PariwisataIndonesia.Natalbnn2021
Romo David Lerebulan sampaikan Pesan Natal BNN 2021 di Gedung BNN RI, Cawang, Jakarta, pada Selasa (28/12) / Foto: Ist

Pesan Natal BNN 2021, Romo David Lerebulan: Ikan Sepat Ikan Gabus, Hidup Kita Hebat karena Yesus

“Semoga yang ada di sini, tidak ada yang mencari penghargaan di luar. Mari menghargai satu sama lain di dalam rumah karena yang pertama kali muncul adalah dari rumah,” pesan Natal BNN 2021 yang disampaikan oleh Romo David Lerebulan S.S., M.Hum., M.Han., berikut ulasannya.

“Semoga yang ada di sini, tidak ada yang mencari penghargaan di luar. Mari menghargai satu sama lain di dalam rumah karena yang pertama kali muncul adalah dari rumah,” pesan Natal BNN 2021 yang disampaikan oleh Romo David Lerebulan S.S., M.Hum., M.Han., berikut ulasannya.

Dari penjelasan Romo David bisa ditafsirkan, bahwa berangkat dari keluargalah seseorang menemukan apa yang disebut sebagai supporting system, tempat orang bisa pulang dan diterima apapun keadaan hidupnya (baik sukses maupun gagal, baik sehat maupun sakit, baik untung maupun malang).

Menilik lebih jauh dari itu, makna teladan dari keluarga Yusuf-Maria-Yosef dapat dipahami pula sebagai sikap keteladanan tentang mengalami sukacita yang secara bersama-sama menghadapinya dalam suka dan duka dengan menguatkan satu sama lain. Selain itu, kegagalan, kemalangan, dan kejatuhan bukanlah akhir dari segalanya.

Kemudian Romo David menegaskan, “mereka tidak pernah bercerai. Tahun ini, mungkin ada orang ketiga seperti layangan putus. Itu nggak ada,” ujarnya, menerangkan maksud dari keluarga yang terdapat di kandang tersebut.

Sebab, katanya, “kita lebih suka dipuji di belakang. Tapi di belakang keluarga tak pernah saling memuji,” imbuhnya.

Untuk itu, melalui pesan Natal BNN 2021 Romo kembali mengingatkan, di balik kesibukan istri, suami, dan anak-anak agar sejatinya tergerak menciptakan keharmonisan keluarga dengan menghadirkannya melalui sebuah pujian atau memberi apresiasi satu sama lain.

“Jangan salahkan orang mencari apresiasi lain melalui media sosial karena di sana ada pujian,” terangnya.

“Orang yang mencintai. Maka, orang itu akan menghargai perjuangannya bukan melihat kekurangannya,” tambahnya.

Dan beranggapan, bahwa banyaknya persoalan marak menerpa keluarga hingga berurusan dengan pihak BNN, sambungnya, karena di rumah peran anak-anak kurang dihargai, tidak dicintai, kepercayaan diri mereka hilang dan mencari di tempat lain. Akhirnya, terjerumus menggunakan narkoba.

“Semoga yang ada di sini, tidak ada yang mencari penghargaan di luar. Mari menghargai satu sama lain di dalam rumah karena yang pertama kali muncul adalah dari rumah,” ajaknya.

Pesan Natal BNN 2021 dari Romo David, mengajak semua yang hadir secara offline dan virtual untuk mau memaafkan satu sama lain saat menutup tahun 2021. Hal itu, lantaran menurutnya, kita tidak pernah tahu apakah kata-kata yang telah diucapkan menyakiti, pengabaian menyakiti, ditinggalkan menyakiti, apakah sikap itu menyakiti, “kita tidak pernah tahu,” sebutnya.

Berikutnya, “memaafkan itu seperti budaya Anda untuk berani melepaskan. Memaafkan itu kadang kala berkaitan dengan rasa sakit hati. Sakit hati itu waktunya cuma sebentar. Namun, disimpannya kelamaan. Akhirnya jadi dendam, amarah, luka batin, dan kepahitan dan segalanya. Padahal, Anda punya pilihan rasa sakit hati itu disimpan saja, disembuhkan saja, dilepaskan saja. Maka, kalau saya menutupnya, mau sampai kapan marah-marahannya, mau sampai kapan diam-diamannya,” serunya.

“Ikan sepat, ikan gabus. Hidup kita hebat karena Yesus, terima kasih Tuhan membekati kita semua,” tutupnya.

Dikutip dari laporan yang disampaikan oleh Pimpinan Umum Media Trippers, Rachmat Kurniawan yang hadir sebagai undangan resmi untuk menyaksikan acara tersebut dan ia menegaskan bahwa sebelum acara dimulai, setiap undangan yang mengikuti secara offiline wajib di swab antigen. (eh)