Legenda Tari Kain Kromong

Gerakan-gerakan dalam tari Kain Kromong sangat lembut, tenang, dan lemah gemulai. Konon, gerakan yang diciptakan dengan mengamati lingkungan sekitar, seperti gerakan burung sewaktu terbang ke angkasa. Mau tahu banyak tentang tari Kain Kromong, berikut ulasan lengkapnya.
AYU MANIT GENERASI IV PEWARIS TARI KAIN KROMONG,DEWI GENERASI V PEWARIS TARI KAIN KROMONG,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE, Halo Indonesia, Explore Indonesia,LEGENDA TARI KAIN KROMONG,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,PARIWISATA INDONESIA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT,TARI TRADISIONAL DARI JAMBI,TARIAN ALAM GHAIB,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL, Media Pariwisata Indonesia Terfavorit 2020, Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO PVK Grup
Tari Kain Kromong

PariwisataIndonesia.id – Sobat Pariwisata, di Nusantara berkembang banyak cerita rakyat, baik berupa legenda, mitos, atau kisah nyata. Beberapa cerita bahkan menjadi latar belakang penamaan sesuatu, seperti kota, bangunan, hingga kebudayaan. Salah satunya adalah Tari Kain Kromong atau Tari Kromong.

Baca juga :  Candi Muaro Jambi

Tari Kain Kromong diyakini lahir sekitar tahun 1800-an. Tari ini berasal dari daerah Mandingan, Provinsi Jambi. Bagi masyarakat lokal, Tari Kain Kromong memiliki legenda tersendiri yang masih terus diyakini.

Baca juga :  Cawot, Pakaian Khas Orang Rimba Jambi

Baca juga :  Tari Sekapur Sirih, Tarian Adat Jambi

Alkisah, pada zaman dahulu, dengan ritual tertentu, masyarakat Mandiangin menangkap seorang Tirau bernama Satisa. Tirau adalah mahluk ghaib atau mahluk jadi-jadian yang hidup di dua alam. Karena penangkapan dan ritual tersebut, Satisa yang cantik jelita tidak dapat lagi kembali ke alam ghaibnya.

Baca juga :  Mengenal Baju Adat Jambi

Satisa lalu menghabiskan hari-hari dengan membuat kain tenun dengan seluruh hati dan perasaan di salah satu rumah. Setiap menyelesaikan sebuah kain, Satisa akan bergembira. Ia menari penuh suka cita dengan kain di tangan, sambil menggumamkan suara kromong, kendhang, dan gong sebagai irama untuk mengiringi tariannya.

Baca juga :  Alat Musik Multifungsi dari Jambi

Dikisahkan bahwa saat Satisa menari, seorang wanita mengintip. Dia pun mengingat gerakan tersebut dan mengajarkannya pada orang lain. Hingga akhirnya tarian itu berkembang dan dikenal dengan nama Tari Kain Kromong.

Baca juga :  Gulai Tepek Ikan

Gerakan-gerakan dalam Tari Kain Kromong sangat lembut, tenang, dan lemah gemulai. Konon, gerakan tersebut didapat Satisa saat mengamati lingkungan sekitar, misalnya gerakan para burung saat terbang di angkasa.

Ada pula gerakan badan berputar dan tangan mengayun-ngayun dengan gemulai, tanpa tenaga yang kuat. Salah satu ciri khas tarian ini adalah langkah kaki yang hanya berpijak di satu titik, tidak berpindah-pindah.

Awalnya, diduga bahwa para penari Tari Kain Kromong menggunakan kostum berupa dodot atau kemben dengan teratai dada. Dengan masuknya ajaran Islam, kostum para penari pun mengalami penyesuaian.

Kini, para penari menggunakan baju kurung, kain songket, dan perhiasan kepala. Meskipun mengalami perubahan, properti yang digunakan tetap sama yaitu selembar kain tenun yang disebut selendang pelangi.

Tari Kain Kromong diiringi beberapa alunan alat musik tradisional seperti kromong (kulintang), gendang, dan gong. Tari yang juga populer dengan nama Tari Kajang Kain ini dapat dipentaskan secara tunggal, berpasangan, hingga berkelompok.

Tari Kain Kromong biasanya dipertunjukan pada penyambutan tamu kehormatan, misalnya bupati hingga gubernur. Selain itu, tari ini juga kerap dipentaskan dalam acara pernikahan, peringatan hari kemerdekaan Indonesia, hingga festival budaya.

Sobat Pariwisata, pada tahun 2016, Tari Kain Kromong ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Provinsi Jambi. (Nita/Kusmanto)

AYU MANIT GENERASI IV PEWARIS TARI KAIN KROMONG,DEWI GENERASI V PEWARIS TARI KAIN KROMONG,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE, Halo Indonesia, Explore Indonesia,LEGENDA TARI KAIN KROMONG,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,PARIWISATA INDONESIA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT,TARI TRADISIONAL DARI JAMBI,TARIAN ALAM GHAIB,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL, Media Pariwisata Indonesia Terfavorit 2020, Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO PVK Grup
Foto : Ibu Ayu Manit Generasi IV Pewaris Tari Kain Kromong Jambi
Keterangan Foto :

  1. Ibu Ayu Manit Generasi IV pewaris tari Kain Kromong. Disebabkan faktor usia, sang Ibu menurunkan tarian yang populer dan berkembang di desa Mandiangin Tuo kepada sang anak bernama Dewi. 
  2. Tarian dalam youtube yang disuguhkan di atas, ada kemiripan dengan tari aslinya. Namun, video tersebut sudah diaransemen ulang dan di kembangkan menjadi kekinian. Namun, masih tetap mempertahankan dari bentuk aslinya agar terlihat lebih indah dan menghibur.
  3. Foto tahun 2005, sumber : Kenali.co