Baju Demang, Pakaian Adat Betawi

Jokowi memakai Baju Adat Betawi

Selain destinasi wisata yang menarik untuk di kunjungi dan wisata kulinerya yang tidak diragukan lagi akan kenikmatannya, Provinsi DKI Jakarta juga tidak kalah menarik untuk kita intip pakaian/baju adatnya. Provinsi ini memiliki masyarakat yang majemuk, sehingga pakaian khas Betawi pun mendapat pengaruh dari budaya warga Jakarta. Baju adat masyarakat Betawi ini memiliki sentuhan budaya dari Cina, Arab, atau Melayu.

Sehingga pakaian atau baju adat Betawi ada beberapa model. Antara lain, buat lelaki ada pakaian sadariah, pakaian demang, busana pengantin pria Betawi, dan pangsi Betawi. Sedangkan untuk wanitanya ada kebaya kerancang/encim, ada juga busana pengantin wanita. Pakaian-pakaian ini dipakai dengan peruntukan yang berbeda, sesuai suasana atau kebutuhannya.

Baju Demang, Baju Adat Betawi
Baju Adat Betawi, foto: bajuadatnusantara.blogspot.com

Yuk kita kenali, biar tidak salah kostum dalam pemilihan kostumnya, salah satunya yang digunakan oleh kaum laki-laki ini bernama Baju Demang. Pakaian adat ini biasanya di pakai dalam acara resmi, khususnya para laki-laki Betawi yang kerap menggunakan Demang atau istilah lainnya adalah jas. Demang biasa dipadukan dengan memakai kain ujung serong atau kain dengan panjang tidak sampai lutut yang dibentuk menyerong atau miring.

Baju Demang yang merupakan baju tradisional Betawi, baju ini biasanya dipakai saat acara formal Betawi seperti pernikahan, pertemuan budaya formal, rapat tokoh budaya dan lain sebagainya. Baju Demang ini juga dipakai sepasang pria dan wanita. Untuk pria mengenakan beskap untuk bajunya, songkok/peci untuk hiasan kepala, sebuah kain samping untuk lapisan atas celana panjang, dan celana panjang hitam yang seragam dengan warna beskap. Nah untuk yang wanita mengenakan Kebaya dengan bawahan kain motif batik khas Betawi.