Melangun, Pelipur Lara Orang Rimba

Saat ada anggota keluarganya yang meninggal, Orang Rimba akan melakukan tradisi Melangun. Melangun merupakan tradisi pergi jauh dari kampung halaman. Biasanya, jarak yang ditempuh hingga ratusan kilometer dengan jangka waktu hingga belasan tahun. Berikut ulasan lengkapnya.
BEAUTIFUL INDONESIA,BEAUTIFUL PLACES,EKSPLORE INDONESIA,HALO INDONESIA,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,MELANGUN,MELANGUN PELIPUR LARA ORANG RIMBA,PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA JAMBI,SITUS ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SUKU ANAK DALAM JAMBI,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020, WONDERFUL INDONESIA,PREVIOUS ARTICLE, Tarian Tradisional Nusantara, Budaya Nusantara, Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO PVK Grup
Melangun, Foto : Ilustrasi Orang Rimba Jambi.

PariwisataIndonesia.id – Sobat Pariwisata, kematian merupakan salah satu peristiwa yang membawa kesedihan bagi yang ditinggalkan. Banyak cara yang dilakukan keluarga untuk menghibur diri saat ditinggalkan oleh orang terkasih.

Baca juga :  Cawot, Pakaian khas Orang Rimba Jambi

Beberapa cara tersebut kemudian menjadi tradisi yang diwariskan turun-temurun. Seperti tradisi Melangun yang dilakukan oleh Orang Rimba.

Baca juga :  Jambi Rasa Singapura

Orang Rimba atau Suku Kubu atau Suku Anak Dalam, adalah bagian masyarakat Provinsi Jambi yang hidup di hutan. Mereka tinggal secara nomaden (berpindah-pindah). Sebagian besar berada di hutan Taman Nasional Bukit Duabelas, sedangkan sisanya di kawasan penyangga. Untuk bertahan hidup, mereka melakukan kegiatan berburu, berladang, dan menangkap ikan.

Baca juga :  Mengenal Baju Adat Jambi

Saat ada anggota keluarganya yang meninggal, Orang Rimba akan melakukan tradisi Melangun. Melangun merupakan tradisi pergi jauh dari kampung halaman. Biasanya, jarak yang ditempuh hingga ratusan kilometer dengan jangka waktu hingga belasan tahun.

Melangun di zaman sekarang tidak lagi dilakukan dengan waktu lama dan jarak yang jauh. Orang Rimba mempercayai, jika kampung halaman ditinggalkan dalam kurun waktu panjang akan dibabat oleh para penebang tak bertanggung jawab. Hingga akhirnya, tempat tinggal Anak Suku Dalam Jambi kian berkurang dan habis. Berikut ulasan lengkapnya.

Baca juga :  Dendeng Batokok Kuliner Khas Jambi

Dalam keyakinan Orang Rimba, gangguan roh jahat penyebab seseorang itu meninggal. Melangun dilakukan untuk menghindari roh jahat tersebut agar tidak mengganggu anggota keluarga yang lain.

Selain itu, Melangun dilakukan untuk menghilangkan kesialan dari tempat tinggal awal agar tidak menimpa orang yang masih hidup.

Baca juga :  Alat Musik Multifungsi dari Jambi

Ini video bagus yang bisa melukiskan secara sempurna dari YouTube Ryan Herianto (SMK NEGERI 2 KOTA JAMBI), memaknai Melangun secara utuh. Para pemain di film hanya mengilustrasikan Orang Rimba Jambi. Silakan tonton.

Baca juga :  Legenda Tari Kain Kromong

Melangun pun merupakan lambang rasa cinta yang besar pada keluarga yang meninggal. Semakin besar cinta pada orang yang meninggal, semakin jauh pula jarak yang ditempuh dan semakin lama waktu yang dihabiskan untuk Melangun. Melangun juga dilakukan untuk mengatasi rasa sedih. Orang Rimba menyusuri jalanan untuk menghilangkan kesedihan dan hanya akan kembali ketika kesedihan itu telah sirna.

Pada zaman dahulu, tradisi Melangun dilakukan oleh keluarga inti, kerabat, juga tetangga orang yang meninggal. Namun kini, Melangun hanya dilakukan oleh keluarga inti.

Sebelum kegiatan Melangun dilaksanakan, anggota keluarga yang ditinggalkan akan meratapi kepergian orang yang meninggal. Mereka menangis, meraung, berteriak, hingga menghempas-hempaskan tubuh ke pohon atau tanah, berharap jiwa yang meninggal akan hidup kembali. Hal ini berlangsung selama berhari-hari hingga berpekan-pekan.

Orang Rimba tidak menguburkan jenazah orang yang meninggal. Mereka meletakkan jenazah bertutup kain dalam Sesudungon atau pondok khusus berukuran 2×2 meter, beratap daun atau plastik dan terletak jauh di dalam hutan.

Mereka mempercayai, orang-orang meninggal bisa hidup kembali. (Red.Padahal, bisa saja, orang yang diduga meninggal hanya pingsan, lalu bangkit kembali). Bagi Orang Rimba, menguburkan jenazah akan membuatnya tidak bisa bangkit jika hidup kembali.

Di zaman sekarang, Melangun tidak lagi dilakukan dengan waktu lama dan jarak yang jauh. Orang Rimba hanya melakukan Melangun selama 4 bulan. Selain karena semakin terbatasnya wilayah untuk Melangun, ancaman penebangan hutan juga menjadi alasan.

Sobat Pariwisata, pada tahun 2017, Melangun ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Provinsi Jambi.

Tradisi ini menjadi salah satu identitas budaya Orang Rimba, meskipun tidak ada yang dapat menjamin, Melangun akan terus lestari. (Nita/Kusmanto).