromit, monasit dan zirkon, pasir kuarsa dan masih banyak lagi lainnya.

Tak ada yang bisa membantah pula, Allah SWT meletakkan negara kita berada di garis khatulistiwa yang beriklim tropis.

Lantaran letaknya sangat strategis, pantaslah bangsa ini terus-terusan dirongrong dan tak hentinya dijajah asing dimulai sejak zaman Nusantara sampai menyatakan negara ini ‘merdeka’, para penjajah masih enggan melepaskan.

Berkat perjuangan para pahlawan terdahulu, kita bisa menikmati Indonesia seperti sekarang, untuk itu mari menjaganya agar negeri ini tetap lestari sampai generasi berikutnya.

Ibarat lagu berjudul “Kolam Susu”, yakni singel milik Koes Plus yang diciptakan oleh Yok Koeswoyo, lagu sempurna melukiskan kekayaan alam Indonesia yang tumbuh subur.

Menyoroti Pilpres 2019 lalu, seperti ketimpangan lapangan kerja, kemiskinan dan pembangunan infrastruktur yang tak merata atau isu-isu kebijakan lainnya.

Lalu, membangun opini agar tak mempercayai pemerintahan yang berkuasa kala itu.

Bersambung ke halaman berikutnya
Memang sulit dibuktikan tapi bisa dirasakan .. “

× Hubungi kami