Sandiaga Uno: Kunci Sukses Transformasi Bisnis di Era Digital, Pelaku Ekonomi Kreatif di Mandalika NTB Terapkan Ini 

Pariwisata-Indonesia, Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata 2022, Pariwisata Indonesia 2022, Perkembangan Pariwisata Indonesia Terkni, Kondisi Pariwisata Indonesia 2022, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Pitching Widuri Ekonomi Kreatif, Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Frans Teguh, Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Erwita Dianti, Kunci Sukses Transformasi Bisnis di Era Digital, Pelaku Ekonomi Kreatif di Mandalika NTB didorong untuk menghadirkan lebih bayak lagi terkait unique selling point produknya, UMKM terbukti telah memberi kontribusi nyata dalam PDB atau Produk Domestik Bruto Nasional malah sudah menembus 60 persen dan akan menuju 65 persen di tahun 2024-2025, Menteri Sandiaga Uno mengajak pelaku ekonomi kreatif Mandalika NTB dapat memanfaatkan momentum Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang menargetkan 17 jutaan UMKM unit usaha on boarding di e-commerce, Sandiaga Uno mengatakan agar unggul dan terdepan di ekosistem ekonomi digital harus meningkatkan minat masyarakat dalam membeli produk tersebut termasuk menarik para investor, Media PVK Group, PT Prima Visi Kreasindo
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno

PariwisataIndonesia.id, Jakarta – Salah satu kunci sukses transformasi bisnis di era digital di mana perkembangannya terus berkembang pesat sampai sekarang.

Perihal itu, PariwisataIndonesia.id melansir keterangan resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menyebutkan, pelaku ekonomi kreatif di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) didorong untuk menghadirkan lebih bayak lagi terkait “unique selling point” produknya.

Tatkala hal tersebut dapat unggul dan terdepan, sudah tentu akan mendorong peningkatan ekonomi pelaku ekonomi kreatif. Tak ayal, dengan sendirinya juga akan menciptakan lapangan kerja di wilayah itu.

Kemudian, mencermati berbagai produk yang dihadirkan di ekosistem ekonomi digital, juga sejatinya harus meningkatkan minat masyarakat dalam membeli produk tersebut, termasuk menarik para investor.

Pasalnya, untuk membeli sebuah produk ekonomi kreatif, para konsumen akan memperhatikan beberapa hal, seperti harga, keuntungan yang ditawarkan, hingga tingkat popularitas produk. Tak pelak lagi, “unique selling point” tentu memiliki peran penting dalam kehadiran suatu produk.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat hadir dalam kegiatan “Pitching Wirausaha Digital Mandiri Ekonomi Kreatif di Lombok”, dilangsungkan secara hybrid, pada Rabu, 15 Juni 2022.

Menurut Menteri Sandiaga Uno, pelaku ekonomi kreatif juga dituntut untuk lebih inovatif, adaptif, berani mengambil risiko, dan memiliki soft skill yang mumpuni. Apalagi dengan adanya pandemi COVID-19 mendorong digitalisasi semakin cepat.

“Bentuk unique selling point yang ditawarkan bisa berupa pemberian label nama brand,” ujar Sandiaga, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (16/6/2022).

“Pelaku usaha tentu tidak menjadi kaum rebahan, tetapi menjadi agen perubahan dengan mengambil risiko, mindset untuk bisa memulai usaha dan keluar dari zona nyaman serta pelajari segalanya dengan komprehensif,” harapnya.

“Soft skill menjadi entrepreneur penting dilakukan, terutama cara atau teknik berkomunikasi, bernegosiasi dan berpromosi sehingga kita bisa mencapai usaha yang terus berkembang,” sambungnya.

Lebih lanjut, katanya, peran ekonomi kreatif, wabilkhusus UMKM terbukti telah memberi kontribusi nyata dalam PDB (Produk Domestik Bruto) nasional, malah sudah menembus 60 persen dan akan menuju 65 persen di tahun 2024/2025.

“PDB UMKM sekarang sudah mencapai Rp1.154,4 triliun untuk ekonomi kreatif. Data tersebut menunjukkan tren yang positif. Walaupun mengalami penurunan saat COVID-19,” bebernya.

Menyinggung soal itu, Sandi mengakui memang masih menemukan sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan.

Menyoroti hal tersebut, ia mengungkapkan terdapat 77,3 persen UMKM belum terdigitalisasi, antara lain 83,32 persen belum berbadan hukum, 89 persen belum memiliki merek atau brand, atau Hak Kekayaan Intelektual.

Berikutnya, 92,4 persen kedapatan menggunakan modal sendiri alias belum mendapat akses pembiayaan. Bahkan, 92,6 persen penghasilannya juga masih di bawah Rp1 juta per hari.

“Oleh karenanya, kita dorong ke depan agar produk UMKM kita bisa lebih kreatif, unik, memiliki dampak sosial dan ekonomi, serta memiliki potensi market yang tinggi. Dan jangan lupa digitalisasi sehingga produk-produk UMKM harus masuk ke dalam ekonomi digital dalam konsep Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Sandiaga juga mengajak pelaku ekonomi kreatif yang hadir secara daring dapat memanfaatkan momentum Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang menargetkan 17,2 juta UMKM unit usaha on boarding di e-commerce.

Sebab, kolaborasi antar kementerian/lembaga dan BUMN digadang-gadang menargetkan hingga mencapai Rp400 triliun. Lanjutnya, besar harapan sampai akhir tahun 2023, 30 juta UMKM bisa masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital.

“Bringing back tourism means bringing back economy. Jadi kalau kita bangkitkan pariwisata InsyaAllah pariwisata di Mandalika NTB dengan desa-desa wisata mulai dari Sembalun sampai ke Senaru, Bilibantem dan Sukarara ini memiliki multiplier effect untuk menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja,” pungkasnya.

Hadir mendampingi Sandiaga Uno dalam acara Pitching Widuri Ekonomi Kreatif, dua pejabat teras di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, antara lain Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Frans Teguh; dan Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, Erwita Dianti. (Mr)

× Hubungi kami